Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 20.5 ° C

Timnas Indonesia Siap Jalani Laga Perdana Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022

Wina Setyawatie
Ilustrasi.*/DOK PR
Ilustrasi.*/DOK PR

JAKARTA, (PR).- Indonesia akan menjalani laga perdana putaran kedua Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia melawan Malaysia pada Kamis, 5 September 2019 di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta. Di laga ini, mental pemain dinilai Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy akan banyak diuji. 

Simon dalam jumpa pers di Media Center SUGBK, Rabu, 4 September 2019 mengaku, sebenarnya tidak berharap di laga perdana ini timnya akan hadapi tim ASEAN terlebih dahulu. Dia justru senang bila laga pertama Timnas adalah level Asia.

"Tentu saya tidak berharap di laga pertama ini bertemu dengan sesama negara Asia Tenggara. Ini seperti miniatur AFF Suzuki. Saya awalnya berharap bisa mendapatkan lawan level Asia, agar pemain-pemain kita mendapatkan pengalaman baru dan lebih tinggi. Melawan Malaysia, memang tidak membuat pemain kita mendapatkan banyak pengalaman baru, tetapi laga ini nanti akan banyak menguji mental dan fokus pemain. Motivasi pemain pun menjadi sangat tinggi," katanya.

Menghadapi musuh bebuyutan yang sering kali menjadi batu sandungan Tim Garuda, Simon menilai pasti akan ada hawa ketegangan yang besar. Akan tetapi, dirinya mengaku sudah berkali-kali menegaskan kepada para pemain bahwa mereka juga punya rencana tersendiri.

Dia mengaku tidak bisa memprediksi permainan. Hanya saja, jika semua pemain bisa menjalankan sesuai rencana dengan motivasi luar biasanya, kemenangan dinilainya ada di depan pintu. 

"Kita tinggal fokus menjalani rencana kita sendiri. Kami sudah mempersiapkan ini lebih dari dua pekan, dan yang terpenting adalah fokus dalam bertahan dan menyerang selama 95 menit atau bahkan 96 menit. Kita punya pemain bagus dan dengan tambahan dukungan suporter, saya yakin kita bisa mendapatkan poin penuh," tuturnya. 

Pelatih Tim Nasional Indonesia Simon McMenemmy.*/ANTARA

Simon berharap, laga nanti akan memperlihatkan duel besar dengan rasa hormat yang sama besarnya di antara kedua tim. Mengingat pertemuan kedua timnas ini memiliki banyak sejarah, dan bukan hanya sekedar memperebutkan poin. 

"Laga ini lebih dari sekedar pertandingan pembuka untuk kualifikasi. Ini pertarungan sebenarnya untuk kebanggaan bangsa. Saya rasa saya semangat untuk laga ini, begitu pula pemain dan suporter. Kami berharap ada dukungan yang besar untuk bisa mewujudkan kemenangan. Karena ini akan jadi sangat menarik dengan segala latarbelakangnya," katanya menambahkan.

Rekor pertemuan 

Laga nanti akan jadi pertemuan ke-96 bagi kedua tim. Melihat rekor pertemuan yang terjadi sejak 1957 tersebut, Indonesia sementara masih sedikit unggul dengan 39 kali kemenangan, dibandingkan Malaysia yang memetik 35 kali kemenangan. Sementara 21 laga sisanya berakhir dengan angka imbang. 

"Saya tidak berpikir ada pengalaman yang sama ketika bermain di SUGBK. Stadion ini menakutkan bagi lawan. Ini pengalaman saya saat memegang Filipina. Saya yakin, akan ada dampak kepada lawan kita," ucapnya.

Kapten Timnas Indonesia, Andritany Ardhiyasa, mengatakan bahwa laga melawan Malaysia ini adalah duel sesunguhnya. Artinya, tidak ada kata lain selain harus meraih hasil maksimal. 

"Persiapan kami bagus dan siap untuk laga besok. Karena ini akan jadi laga sesungguhnya. Selama ini kita menjalani persiapan, ke Australia, Myanmar, dan Yordania dengan tujuan di kualifikasi ini bisa mendapatkan hasil terbaik. Tidak ada kata lain selain harus rebut hasil maksimal. Karena ini bukan hanya pembuka jalan di kualifikasi Piala Dunia, tapi juga berpengaruh kepada ranking FIFA. Saya harap suporter bisa memenuhi stadion, karena mereka pemain ke-12 kami. Membantu memotivasi para pemain," tuturnya. 

Siap tanding

Sementara itu dari kubu Malaysia, pelatih Tan Cheng Ho memastikan jika timnya sudah siap tanding. Mereka mengaku sudah menganalisa permainan Tim Garuda. 

"Kami tahu Timnas Indonesia punya striker yang bagus, dengan kualitas yang bagus. Mereka (Indonesia -Red.) juga punya pemain yang pengalaman bermain di Malaysia, tapi rasanya kami sudah tahu cara menghentikan mereka," ucapnya.

Bila melihat sejarah, menurutnya di pertandingan nanti, timnya tetap punya peluang untuk menang. Meskipun dirinya sadar itu tidak akan mudah. 

"Tidak akan mudah pastinya, karena di sini (SUGBK -Red.) merupakan kandang yang selalu penuh suporter Indonesia. Tapi melihat sejarah, kami juga pernah menang lawan Indonesia disini. Jadi tidak ingin hanya memandang dari rekor pertemuan atau sejarah. Karena sekarang pemain berbeda, pelatih beda, yang penting kami harus melakukan yang terbaik untuk mendapatkan hasil positif pada awal Kualifikasi Piala Dunia ini," tutur Tan.***

Bagikan: