Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 21.2 ° C

Libas Myanmar 5-0, Timnas U-18 Peringkat Ketiga Piala AFF

Wina Setyawatie
PESEPAK bola Timnas U-18 Indonesia berjalan bersama usai bertanding melawan Myanmar pada perebutan peringkat ketiga Piala AFF U-18 di Stadion Thong Nhat Ho Chi Minh, Vietnam, Senin, 19 Agustus 2019. Indonesia berhasil menjadi juara ketiga setelah mengalahkan Myanmar dengan skor 5-0 (5-0).*/ANTARA
PESEPAK bola Timnas U-18 Indonesia berjalan bersama usai bertanding melawan Myanmar pada perebutan peringkat ketiga Piala AFF U-18 di Stadion Thong Nhat Ho Chi Minh, Vietnam, Senin, 19 Agustus 2019. Indonesia berhasil menjadi juara ketiga setelah mengalahkan Myanmar dengan skor 5-0 (5-0).*/ANTARA

HO CHI MINH, (PR). Indonesia akhirnya pulang dengan status sebagai peringkat ketiga Piala AFF U-18 2019. Bertanding di Stadion Thong Nhat, Ho Chi Minh City, Vietnam, Senin, 19 Agustus 2019, Garuda Nusantara sukses mempecundangi Myanmar 5-0.

Dengan hasil ini, Timnas U-18 mengulang pencapaiannya tahun lalu. Saat itu, Timnas meraih posisi ketiga setelah mengalahkan Thailand 2-1.

Secara rekor pertemuan, termasuk laga ini, maka Indonesia dan Myanmar sudah bertemu sebanyak 10 kali. Dari hasil 10 pertemuan itu, kemenangan Tim Garuda di laga ini membuat Indonesia unggul tipis 5 keunggulan. Satu pertemuan berakhir dengan hasil imbang.

Bagi Timnas, laga ini sama pentingnya dengan laga-laga mereka sebelumnya. Karena laga ini ibarat obat pelipur lara setelah kegagalan menuju partai puncak usai kalah tipis 3-4 atas Malaysia kemarin. 

Harapan sang pelatih, Fakhri Husaini, untuk pemainnya bisa tetap memberikan permainan terbaiknya dan meraih kemenangan di laga terakhir ini tercapai sudah. Myanmar dinilai Fakhri tetap memainkan gaya permainan yang sama seperti perjumpaan pertama mereka di Grup A. Hanya saja dilihatnya ada sedikit perubahan strategi.

"Permainan Myanmar tidak jauh berubah. Tetap menekan, dan mereka pun bermain militan dengan organisasi pertahanan yang bagus," katanya.

Keunggulan Indonesia kali ini, menurut dia, adalah semangat untuk tidak pulang dengan tangan kosong. Setelah kegagalan menuju final kemarin, raihan peringkat ketiga ini menjadi target mutlak yang diingin dicapai pemainnya. 

"Kemenangan ini merupakan jawaban dari tim ini. Karena kami memiliki potensi besar untuk masa depan sepak bola Indonesia. Kami bersyukur atas hasil ini. Terima kasih untuk pemain dan ofisial yang sudah memberikan kebanggaan. Keinginan besar mereka untuk bisa memberikan sesuatu penting untuk kami," ujarnya.

Meski bangga, Fakhri tetap melihat perlu ada evaluasi. Evaluasi ini lebih ke taktik. Karena gol kemasukan Timnas di turnamen ini berasal dari set piece. 
"Ini masalah sederhana, tapi serius untuk masa depan tim ini," ungkapnya menambahkan.

Membalaskan dendam

Di laga ini Indonesia bermain seperti membalaskan dendam. Baik Indonesia maupun Myanmar sama-sama membuka permainan dengan permainan menyerang di menit-menit awal.

Myanmar beberapa kali agresif melakukan tekanan ke jantung pertahanan Timnas. Namun, masih bisa diredam.

Sebaliknya, Indonesia pun tidak mau kalah. Perlahan tapi pasti, serangan coba dibangun oleh David Maulana dkk. Sayang belum berbuah hasil, hingga akhirnya melalui serangan balik Indonesia bisa menjebol gawang Myanmar yang dijaga kiper Nay Lin Htet.

Tendangan keras Beckham Putra Nugraha ke dalam gawang Myanmar di menit ke-37 akhirnya merobek pertahan lawan. Indonesia pun unggul 1-0.

Unggul, percaya diri pemain pun meningkat. Tidak butuh waktu lama, semenit kemudian, giliran Supriadi yang menaklukan Nay Lin Htet tepat di depan hidungnya.

Myanmar sempat berusaha memperkecil ketertinggalan. Namun, terlalu derasnya serangan Timnas membuat Myanmar kembali harus bermain bertahan lagi sementara.

Di menit ke-41, lagi-lagi Supriadi memberikan kejutan ke gawang Myanmar. Sontekannya menyambut umpang silang Amiruddin Bagas Kaffa kembali memberikan Indonesia keunggulan 3-0.

Seakan tidak mau kalah dari rekannya, Beckham kembali mencetak gol. Tendangan kerasnya saat memasuki menit ke-45 lagi-lagi gagal diantisipasi kiper lawan.

Gol hattrick Supriadi di masa tiga menit perpanjangan waktu, akhirnya menambah keunggulan Timnas. Gol tersebut mengakhiri paruh waktu pertama. 
Usai turun minum, Myanmar sedikit merubah permainan. Mereka tidak lagi terlalu agresif melakukan serangan dan lebih berkonsentrasi mempertahankan wilayahnya agar tidak kebobolan lagi.

Meski bertahan, tapi sesekali Myanmar coba melakukan tekanan lewat serangan balik. Sempat mengancam, tapi tidak bisa diselesaikan dengan baik. Antisipasi pemain Indonesia untuk menghalau bola lawan sangat baik di babak ini.

Ketatnya pertahanan Myanmar, membuat Indonesia kali ini kesulitan untuk masuk kembali dan mengancam gawang lawan. Hingga akhir pertandingan, tidak ada gol yang bisa tercipta dari kedua tim. Keunggulan pun tetap untuk Indonesia hingga peluit panjang berbunyi.***

Bagikan: