Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Sebagian cerah, 28.2 ° C

Diguyur Bonus Rp 3,7 Miliar, Tim Dragon Boat Indonesia Makin Diunggulkan di SEA Games Filipina

Hilmi Abdul Halim
MENPORA Imam Nahrawi menyerahkan bonus senilai total Rp 3,7 miliar kepada atlet dan anggota tim nasional dragon boat di Istora Resort Waduk Jatiluhur Purwakarta, Jumat, 30 Agustus 2019. Penghargaan tersebut untuk mengapresiasi prestasi tim dayung Indonesia yang meraih juara dunia di Thailand pekan lalu.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
MENPORA Imam Nahrawi menyerahkan bonus senilai total Rp 3,7 miliar kepada atlet dan anggota tim nasional dragon boat di Istora Resort Waduk Jatiluhur Purwakarta, Jumat, 30 Agustus 2019. Penghargaan tersebut untuk mengapresiasi prestasi tim dayung Indonesia yang meraih juara dunia di Thailand pekan lalu.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Tim dayung Indonesia menargetkan medali emas dalam Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) 2019 di Filipina. Mereka semakin diunggulkan setelah meraih dua emas dalam kejuaraan dunia dragon boat di Thailand pekan lalu.

Menteri Pemuda Olahraga Imam Nahrawi merasa optimistis terhadap tim dayung nasional. "Kiblat dragon boat di dunia itu pasti kita (Indonesia) makanya harus kita jaga," katanya saat ditemui di Purwakarta, Jumat, 30 Agustus 2019. 

Menpora mengapresiasi gelar juara dunia yang ditorehkan para atlet nasional. Hal itu ditunjukkan dengan pemberian bonus bagi 26 atlet beserta tim pelatih dan manajer yang terlibat. Nilai bonus tersebut mencapai total Rp3,7 miliar.

Pemberian bonus diakui untuk memotivasi seluruh anggota tim dayung nasional yang akan bertanding di SEA Games ke-30, November 2019 mendatang. Akan tetapi, yang terpenting menurut Imam ialah meningkatkan pelatihan.

Pelatihan yang berkesinambungan dinilai akan memaksimalkan kemampuan para atlet. "Sehingga, pelatihan tidak terputus bahkan akan terus membaik menjelang SEA Games maupun Asian Games 2022," katanya seusai acara pemberian bonus di Istora Resort pinggir Waduk Jatiluhur Purwakarta.

Gelar pertama

Gelar juara dunia kali ini diakui Wakil Ketua Umum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia Budiman Setiawan merupakan yang pertama setelah 1997 silam. "Setelah 1998 itu masa transisi pemerintahan, perekonomian juga kurang baik sehingga pembinaan olahraga juga menurun," katanya.

Budiman juga menilai faktor lain yang menghambat ialah negara penyelenggara kejuaraan dunia dragon boat lebih banyak di Eropa. Karena itu, pemerintah keberatan membiayai tim nasional mengikuti kejuaraan-kejuaraan tersebut.

"Dan pelatihan juga baru intensif menjelang Asian Games (2018) kemarin," ujarnya menambahkan. Bahkan, para atlet hanya melakukan latihan yang cukup singkat sebelum berlaga di kejuaraan dunia dragon boat ke-14 IDBF di Thailand.

Akan tetapi, Budiman mengakui hasilnya sangat memuaskan. Tim Indonesia mendapatkan dua medali emas pada ajang tersebut untuk nomor campuran 1000 meter dan 200 meter putra.

Kedua nomor tersebut merupakan nomor yang akan dipertandingkan dalam SEA Games 2019 nanti. Dari enam nomor pertandingan cabang dayung pada SEA Games selanjutnya, hanya empat nomor yang dipertandingkan di kejuaraan IDBF.

"Yang dua emasnya lagi dimenangkan Thailand," kata Budiman tanpa menyebutkan rinciannya. Sedangkan, dua nomor SEA Games lainnya tidak dipertandingkan di kejuaraan tersebut.

Prestasi Thailand dinilai cukup mengejutkan pada kejuaraan dunia tersebut. Karena itu, Budiman memperkirakan peta persaingan pada cabang olah raga dayung semakin ketat pada SEA Games 2019.***

Bagikan: