Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Cerah, 25.6 ° C

Posisi Bandung United Semakin Kritis

Irfan Subhan
LIGA 2/DOK. PR
LIGA 2/DOK. PR

BATANG, (PR).- Bandung United gagal mencapai target untuk meraih poin di dua pertandingan tandang, setelah tim asuhan Liestiadi tersebut dikalahkan Persibat Batang 1-2, pada pertandingan pekan ke-15 Liga 2 wilayah barat, di stadion M. Sarengat, Batang, Sabtu 7 September 2019.

Sebelumnya saat menghadapi PSPS Riau, Bandung United juga harus mengakui keunggulan tim tuan rumah setelah menyerah 0-1. Dengan hasil ini maka posisi tim tersebut berada di peringkat ke-11 wilayah barat atau di zona degradasi dengan nilai 10 hasil dari 2 kali menang, 4 kali imbang, dan 9 kali kalah.

Usai menjalani dua laga tandang, Tantan dan kawan-kawan akan menjalani tiga partai kandang saat menjamu Babel United, PSMS Medan, dan Persiraja Banda Aceh. Untuk keluar dari zona degradasi, Bandung United harus bisa menyapu bersih di tiga pertandingan tersebut.

Jalannya pertandingan antara Persibat Batang melawan Bandung United berlangsung keras, wasit Choirudin asal Yogyakarta mengeluarkan dua kartu merah untuk pemain Bandung United Fafa Muhammad Zuhud dan pemain Persibat Dani Marvelous Namangge pada menit ke-60.

Bandung United sendiri sempat membuka keunggulan melalui gol yang dilesakan oleh Agung Mulyadi pada menit ke-45. Namun, tim tuan rumah bisa membalas melalui gol Dani Marvelous pada menit ke-51 dan Yogi Syaiful Rizal menit ke-66.

Tidak tegas

Menanggapi kekalahan yang ke-9 kali, pelatih Bandung United Liestiadi mengaku sangat kecewa terhadap kepemimpinan wasit yang dinilainya tidak tegas dan menguntungkan tuan rumah.

“Selama saya di Liga 2 saya capek lihat kelakuan wasit, tidak evaluasi, tidak menyelamatkan pemain. Padahal kalau anak dia nanti main nanti dihajar gitu gimana? Anda sudah bisa lihat tadi. Ok dua kartu merah nggak masalah, tapi lihat tadi Sandi Septian angkat kaki gitu harusnya kartu merah, pelanggaran dibiarkan saja,” tuturnya dengan nada tinggi.

Dia menambahkan, seharusnya kualitas wasit di Liga 2 bisa lebih ditingkatkan lebih baik lagi karena masih banyak terjadi masalah seperti ini di berbagai pertandingan sehingga menimbulkan kontroversi.

Melihat permainan sebenarnya berimbang, bahkan Bandung United bisa menguasai jalannya permainan di babak pertama. Namun, keputusan wasit yang berat sebelah membuat mental dan konsetrasi para pemainnya menjadi terganggu.

“Nah justru inilah modus operandi wasit. Bagaimana konsentrasi dan permainan kita bisa buyar. Itu modus operandi dari wasit. Kalau di akhir kita ada sedikit apa pasti kita kena penalti,” katanya.

Liestiadi mengatakan, PSSI seharusnya melakukan evaluasi dan memperbaiki kualitas wasit yang memimpin di Liga 2. “Saya sebagai pelatih punya lisensi ini ingin mengajari bola yang benar dengan anak-anak ini, biar kita maju,” ungkapnya.

Provokasi

Sementara itu pelatih Persibat Batang Bona Simanjuntak mengatakan, wasit telah menjalankan tugasnya dengan baik. Bahkan dia menilai pemain bandung United banyak melakukan provokasi.

“Pertama saya ucapkan terima kasih sama pemain yang sudah berjuang keras, kemarin  kemenangan yang tertunda dan hari ini anak-anak bisa menjawabnya. Tapi memang kalau dilihat performa hari ini kurang dari kemarin tapi hari ini kita beruntung dapat kemenangan,” katanya.

Bona menambahkan, selanjutnya jajaran pelatih akan melakukan evaluasi untuk menghadapi pertandingan selanjutnya, karena masih banyak strategi yang menurutnya tidak berjalan dengan baik di pertandingan kali ini.

“Evaluasi posisi mungkin di gelandang bertahan ada beberapa orang disitu sama beberapa hari ini untuk melawan Perserang kita lihat siapa yang paling siap nanti kita lihat disitu,” ucapnya.*** 

Bagikan: