Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 23.5 ° C

Belum Ada Informasi Pengunduran PON XX 2020 Papua

Wina Setyawatie
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

JAKARTA, (PR).- Belum ada infomasi yang masuk ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) maupun pihak Kemenpora sebagai Dewan Penasihat terkait pengunduran pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua. Menurut mereka, saat ini semua masih berjalan sesuai trek yang direncanakan, yakni Oktober 2020 mendatang.

Kabar penundaan menguat saat Gubernur Papua, Lukas Enembe mengatakan kepada media setempat akan bertemu Presiden Jokowi dalam waktu dekat untuk meminta petunjuk terkait PON. Tetap di Oktober 2020, atau ditunda pelaksanaannya.

Lukas berkaca pada Asian Games lalu, dimana waktu pelaksanaan bisa bergeser dari siklus sebelumnya. Pertimbangan untuk menunda setelah evaluasi pelaksanaan pembangunan venue, karena hampir semua venue dibangun dari nol.

Selain itu juga masalah persiapan peralatan pertandingan yang seharusnya disiapkan setahun sebelum pelaksanaan. Untuk peralatan, menurut dia, ternyata semua instrumen yang digunakan dalam Asian Games sudah dihibahkan kepada cabang-cabang olahraga.

Sehingga untuk menggunakan peralatan tersebut, pihaknya harus meminjam terlebih dahulu kepada masing-masing cabang olahraga. Hal itu dinilai tidak memungkinkan. Sedangkan untuk belanja peralatan, pihaknya masih harus mencari anggaran tambahan.    

Wakil Ketua I KONI Pusat Suwarno saat dihubungi "PR", Selasa, 20 Agustus 2019 mengatakan pihaknya belum mengetahui kabar tersebut. Bahkan ia mengaku cukup kaget dengan adanya kabar pengunduran.

Hal ini karena perihal memundurkan waktu pelaksanaan PON tidak sesederhana itu. "Belum ada informasi dari PB PON ke kami. Persiapan saat ini masih jalan semua sesuai rencana, karena hingga hari ini (kemarin -Red.) tidak ada keluhan yang disampaikan PB PON kepada kami," katanya. 

Kalau ada kendala, menurut dia, PB PON harusnya memberitahu pihaknya. Karena SK PB PON disahkan oleh KONI. 

"Kita sudah lakukan bimbingan teknis untuk mereka (Papua -Red.), kita juga sudah melakukan tinjauan ke Timika dan daerah lainnya. Semua sudah jalan. Peralatan pun bisa menggunakan eks Asian Games. Sudah diserahkan ke cabor, jadi silakan PB PON berkoordinasi dengan PB untuk kebutuhan peralatan. Tinggal ambil antar. Kecuali Papua mau beli sendiri," tuturnya. 

Untuk meminta jadwal mundur, ujar Suwarno, tidak sesederhana itu. PON sudah memiliki siklusnya. 

"Kalau mengacunya Asian Games, itu bukan mundur loh. Malah maju itu jadwalnya dari 2019 ke 2018 karena ada pemilu Presiden kan. Apalagi KONI-KONI Daerah sudah merencanakan pelatda untuk PON. Babak kualifikasi cabor-cabor pun sudah jalan. Jadi PON itu bukan soal tuan rumah saja," ujarnya. 

Papua ditetapkan sebagai tuan rumah sejak 6 tahun lalu. Adapun di gelaran PON Jabar, empat tahun lalu, tuan rumah selanjutnya sudah diingatkan. Menurut Suwarno, yang jadi pertanyaan, dengan medio waktu sepanjang itu lalu kenapa Papua belum siap juga.

"Selama rapat-rapat di Kementerian, Gubenur sebagai Ketua PB PON tidak pernah hadir. Selalu diwakili Ketua Harian atau Kadispora. Begitu juga rapat terakhir di Kemenko PMK pekan lalu," tuturnya. 

Bukan karena situasi sosial

Sementara itu Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto langsung melakukan konfirmasi kepada Kadispora Papua Alex Kapisa melalui telepon. Menurut Gatot, dalam percakapan tersebut tidak ada indikasi penundaan PON.

"PON tetap "on the track". Kemunduran pelaksanaan yang mungkin adalah Popnas, yang jadinya akan digelar Oktober. Dasar triggernya bukan situasi sosial. Tapi, dari bulan lalu Papua kami lihat ada kendala memang untuk venue. Sebab rata-rata venue yang akan digunakan di Popnas dipersiapkan untuk PON," ungkapnya. 

Menurut Gatot, memang akan ada audiensi antara Gubernur Papua dan Kadispora dengan Presiden. Waktunya antara Kamis atau Jumat ini. Hanya saja, menurutnya hal tersebut tidak terkait dengan wacana pemunduran jadwal PON. 

"Saya sendiri tetap optimis PON akan digelar sesuai rencana. Soal peralatan, skenarionya, ex-Asian Games dipinjamkan ke cabor dan untuk pengirimannya kami akan meminta bantuan dari TNI-AL," imbuhnya menambahkan.***

Bagikan: