Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Cerah berawan, 29.3 ° C

Hendra-Ahsan Catat Rekor Juara Dunia di Usia yang Tua

Wina Setyawatie
PASANGAN Hendra Setiwan-Mohamad Ahsan meraih gelar juara dunia ganda putra untuk kali ketiga.*/PBSI
PASANGAN Hendra Setiwan-Mohamad Ahsan meraih gelar juara dunia ganda putra untuk kali ketiga.*/PBSI

BASEL, (PR).- Indonesia akhirnya membawa pulang gelar juara dunia lewat Hendra Setiwan-Mohamad Ahsan. Mereka merebut gelar tersebut setelah mengkandaskan pasangan Jepang, Takuro Hoki-Yugo Kobayashi dalam final BWF World Champioship 2019 yang berlangsung di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Minggu 25 Agustus 2019 waktu setempat. 

Hendra-Ahsan menang dengan skor ketat 25-23, 9-21, 21-15 dalam pertandingan yang berlangsung lebih dari satu jam tersebut. Ini merupakan gelar juara dunia ketiga untuk mereka, setelah sebelumnya di 2013 dan 2015 lalu. 

Pada Kejuaraan Dunia 2013 di Guagzhou, China, Ahsan-Hendra merebut gelarnya usai menang atas pasangan Denmark, Mathias Boe-Carsten Mogensen 21-13, 23-21. 

Kemudian saat kejuaraan dunia di Jakarta dua tahun kemudian, mereka kembali menunjukkan taringnya dengan mengalahkan wakil Tiongkok, Lu Xiaolong-Qiu Zihan dengan skor 21-17, 21-14.

Gelar mereka ini bagaikan kado terindah bagi Indonesia, karena sebenarnya tumpuan utama di kejuaraan ini adalah pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon yang memang diunggulkan di tempat pertama. Apalagi dari dua dari tiga turnamen sebelumnya, Blibli Indonesia Open dan Japan Open 2019, Hendra-Ahsan hanya berstatus runner-up. 

Dengan merebut gelar ketiga ini, mereka menorehkan sejarah baru di dunia perbulutangkisan. Bukan hanya mereka menjadi ganda kedua yang sukses mengoleksi tiga gelar juara dunia, setelah ganda campuran Tiongkok, Zhang Nan-Zhao Yunlei. Hendra-Ahsan juga merupakan juara dunia tertua. Hendra tepat di hari final ini berusia 35 tahun, sedangkan Ahsan 32 tahun.
  
Dengan raihan ini, maka Indonesia tahun ini sukses membawa pulang, total satu medali emas dan dua perunggu dari kejuaraan ini. Ini memperbaiki percapaian tahun lalu yang hanya memperoleh satu perunggu. 

Hasil lainnya

Secara keseluruhan Jepang menjadi juara umum di Kejuaraan Dunia kali ini dengan membawa pulang dua gelar. Pertama dari sektor ganda putri yang mempertemukan final sesama Jepang, antara Mayu Matsumoto-Wakana Nagahara dan Yuki Fukushima-Sayaka Hitora. 

Final ideal yang mempertemukan unggulan pertama dan kedua ini akhirnya dimenangkan oleh Matsutomo-Nagahara dengan hasil 21-11, 20-22, 23-21 dalam tempo 1 jam 25 menit. 

Gelar kedua negeri Sakura datang dari tunggal putra. Kento Momota terlalu digdaya bagi wakil Denmark, Anders Antonsen. Momota menang seperti tanpa perlawan dengan skor telak 21-9, 21-3. 

Di tunggal putri, Pusarla V Sindhu keluar sebagai juara dunia baru setelah menumbangkan wakil Jepang Nozomi Okuhara 21-7, 21-7. Gelar ini semacam jawaban atas hasil tahun lalu. Dimana dia keluar sebagai runner-up setelah kalah dari Carolina Marin dari Spanyol.

Adapun di ganda campuran, pasangan Tiongkok Zheng Sieei-Huang Yaqiong menjadi juara setelah taklukkan ganda Thailand Dechapol Puavaranukroh-Sapsiree Taerattanachai dalam dua gim langsung 21-8, 21-12. Bagi Zheng-Huang ini merupakan gelar juara dunia kedua mereka.***

Bagikan: