Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian berawan, 21.6 ° C

Sebanyak 26 Pegiat Olahraga asal Jawa Barat Dapat Penghargaan dalam Peringatan Haornas ke-36

Wina Setyawatie
ACARA puncak perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-36 berlangsung di Menara Pandang Siring, di depan Sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu, 8 September 2019.*/WINA SETYAWATIE/PR
ACARA puncak perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-36 berlangsung di Menara Pandang Siring, di depan Sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu, 8 September 2019.*/WINA SETYAWATIE/PR

BANJARMASIN, (PR).- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan penghargaan kepada 91 pelaku, pembina, dan penggerak olahraga se-Indonesia dalam peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-36 2019. Dari keseluruhan orang yang dinilai sudah memberikan kontribusi positif kepada olahraga Indonesia, ada 26 pelaku, pembina, dan penggerak olahraga yang berasal dari Jawa Barat.

Pemberian penghargaan dilakukan di puncak perayaan yang berlangsung di Menara Pandang Siring, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu, 8 September 2019. Dari 26 penerima asal Jawa Barat itu, ada 19 orang atlet, satu orang purna-atlet, tiga pelatih, satu wasit, dan dua penggerak olahraga.

Ke-19 atlet tersebut di antaranya Susanto Megaranto dan Media Warda Aulia dari cabang catur. Keduanya mendapatkan penghargaan karena sukses menjuarai Kejuaraan Catur Asia Timur jauh Zona 3.3 2019 yang merupakan kualifikasi World Cup Catur 2019.

Lalu, atlet M. Yusuf, Imam Syahrudin, dan Asep Nurdin dari angkat berat. Yusuf merupakan peraih emas angkatan deadlift (335kg) di Kejuaraan Asia Putra Equipped 2019. Sedangkan, Imam peraih emas angkatan squad (290kg) dan Asep emas squad (350 kg) di kejuaraan yang sama di Hongkong.

Dari angkat besi, ada lifter muda Windy Cantika Aisha yang merupakan pemegang enam rekor dunia remaja (13-17 tahun) untuk kelas 49 kg putri. Ada pula pelaku e-sport Rizky Faidan yang merupakan runner-up PES League World Finalis 2019 di London, Inggris, serta taekwondo muda, M Haikal Ghafary, pemegang medali emas kelas B pada Kejuaraan Internasional Choi Young Seok Championship 2019.

Dari kategori beregu, ada tim rafting putri Indonesia yang berasal dari Cikidang, Sukabumi, yang meraih juara umum Kejuaraan Dunia Rafting 2019 juga mendapatkan pengharaan.
Bahkan, ada pula empat atlet disabilitas yakni Ilyas Rachman, Salim Sadek, Dzakiya Amalia Ma'ruf dari bulutangkis (Soina) dan satu pebalap senior M. Fadli dari paracycling, peraih medali emas Asian Para Games 2018.

Dari kategori pelatih dan wasit, ada Khairul Shahe dari cabang Tinju, Jajang Supriyatna dan Usdi Permana dari cabang angkat besi, serta Fahmi Wardi yang merupakan wasit pencak silat. Untuk jajaran penggerak olahraga, ada anggota exco PSSI Papat Yunisal sebagai ketua Klub Sepak Bola Wanita Priangan Jawa Barat dan Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kab. Bandung, Nia Kurnia Agustina, yang menerima penghargaan atas dedikasinya untuk olahraga Indonesia.

Menpora Imam Nahrawi mengatakan, perayaan Haornas jangan hanya sebagai seremoni. Haornas harus betul-betul dijadikan sebagai tonggak sejarah kebangkitan olahraga dengan segala pemasalahan dan prestasinya. Hal itu bisa dilihat dari meningkatnya jumlah penerima penghargaan.

“Karena itu, butuh partisipasi yang solid antara masyarakat, pemerintah, dan para stakeholder olahraga lainnya untuk bersatu. Karena dengan olahraga, kita harap masyarakat bisa hidup segar, bugar, sehat, dan gembira. Hingga banyak hal-hal destruktif bisa terkurangi," ungkap Imam.

Para penerima penghargaan akan memperoleh uang kesejahteraan atau beasiswaa dengan jumlah yang berbeda-beda. Untuk atlet, mereka memperoleh masing-masing Rp40 juta, pelatih Rp30 juta, tenaga keolahragaan lainnya Rp25 juta. Sedangkan, beasiswa S1 diberikan sebesar Rp22,5 juta dan SMA Rp17,5 juta.

SEBANYAK 5.502 karateka Kalimantan Selatan berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) yang menampilkan gerakan KATA dalam rangka Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) tahun 2019, di kawasan Siring 0 Km Banjarmasin, Kalimantan Selatan.*/ANTARA FOTO

Rekor MURI meriahkan Haornas ke-36

Rangkaian perayaan Haornas ke-36 itu pun sukses memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) untuk rekor karate massal. Atraksi karate massal itu berlangsung di jalan-jalan protokol yang terletak di sekitar alun-alun dan tepian sungai Martapura Kota Banjarmasin yang diikuti oleh 5.502 karateka dari berbagai kalangan.

Pemecahan rekor karate massal itu dipimpin oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Shabirin Noor, yang juga menggagas acara ini. Setelah menghitung jumlah massa yang ikut, perwakilan MURI langsung memberikan plakat penghargaan tersebut usai kegiatan.

Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta, menyatakan, banyaknya peserta yang ambil bagian merupakan bukti sinergitas masyarakat dalam menggalakkan gerakan "Ayo olahraga, di mana saja, kapan saja". Hal itu pun dikatakannya bisa menginspirasi masayrakat untuk ikut bergerak lewat karate.

“Ini sesuai dengan tujuan pembudayaan olahraga, berolahraga kapan saja, di mana saja, mau cabornya apa saja, yang penting bergerak. Minimal kegiatan ini pertanda masyarakat Kalsel gemar berolahraga dan diharapkan bisa menginspirasi provinsi atau kota/kabupaten lain di Indonesia untuk turut memasyarakatkan olahraga," ujarnya.

Selain itu, ada juga Gowes Nusantara 2019 edisi Haornas yang diikuti sekitar 5.000 pesepeda dari berbagai kalangan. Kegiatan gowes itu menempuh jarak 24,9 km mengelilingi Kota Banjarmasin.***

Bagikan: