Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Langit umumnya cerah, 19 ° C

Tiba di Tanah Air, Juara Dunia Ahsan-Hendra Disambut Penuh Suka Cita

Wina Setyawatie
JUARA dunia ganda Putra Indonesia Mohammad Ahsan (kanan) dan Hendra Setiawan, menunjukkan medali kemenagan setibanya dari Swiss di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa, 27 Agustus 2019 malam. Ganda Putra Indonesia Hendra/Ahsan berhasil meraih juara pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 di Basel, Swiss setelah mengalahkan pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo KObayashi dengan skor 25-23, 9-21, 21-15.*/ANTARA
JUARA dunia ganda Putra Indonesia Mohammad Ahsan (kanan) dan Hendra Setiawan, menunjukkan medali kemenagan setibanya dari Swiss di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa, 27 Agustus 2019 malam. Ganda Putra Indonesia Hendra/Ahsan berhasil meraih juara pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 di Basel, Swiss setelah mengalahkan pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo KObayashi dengan skor 25-23, 9-21, 21-15.*/ANTARA

TERIAKAN papah...papah...dan baba...baba..dari anak-anak menyambut kedatangan Juara Dunia Bulutangkis 2019 Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan. Rasa kangen yang begitu besar membuat anak-anak berebutan untuk memeluk ayahandanya saat Hendra-Ahsan keluar dari pintu kedatangan Terminal 3 Internasional Bandara Soekarno Hatta, pada pukul 20.30 WIB, Selasa, 27 Agustus 2019.   

Penyambutan itu pun terasa lebih hangat dan berselimut haru kebahagiaan. Karena berbeda dari biasanya, sambutan kali ini tidak ada teriakan dari para fans. Hanya keluarga, Pengurus PBSI, Perwakilan KONI Pusat, serta media yang hadir menyambut sang juara beserta dua ganda peraih perunggu Kejuaraan Dunia 2019, Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto dan Greysia Polii-Apriyani Rahayu. 

Ahsan bahkan mengaku sangat bahagia, karena istri dan anaknya juga turut menjemput. Rasa kangen yang luar biasa dirasakannya, karena dirinya sadar jika dia dan Hendra mungkin lebih banyak di luar dibandingkan di rumah bersama keluarga.

Senyum lebar bahkan tidak bisa lepas dari muka Hendra-Ahsan ketika mereka dikalungkan bunga oleh Ketua PBSI Wiranto dan Perwakilan KONI Pusat Icuk Sugiarto. Bahkan tidak terlihat mimik lelah dari kedua pemain senior itu. 

Dalam sambutannya, Wiranto mengatakan rasa syukurnya karena bulutangkis masih bisa mengharumkan nama Indonesia. Keberhasilan pemainnya, menurut dia, tidak lepas dari doa seluruh masyarakat Indonesia. 

"Kami bersyukur, karena kita masih mampu membawa pulang satu gelar. Saya tahu di level ini tidak mudah. Pemain pasti sudah bekerja keras dan berusaha dengan seluruh yang dimilikinya. Lawan juga lebih tanggung tentunya. Buat yang belum menjadi juara, suatu saat saya yakin pasti dapat giliran. Dua perunggu tetap hasil yang bisa dibanggakan," katanya. 

Dia berharap dengan hasil apik di Kejuaraan Dunia ini, ke depan, Indonesia bisa terus menempatkan juara-juara dunia lainnya. Di tahun ini, hingga saat ini, menurut Wiranto, pemainnya sudah sukses mengoleksi 36 medali emas di seluruh Kejuaraan Bulutangkis level internaisonal. 

Ahsan maupun Hendra pun bersyukur, mereka bisa kembali juara dunia lagi setelah 2013 dan 2015. Mereka pun berterima kasih atas penyambutan hangat yang diberikan oleh PBSI dan pihak-pihak lainnya. Khususnya Hendra, mengaku dirinya cukup kaget dia di kejuaraan dunia kali ini menjadi juara dunia tertua.

"2007 saya pertama kali juara bersama Kido (Markis Kido). Sekarang bisa juara lagi, rasanya tidak menyangka. Tapi, tetap bersyukur karena bisa bermain hingga saat ini," tuturnya.

Ahsan mengaku kunci sukses mereka adalah tidak mau kalah. Terutama dengan pemain-pemain muda.

"Di latihan kami tetap kerja keras. Sama porsinya dengan yang muda-muda. Kita tetap tidak mau kalah," ujarnya.

Pada kejuaraan dunia kemarin, menurut mereka laga di semi final adalah yang terberat. Karena mereka melawan rekan senegaranya sendiri, Fajar-Rian.
"Berat, karena kedua-duanya sama-sama sudah tahu kelemahan dan kelebihan masing-masing," katanya.

Sandiani Arif, istri Hendra dan Christine Novitania, istri Ahsan dengan kompak mengaku tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata atas keberhasilan para suaminya tersebut. Sama dengan Hendra-Ahsan, para istri pun tidak menduga suaminya bisa kembali juara dunia apalagi dengan usia mereka yang kini sudah tidak bisa terbilang muda. 

"Tidak bisa berkata-kata. Pastinya bersyukur, karena mereka masih diberikan juara meskipun usianya tidak muda lagi. Kami malah yang takut merekanya cedera, dan takut kalah," tutur Christine yang diamini oleh Sansan panggilan Sandiani. 

Tidak ada kabar terkait bonus untuk sang juara dunia ini. Dari PBSI, mengaku bonus pasti ada, tanpa mau menyebutkan jumlahnya. Tapi itu bukan untuk stimulasi mereka, hanya sebagai bentuk apresiasi. 

Adapun hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak dari pemerintah yang mengkonfirmasi soal bonus ini. Menpora Imam Nahrawi hanya seperti membuat teka teki yang ditulis di media sosialnya. "Kira-kira dapat bonus enggak ya?," tanyanya. 

Masih panjang

Kesuksesan mereka di tahun ini, dengan menjuarai dua even besar All England dan Kejuaraan Dunia, diakui Ahsan maupun Hendra memang tidak terduga. Bahkan menurut Hendra, ini melebihi ekspektasi mereka. 

Apakah ini artinya peluang mereka untuk menuju Olimpiade Tokyo 2020 semakin dekat, Ahsan mengaku tidak juga. Karena untuk ke Olimpiade, perjuangannya masih panjang. 

"Kita mau fokus di kejuaraan terdekat dulu, China dan Korea Open tiga pekan lagi. Untuk Olimpiade, perjalanannya masih panjang. Karena tentu yang muda-muda juga mau mengejar. Tentu kita juga tidak mau kalah," ungkapnya.***

Bagikan: