Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 22.6 ° C

Ditekuk Sriwijaya FC, PSGC Ciamis Jadi Juru Kunci di Liga 2 Wilayah Barat

Nurhandoko
PEMAIN PSGC Marco melontarkan tendang keras ke arah gawang Sriwijaya FC, saat lanjutan Liga 2 2019 yang berlangsung di Stadion Galuh, Ciamis, Rabu, 4 September 2019. Tim tuan rumah Laskar Galuh harus mengakui keunggulan laskar Wong Kito dengan skor 0 -1.*/NURHANDOKO/PR
PEMAIN PSGC Marco melontarkan tendang keras ke arah gawang Sriwijaya FC, saat lanjutan Liga 2 2019 yang berlangsung di Stadion Galuh, Ciamis, Rabu, 4 September 2019. Tim tuan rumah Laskar Galuh harus mengakui keunggulan laskar Wong Kito dengan skor 0 -1.*/NURHANDOKO/PR

CIAMIS,(PR).- Kekalahan Persatuan Sepakbola Galuh Ciamis (PSGC) atas Sriwijya FC pada pekan ke-14 Liga 2 2019 yang berlangsung di Stadion Galuh, Rabu, 4 September 2019 memperpuruk  posisi Laskar Galuh tetap di urutan paling bawah grup barat Liga 2 2019. Sebaliknya, Laskar Wong Kito semakin mengokohkan diri di posisi pucuk pimpinan klasemen.

Pada pertandingan yang disaksikan sekitar 6.000 pendukung fanatiknya, kesebelasan tuan rumah PSGC harus mengakui keunggulan Sriwijaya FC dengan skor tipis 0 -1.Sebenarnya, Laskar Galuh memiliki beberapa peluang merobek gawang Sriwijaya FC yang dijaga Galih Sudaryono. Akan tetapi, serangan yang dihasilkan banyak menemui kegagalan, sehingga membuahkan gol bagi lawan akibat kuatnya barisan belakang Laskar Wong Kito.  

Begitu peluit babak pertama dibunyikan, pemain PSGC langsung menunjukkan permainan cepat. Serangan bertubi yang dimotori Fabio Marko, Asep Saeful, serta Ganjar Kurniawan, tak pelak membuat repot penjaga gawang Sriwijaya FC, Galih Sudaryono.  

LOLOS dari kepungan, pemain PSGC Asep Saeful melontarkan tendang keras ke arah gawang Sriwijaya FC, saat lanjutan Liga 2 2019 yang berlangsung di Stadion Galuh, Ciamis, Rabu, 4 September 2019.  Tim tuan rumah Laskar Galuh harus mengakui keunggulan laskar Wong Kito dengan skor 0 -1.*/NURHANDOKO/PR

Anak asuhan pelatih PSGC Andri Wijaya yang menerapkan pola 4-3-3 tersebut tidak putus asa, terus melakukan serangan. Beberapa kali, pemain depan PSGC Asep Saeful  yang lolos dari kawalan berhasil melepaskan tembakan, akan tetapi arah bola selalu berhasil dibaca kiper Sriwijaya FC.

Tidak hanya PSGC, Sriwijaya FC juga sejak awal memeragakan permainan cepat, sesekali mencoba melakukan serangan. Akan tetapi, upaya yang dibangun oleh Anis Nabar, Hendri serta Ahmad Ikhwan gagal menerobos ketatnya barisan belakang tim Laskar Galuh.

Gol tunggal untuk Sriwijaya FC tercipta saat injury time, perpanjangan waktu 1 menit babak pertama. Memanfaatkan umpan dari tendangan bola mati, sundulan Ahmad Ikhwan berhasil menjebol gawang Sukasto Efendi. Pemaian nomor 93 tersebut lolos dari kawalan pemain PSGC.

Memasuki babak kedua, Sriwijaya FC mengubah gaya permainannya, dengan lebih banyak melakukan serangan. Tetapi, kuatnya barisan pertahanan PSGC menjadikan serangan yang dibangun oleh Anis, Hendri serta Ahmad gagal menambah gol. Hingga bunyi peluit terakhir, kedudukan tidak berubah, 0 -1 untuk kemenangan Sriwijaya FC.

Hasil mengecewakan

“Terus terang hasil pertandingan ini mengecewakan. Namun demikian kami menghadapinya dengan jiwa ksatria, ini adalah pembelajaran bagi kami,” tutur pelatih PSGC Andri Wijaya.

Dia juga mengeluhkan kepemimpinan wasit, karena beberapa insiden tidak direspons oleh pengadil pertandingan. Bahkan hasil pengamatan Andri, setidaknya dua peluang tendangan penalti untuk PSGC juga tidak ditanggapi oleh wasit.

KIPER Sriwijaya FC Galih berjuang keras mangamankan gawangnya dari serangan pemain PSGC, pada laga kandang pekan ke-14 Liga 2 2019 di Stadion Galuh Ciamis, Rabu,  4 September 2019. Tim tuan rumah Laskar Galuh harus mengakui keunggulan Laskar Wong Kito dengan skor 0-1.*/NURHANDOKO/PR

Sementara itu, pelatih Sriwijaya FC Kashartadi yang didampingi pemain Bobi Satria menyatakan, permainan kali ini berjalan luar biasa, dari awal hingga akhir. Sriwijaya FC banyak menerima tekanan, akan tetapi berkat ketenangan pemain, hal tersebit dapat diatasi. Dia juga memuji pemain muda PSGC, sehingga memapu menyuguhkan permaian cepat.

“Sejak awal, sebelum pertandingan, saya menginstruksikan agar bermain enjoy dan normal saja. Sebenarnya kami memasang target setengah gol, akan tetapi dapat mencuri 3 poin,” katanya.

Dari 14 kali pertandingan grup barat, Sriwijaya FC tetap bertahan di urutan puncak dengan mengoleksi 30 poin, yang diperoleh dari 9 menang, 3 seri dan 2 kalah. Sebaliknya, PSGC tetap berada di urutan paling bawah 7 poin, hasil dari 2 menang, 1 seri dan 11 kalah.***

Bagikan: