Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian cerah, 31.1 ° C

Parabadminton Bawa Pulang Tiga Emas dari Kejuaraan Dunia 2019

Wina Setyawatie
TIM atlet Parabadminton Indonesia berfoto bersama dengan seluruh kontingen Kejuaraan Dunia 2019 setelah merayakan sukses besar kontingen Merah Putih di kejuaraan ini di Wisma Duta Indonesia di Bern, Swiss, Minggu, 25 Agustus 2019 waktu setempat untuk acara syukuran dan makan malam bersama. Dari Kejuaraan Dunia tahun ini, Parabadminton Indonesia membawa pulang tiga gelar juara, dua perak, dan empat perunggu.*/DOK. PBSI
TIM atlet Parabadminton Indonesia berfoto bersama dengan seluruh kontingen Kejuaraan Dunia 2019 setelah merayakan sukses besar kontingen Merah Putih di kejuaraan ini di Wisma Duta Indonesia di Bern, Swiss, Minggu, 25 Agustus 2019 waktu setempat untuk acara syukuran dan makan malam bersama. Dari Kejuaraan Dunia tahun ini, Parabadminton Indonesia membawa pulang tiga gelar juara, dua perak, dan empat perunggu.*/DOK. PBSI

BASEL, (PR).- Gelar juara dunia 2019 dari pasangan Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan bukan satu-satunya kado istimewa untuk Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-74 Republik Indonesia. Parabadminton pun mencatatkan sukses besar di Kejuaraan Dunia 2019 dengan membawa pulang tiga medali emas. 

Tiga emas parabadminton dipersembahkan oleh sektor ganda campuran SL3-SU5 atas nama Hary Susanto-Leani Ratri Oktila, tunggal putra SU5 lewat Dheva Anrimusthi, dan ganda putra SU-5 dari Dheva dan Hafizh Briliansyah Prawiranegara. Bukan hanya medali emas, Indonesia juga memboyong dua perak dan empat perunggu. Para peraih medali ini merupakan juara-juara di Asian Paragames 2018 lalu. 

Akan tetapi, perolehan Indonesia di tahun ini sedikit turun dibandingkan penyelenggaran sebelumnya, dua tahun lalu di Ulsan, Korea Selatan. Ketika itu tim Merah Putih sukses besar dengan empat emas, dua perak, dan tiga perunggu. 

Empat emas Indonesia saat itu datang dari sektor Singles SL3 Ukun Rukaendi, ganda putra SL3-SL4 Ukun Rukaendi-Hary Susanto, ganda putra SU5 dimana Suryo Nugroho berpasangan dengan pemain Singapura Tay Wei Ming, dan di ganda campuran SL3-SU5 dari Hary Susanto-Leani Ratri Oktila. 

Tahun ini merupakan keikutsertaan Indonesia kali kedua di Kejuaraan Dunia Bulutangkis Paralimpik. Meskipun baru dua kali, tapi catatan prestasi Indonesia dengan atlet bulutangkis lainnya. 

"Alhamdulillah tahun ini para-badminton bisa bersanding dengan tim bulutangkis Indonesia. Total pencapaian Indonesia adalah empat emas, dua perak dan empat perunggu. Keikutsertaan kami dalam rangka pengumpulan poin menuju Paralympic Tokyo mendatang. Dimana Paralympic 2020 untuk pertama kalinya akan memainkan para-badminton. Mudah-mudahan di Paralympic nanti, Indonesia bisa mendapatkan medali," kata tim ofisial para-badminton Indonesia, Rima Ferdianto.***

Bagikan: