Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Umumnya berawan, 26.1 ° C

Masuk 8 Besar Asia, Timnas Voli Putri Dapat Tiket Pra-Olimpiade 2020

Wina Setyawatie
TIMNAS voli putri berlatih mempersiapkan diri menuju Kejuaraan Asia Bola Voli Wanita 2019 di Seoul, Korea Selatan, 18-25 Agustus 2019. Indonesia menargetkan bisa menembus babak 8 besar di kejuaraan ini untuk mendapatkan tiket Pra-Olimpiade tahun depan.*/DOK PBVSI
TIMNAS voli putri berlatih mempersiapkan diri menuju Kejuaraan Asia Bola Voli Wanita 2019 di Seoul, Korea Selatan, 18-25 Agustus 2019. Indonesia menargetkan bisa menembus babak 8 besar di kejuaraan ini untuk mendapatkan tiket Pra-Olimpiade tahun depan.*/DOK PBVSI

SEOUL, (PR).- Timnas bola putri Indonesia membawa pulang tiket pra-Olimpiade 2020 setelah sukses menembus babak 8 Besar Kejuaraan Asia Bola Voli Wanita 2019. Sayang, mereka gagal menembus babak semifinal di kejuaraan tersebut setelah kalah di dua laga perempat final.

Di laga perdana babak perempat final melawan Jepang, timnas yang bermain di Jamsil Indoor Gymnasium, Seoul, Korsel, Kamis, 22 Agustus 2019, malam, akhirnya takluk 3-0 (19-25, 21-25, 13-25 ). Pada pertandingan Jumat, 23 Agustus 2019, Amalia Fajrina, dkk pun harus mengakui keunggulan Kazakhstan dengan poin telak 3–0 (19-25, 15-25, 18-25). 

Di penyisihan grup putaran kedua itu, Indonesia berada di Pool F bersama Jepang, Kazakhstan, dan Tiongkok. Namun, hasil laga versus Tiongkok diambil pada babak penyisihan di Pool D (putaran pertama). Indonesia saat itu kalah 3-0. Dengan dua kekalahan tersebut, Indonesia hanya akan memperebutkan tempat di posisi 5-8.

"Peluang kita sudah habis untuk ke semifinal dan sekarang akan memperebutkan posisi 5-8. Tapi, tiket pra-Olimpiade 2020 sudah didapat secara otomatis setelah kita tembus perempat final ini," ujar pelatih Timnas Putri, Octavian, melalui telepon.

Menurut pelatih asal Jawa Barat ini, evaluasi dari dua pertandingan di putaran ke dua menunjukkan pemainnya bermain kurang tenang. Karena itulah, momentum yang diperoleh di set ke dua dan ke tiga pun melayang.

"Di set ke dua dan ke tiga, ada peluang setelah sempat memimpin beberapa kali. Tapi, anak-anak main kurang tenang. Mereka saya lihat kurang bijak dalam membuat keputusan dalam pertandingan, mau bermain seperti apa. Ini akan jadi evaluasi bagi saya dan tim, tentunya," katanya. 

Bukan hanya mengincar tiket pra-Olimpiade, Kejuaraan Asia ini juga jadi ajang untuk menambah jam terbang pemain mudanya. Menurutnya, kesempatan mereka bisa menghadapi para pemain level Asia ini memberikan pengalaman dan gambaran sejauh mana kualitas pemainnya di level Asian Tenggara. Terlebih, ada pesaing utama Indonesia di SEA Games nanti, Thailand, yang juga turun di kejuaraan ini.

APRILIA Manganang.*/IG: @apriliamanganang_

Aprilia Manganang absen di Kejuaraan Asia dan kemungkinan absen di SEA Games

Di Kejuaraan Asia ini, timnas tidak diperkuat pemain bintangnya, Aprilia Manganang, karena masih menjalani pemulihan cedera kaki. Kemungkinan, Aprilia pun tidak akan memperkuat timnas pada SEA Games 2019.

Octavian mengatakan, bila di Kejuaraan Asia, para pemain lain mampu menunjukkan jika mereka pun bisa diandalkan tanpa Aprilia. Karena itulah, dia sudah mengatur strategi bila Aprilia tidak akan turun pada SEA Games nanti.

"Kalau lihat permainan, April tentu tidak bisa disamakan dengan pemain lain kualitasnya. Dia istimewa. Tapi secara permainan tim, anak-anak sudah mulai menunjukkan progres," ucapnya. 

Dikatakannya, hal itu memang akan jadi tantangan berat. Apalagi, persiapan mereka dan kejuaraan yang diikuti lebih sedikit dibandingkan persiapan pada dua tahun lalu.

"Dengan atau tanpa April, semua pemain yang ada harus siap. Karena voli ini olahraga tim, jadi apa yang ada di tim akan kami manfaatkan. Kekuatan Aprilia memang tidak bisa dibandingkan. Tapi saya sudah berkumpul dengan pemain dan mereka menyatakan sudah siap bila tanpa April," ucapnya.***

Bagikan: