Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

Ahsan-Hendra Tembus Babak 8 Besar BWF World Championship 2019

Wina Setyawatie
GANDA putra Indonesia Mohammad Ahsan (kanan) dan Hendra Setiawan berusaha mengembalikan kok ke ganda putra Skotlandia Alexander Dunn dan Adam Hallms pada babak ketiga Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Kamis, 22 Agustus 2019. Pasangan Ahsan/Hendra lolos ke perempat final seusai menang dengan skor 21-19, 21-16.*/ANTARA FOTO
GANDA putra Indonesia Mohammad Ahsan (kanan) dan Hendra Setiawan berusaha mengembalikan kok ke ganda putra Skotlandia Alexander Dunn dan Adam Hallms pada babak ketiga Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Kamis, 22 Agustus 2019. Pasangan Ahsan/Hendra lolos ke perempat final seusai menang dengan skor 21-19, 21-16.*/ANTARA FOTO

 

BASEL, (PR).- Ganda putra Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan menembus babak perempat final BWF World Championship 2019. Mereka maju ke Babak "8 Besar" setelah menang atas ganda Skotlandia, Alexander Dunn-Adam Hall di babak ketiga yang berlangsung di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Kamis, 22 Agustus 2019.

Di laga tersebut, Hendra-Ahsan menang dua gim langsung 21-19, 21-16. Ini merupakan pencapaian terbaik mereka semenjak kembali berpasangan Desember 2018 lalu. 
Pada edisi 2017 lalu, Ahsan mencapai babak final ketika berpasangan dengan Rian Agung Saputro. Sayang belum berhasil merebut gelar juara setelah kandas di tangan pemain Tiongkok, Liu Cheng-Zhang Nan. Sedangkan di 2018, baik Ahsan maupun Hendra tidak ambil bagian. 

Pertemuan Hendra-Ahsan dengan Dunn-Hall ini merupakan kali pertama. Unggulan keempat ini mengakui jika lawannya tampil bagus di laga ini. "Kami belum pernah bertemu sebelumnya. Tapi, harus diakui lawan tampil sangat bagus dan mereka tidak mudah untuk dimatikan," kata Ahsan. 

Apiknya permainan pasangan Skotlandia ini terlihat di awal-awal gim pertama, dimana Hendra-Ahsan sempat kesulitan untuk bisa mematikan lawannya tersebut. Bahkan di awal-awal permainan, Dunn-Hall sempat memimpin skor hingga pertengahan gim. Beruntung, Hendra-Ahsan yang lebih kaya pengalaman bisa mengambil permainan di akhir pertandingan. 

Menurut Hendra, lawannya memiliki tipikal permainan bola yang bagus. Dunn-Hall pun dinilai sangat rapi mainnya. "Mereka tidak mudah juga ya dikalahkan. Tidak gampang mati bolanya dan mainnya pun halus. Pola permainan mereka pun rapi," ungkapnya. 

Di babak selanjutnya, Hendra mengatakan bila mereka harus lebih siap lagi. Siapapun lawannya nanti di perempat final. "Yang pasti, besok (perempat final) harus lebih siap lagi dan lebih fokus lagi. Siapapun lawannya, di level Kejuaraan Dunia sudah pasti kualitasnya bagus. Kami tidak mau berandai-andai juga. Siap main saja dan kami pasti akan pelajari permainan lawan di perempat final nanti," tuturnya. 

Hendra-Ahsan memiliki ambisi cukup besar di Kejuaraan Dunia tahun ini. Mereka ingin bisa membawa pulang medali apapun itu. 

Nyaris

Gregoria Mariska Tunjung harus menelan pil pahit. Setelah sempat unggul dan hampir memenangi pertandingan, satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa dari tunggal putri, akhirnya harus menyerahkan kemenangan kepada sang lawan Ratchanok Intanon dari Thailand. 

Gregoria akhirnya tumbang 21-18, 21-23, 10-21 setelah berjuang selama satu jam lebih. Kekalahan pemain asal Mutiara Bandung ini sangat disayangkan, mengingat di gim kedua, dia sebenarnya sudah menyentuh "match point" lebih dulu 20-18. 

Pemain peringkat 16 dunia tersebut justru tidak bisa memanfaatkan momentum dan malah melakukan error. Hingga Ratchanok pun bisa memaksakan jus. Tunggal putri nomor satu Indonesia itu, hanya mampu menambah satu poin saja, sebelum akhirnya lawan mengakhiri gim kedua dengan kemenangan. 

Pada gim penentuan, Gregoria terlihat sudah mulai kehabisan tenaga. Hal itu dimanfaatkan dengan baik oleh Ratchanok. Pemain negeri Gajah Putih itu, membuat jarak cukup jauh 11-4 sebelum menutup interval pertama. Gregoria pun tidak mampu mengejar dan kandas dengan poin yang cukup jomplang. 

Dengan kekalahan ini, maka Gregoria pun gagal pecah telor atas Ratchanok. Dari enam pertemuan kedua pemain, hingga saat ini Gregoria belum pernah menang lawan Ratchanok. Pertemuan terakhir Gregoria dengan Ratchanok terakhir terjadi di Blibli Indonesia Open 2019 kemarin. Ketika itu, Gregoria juga kalah tiga game dengan skor 21-13, 19-21, 15-21. 

Dari evaluasi beberapa pertemuannya dengan Ratchanok, sebenarnya Gregoria sadar jika masalahnya bila bertemu wakil Thailand itu adalah di fisik. "Evaluasinya hampir sama, dari beberapa pertemuan yang lalu dengan Ratchanok, saya pasti kalahnya rubber game dan masalahnya di fisik. Lawan Ratchanok memang tidak pernah mudah," pukasnya.***

Bagikan: