Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Cerah berawan, 27.8 ° C

Komposisi Ganda Cabang Tenis Tim Indonesia Ditentukan dalam Dua Pekan Sebelum SEA Games 2019

Wina Setyawatie
PETENIS Indonesia Anthony Susanto.*/ISTIMEWA
PETENIS Indonesia Anthony Susanto.*/ISTIMEWA

JAKARTA, (PR).- Komposisi untuk nomor ganda pada cabang tenis proyeksi SEA Games 2019 baru akan ditentukan dua pekan jelang pelaksanaan multievent olahraga se-Asia Tenggara tersebut, 30 November hingga 11 Desember 2019 di Filipina. Saat ini 16 atlet yang masuk dalam SK SEA Games masih fokus pada pertandingan yang diikuti oleh mereka sebagai uji coba jelang SEA Games.

Ke-16 pemain tersebut adalah delapan putra dan delapan putri yang terdiri dari Christopher Rungkat, David Susanto, Anthony Susanto, Muhammad Rifqi Fitriadi, Odeda Muhammad Arazza, Ari Fahresi, Muhammad Ali Akbar, Nauvaldo Jati Agatra, Beatrice Gumulya, Aldila Sutjiadi, Jessy Priskila Rompies, Deria Nurhaliza, Priska Madelyn Nugroho, Janice Tjen, Fitriana Sabrina, dan Fitriani Sabatini.

"Jadi saat ini mereka masih fokus pada pertandingan individu yang diikuti masing-masing pemain. Tapi kami tetap pantau terus, menjaga agar peak mereka bisa jatuhnya pas di SEA Games nanti. Bagi beberapa pemain pertandingan yang diikuti saat ini bukan hanya sebagai ajang untuk mencari poin, tapi juga sebagai uji coba jelang SEA Games. Karena di turnamen-turnamen individu terutama yang internasional, ini kesempatan bagus bagi mereka untuk asah kemampuan. Mereka mendapatkan pertandingan dan lawan yang bagus," kata Pelatih Tenis Indonesia Febi Widhiyanto saat dihubungi Senin, 12 Agustus 2019.

Dari sisa pertandingan yang diikuti mereka, jelang SEA Games ini, Febi mengaku pihaknya masih melakukan pemantauan terus. Bagaimana sejauh ini performa para atlet Pelatnas di turnamen yang mereka ikuti.  "Jadi yang ingin kami lihat di turnamen-turnamen yang mereka ikuti saat ini adalah performanya. Karena saat ini kan semua dalam masa persiapan. Jadi tujuan ikut turnamen bukan menang. Ini lebih sebagai sasaran antara sebelum SEA Games," tuturnya. 

Turnamen-turnamen yang mereka ikuti ini akan jadi ajang evaluasi. Khususnya untuk 12 pemain muda. Untuk delapan pemain senior putra dan putri sudah dipastikan masuk dalam skuad inti. "Jadi turnamen yang mereka ikuti ini akan jadi evaluasi sebelum nanti kami memilih 4 pemain putra dan 4 pemain putri yang akan masuk dalam skuad inti. Di sisa waktu ini, kami terus menyiapkan mereka lebih ke nomor-nomor spesialisasinya. Terutama di ganda, kami terus melakukan perubahan pasangan guna mencari komposisi terbaik untuk SEA Games nanti. Misalnya di pekan pertama Internasional Combiphar Tennis Open 2019 kemarin, kami pasangkan Rifki dengan Anthony. Lalu di pekan kedua, Anthony dengan kakaknya, David," kata Febi. 

Penentuan untuk komposisi ganda, baik putra maupun putri dan campuran, menurutnya baru akan dilakukan 1-2 pekan jelang SEA Games. Di dua pekan terakhir tersebut, pihaknya akan mematangkan komposisi untuk ganda di tiga nomor tersebut. "Misalnya Christo. Kita lihat kan dia masih double terus di turnamen luar negeri. Tapi nanti di SEA Games, Christo yang kami siapkan untuk turun di single dan ganda akan dilihat dulu cocoknya berpasangan dengan siapa. Kalau lihat Asian Games kemarin, dia cocok dengan Aldila, tapi kita akan lihat lagi nanti. Kurang dari sebulan atau biasanya hitungan 1-2 minggu dimantepin lagi komposisinya. Begitu juga dengan pemain lainnya," ungkapnya. 

Jam terbang

Direktur Teknik PP Pelti, Frank van Fraaiyenhoven mengatakan jika hampir seluruh petenis Indonesia, bahkan pemain senior seperti Anthony Susanto pun tidak memiliki jam terbang yang cukup untuk mengalami pertarungan ketat di level internasional. Hal itu terlihat dari dua seri Internasional Combiphar Tennis Open 2019 yang digelar di Lapangan Tenis Hotel Sultan, Jakarta. 

Di pekan pertama kemarin, tiga petenis Indonesia yang turun di nomor ganda terhenti usai kalah dari lawan pada babak perempat final. M Rifqi -Anthony harus mengakui kehebatan unggulan dua asal India SD Prajwal Dev-Niki Kaliyanda Poonacha dengan skor 5-7 1-6, lalu David Agung yang berduet dengan Jonathan Gray (Inggris Raya) menyerah 3-6 5-7 dari unggulan tiga Luca Castelnuovo (Swiss)-Rhett Purcell (Selandia Baru).

Di pekan kedua ini, perjuangan mereka makin berat. Tuan rumah sudah harus kehilangan seluruh petenis penerima wild card di babak pertama kualifikasi kejuaraan berhadiah total 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 210 juta ini. M. Ali Akbar Ramadhani, Arief Rahman dan M. Althaf Dhaifullah harus mengakui keunggulan peserta asal mancanegara. 

Begitu juga dengan Anthony yang sebenarnya memiliki peluang untuk memenangi babak perdana turnamen berlabel ITF World Tennis Tour ini. Sayang, lima kesempatan match point pun gagal dituntaskannya dan dirinya harus mengakui keunggulan Aaron Addison (Autralia) dalam laga super tie break 7-6(5), 6-7(5), [8-10].

Pada babak utama tunggal, Indonesia tinggal diwakili oleh Justin Barki, Ari Fahresi dan anggota Pelatnas SEA Games 2019, M. Rifqi Fitriadi yang
seluruhnya memanfaatkan fasilitas wild card untuk berlaga di babak utama.***

Bagikan: