Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Cerah, 28.3 ° C

Tatap Porda 2022, KONI Kota Bandung Prioritaskan Ikat Atlet Potensial

Arif Budi Kristanto
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Memiliki sumber daya mumpuni pada berbagai aspek, Kota Bandung gagal menjadi juara umum dua edisi Pekan Olahraga Daerah (Porda) XII/2014 dan XIII/2018. Demi mengembalikan supremasi juara umum pada Porda XIV 2022, KONI Kota Bandung memprioritaskan sejumlah program, salah satunya adalah merawat atlet berbagai cabang olah raga yang diproyeksikan meraih medali emas Porda.

"Untuk 2022, salah satu program prioritas kita adalah maintenance, merawat atlet-atlet potensial emas. Atlet hebat calon peraih medali pokoknya jangan sampai ke luar (pindah daerah) dari Kota Bandung," kata Ketua KONI Kota Bandung Nuryadi pada jumpa pers di Ruang Humas KONI Kota Bandung, Jalan Jakarta, Jumat, 9 Agustus 2019.

Nur yang didampingi Wakil Ketua I Bidang Pembinaan Prestasi Agus Djumaedi dan Wakil Ketua Ii Bidang organisasi Laga Sudarmadi menegaskan, pihaknya sudah mengikat para atlet potensial peraih medali emas Porda sejak Mei 2019 dengan pemberian penghargaan hingga asuransi jiwa.

Menurut Nuryadi, saat ini terdapat sedikitnya 285 atlet Kota Bandung yang diproyeksikan masuk tim pelatda 39 cabang olah raga untuk menghadapi babak kualifikasi PON XX/2020. Mereka sudah menjalani 43 event baik skala daerah, nasional, bahkan internasional. Selain itu, ada pula sedikitnya 215 atlet potensial untuk melapisi para atlet utama.

"Total kalau dengan atlet proyeksi Porda bisa mencapai 1200an atlet. Yang punya prestasi, jadi lapis pertama, apalagi yang secara potensi maupun umur masuk," ujar Nuryadi.

Dia mengatakan, hasil pembinaan prestasi atlet Kota Bandung sudah terbukti dengan senantiasa berkontribusi pada prestasi lokal maupun internasional. Oleh karena itu, Nuryadi menilai aneh jika sampai Kota Bandung gagal pada ajang level Porda.

"Program kita untuk nasional bahkan internasional,  ikut membiayai atau memberikan subsidi sehingga bisa juara nasional dan internasional, masa level Jabar (Porda) kalah," ujarnya. 

Namun dia tidak memungkiri, pencapaian Porda bukan melulu tergantung pada pembinaan. Menurut Nuryadi, sistem dalam Porda juga harus dibenahi.

"Ada terjadi, cabor tertentu sekian nomor, tapi praktiknya ditambah nomor-nomor junior. Aja juga yang atletnya disuruh mengalah oleh Pengda induk cabor. Harusnya saat ini nomor pertandingan sudah diketok. Jadi dalam dua edisi terakhir Bandung yang secara SDM kuat, tapi kenapa sampai gagal juara umum lagi, ada masalah mungkin karena faktor-faktor lain," ujar Nuryadi.

Dia mengatakan, sejak mulai bekerja 1 Juni 2019, KONI Kota Bandung pimpinannya sudah merumuskan dan menjalankan lima program ke depan untuk menunjang peningkatan prestasi cabor. Program prioritas kepemimpinan Ketua KONI Kota Bandung tersebut, kata Nuryadi, di antaranya adalah pemberian penghargaan kepada klub atau atlet berprestasi level nasional maupun internasional.

KETUA KONI Kota Bandung Nuryadi pada jumpa pers di Ruang Humas KONI Kota Bandung, Jalan Jakarta, Jumat, 9 Agustus 2019.*/ARIF BUDI KRISTANTO/PR

Peningkatan kualitas SDM, terutama atlet melalui partisipasi pada kejuaraan level klub, pengurus cabang, skala Jabar, hingga nasional.

"Paling jadi sorotan juga adalah peningkatan kesejahtraan atlet, terutama menjelang pensiun. Apakah dengan program magan/n pemberian pekerjaan di BUMD, itu harus kami koordinasikan dengan pemerintah daerah," kata Nuryadi. 

Dia mengatakan, rapat koordinasi dan evaluasi selalu dilakukan di internal. Selain itu koordinasi maupun audiensi dengan pihak eksternal seperti DPRD Kota Bandung hingga Pemkot Bandung juga dilakukan. 

"Kita juga koordinasi dengan klub-klub agar kegiatan pembinaan bisa menggeliat. Intinya belajar dari sebelumnya, harus ditingkatkan pada semua aspek. Semua bermuara untuk mencapai tujuan peningkatan prestasi atlet Kota Bandung, menjadi juara berbagai ajang, termasuk Porda Jabar," kata Nuryadi. 

Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Organisasi Laga Sudarmadi menambahkan, KONI Kota Bandung menaungi 51 induk cabang olah raga dan 5 badan fungsional. Pendistribusian dana bantuan untuk induk cabor maupun badan fungsional sudah dilakukan. 

"Alhamdulilah semua cabor berjalan seperti yg diinginkan setiap bidang. Ini semua untuk persiapan Porda kedepan. Kita push setiap cabor. Memang belum rata atlet kualitasnya, tapi kami mendorong satu tahun kedepan kita lebih baik lagi," ujar Laga.

Dia menambahkan, KONI Kota Bandung juga sudah berkomunikasi dengan universitas di Kota Bandung untuk bekerja sama dalam pemberian beasiswa atlet berpretsasi. 

"KONI Jabar sudah melakukannya, menyekolahkan atlet berprestasi melalui kerja sama beasiswa dengan universitas. Itu juga mulai kami lakukan," kata Laga.***

Bagikan: