Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Langit umumnya cerah, 22.1 ° C

Venue Belum Selesai, Popnas dan Peparpenas 2019 Batal Diselenggarakan di Papua

Wina Setyawatie
PON XX/2020 Papua/DOK. PR
PON XX/2020 Papua/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Pengerjaan sejumlah venue pertandingan yang akan digunakan untuk Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) dan Pekan Olahraga Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) IX/2019 Papua belum sepenuhnya tuntas. Sebagai tuan rumah, Pemerintah Provinsi Papua memohon untuk membatalkan penyelenggaraan Popnas dan Peparpenas di Papua yang seharusnya berlangsung pada Oktober 2019.

Niat pembatalan itu telah disampaikan Plt Kadispora Papua, Alexander Y.K. Kapisa, pada rapat koordinasi dengan pihak Kemenpora dan cabang-cabang olahraga di Kemenpora Jakarta, pada Kamis, 22 Agustus 2019. Namun, pihak Kemenpora baru memberikan tanggapan resminya. 

"Kami dapat sepenuhnya memahami adanya permohonan tersebut. Alasan utama Papua memang karena mereka lebih fokus kepada persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XX/2020 pada Oktober-November tahun depan. Karena, sejauh ini, tidak ada perubahan waktu penyelenggaraan untuk kedua multievent olahraga tersebut," kata Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Gatot S. Dewa Broto, di Jakarta, Sabtu, 24 Agustus 2019.

Gatot pun menyanggah kabar yang beredar bahwa pembatalan diakibatkan masalah keamanan di sana yang kini sedang tidak kondusif. Surat permohonan pembatalan dari Pemprov Papua itu sudah dikirimkan sejak sepekan sebelum terjadi kericuhan.

"Selanjutnya, kami sedang melakukan pembicaraan dan pendekatan dengan beberapa daerah tertentu di luar Provinsi Papua agar pemda lainnya bisa berkenan mengambil alih pelaksanaan Popnas dan Peparpenas di tahun ini. Kemarin kami sudah mulai berbicara dengan Pemda DKI Jakarta. Ini masih terus berkembang. Karena waktu persiapannya tidak banyak, makanya kita butuh daerah yang benar-benar siap," tutur Gatot.

Belum bisa digunakan, progres pembangunan venue belum ada yang mencapai 50 persen

SUASANA proses pembangunan Kompleks Stadion Papua Bangkit di Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat, 15 Maret 2019 lalu. Stadion Papua Bangkit yang berkapasitas sekitar 40 ribu penonton tersebut dipersiapkan untuk perhelatan PON tahun 2020.*/ANTARA

Popnas dan Peparpenas 2019 rencananya akan diikuti oleh sekitar 5.000 atlet dan ofisial. Ada 20 cabang olahraga yang akan dipertadingkan.

Pelaksanaan Popnas dan Peparpenas sendiri dalam rancangannya seharusnya menjadi test event untuk pelaksanaan PON XX/2020 Papua. Tujuannya untuk melihat sejumlah kekurangan apa saja yang bisa diperbaiki.

Karena kemungkinan dibatalkan untuk diselenggarakan di Papua, maka Pemprov Papua, Kemenpora, dan KONI sedang merencanakan cara lain untuk menguji kesiapan venue PON dan Peparnas 2020.

Dikatakannya, Kemenpora sudah memberitahukan hal itu pada seluruh provinsi se-Indonesia tentang akan adanya perpindahan penyelenggaraan Popnas dan Peparpenas melalui surat tertanggal 24 Agustus 2019. Pada umumnya, hampir seluruh daerah bisa memahami kendala ini. Mengenai konsekuensi pengurangan cabang olahraga yang dipertandingkan, Gatot menyatakan hal itu masih dibicarakan.

Dalam surat permohonan pembatalan, Gubernur Papua menjelaskan kondisi pengerjaan venue yang dibiayai oleh APBN setelah berkoordinasi dengan Kementerian PU-PR sebagai penanggung jawab pembangunan venue. Disebutkan, kemajuan pembangunan Istora Papua Bangkit di Kampung Harapan mencapai 32 persen, akuatik 22 persen, serta hoki dan kriket di Doyo baru mencapai 20 persen.

Sedangkan, venue-venue yang dibangun menggunakan dana APBD seperti voli indoor, voli pasir di Koya, dan lapangan futsal di Kab. Mimika sedang dalam tahap pengerjaan. Venue lain di luar itu bahkan masih dalam tahap proses penyiapan pelaksanaan.***

Bagikan: