Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 27.1 ° C

Selama HWC 2019, Timnas Indonesia Sebarkan Nilai Persaudaraan

Miradin Syahbana Rizky
PARA Pemain dan Ofisial Timnas Indonesia Homeless World Cup (HWC) 2019 berfoto bersama seusai menggelar jumpa pers di Hotel Holiday Inn, Kota Bandung, Kamis, 8 Agustus 2019.*/DOK. RUMAH CEMARA
PARA Pemain dan Ofisial Timnas Indonesia Homeless World Cup (HWC) 2019 berfoto bersama seusai menggelar jumpa pers di Hotel Holiday Inn, Kota Bandung, Kamis, 8 Agustus 2019.*/DOK. RUMAH CEMARA

BANDUNG, (PR).- Timnas Indonesia telah selesai mengikuti turnamen sepak bola jalanan Homeless World Cup (HWC) 2019 di Cardiff City, Inggris yang berlangsung pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2019 lalu. Dalam kejuaraan dunia street soccer itu, timnas Indonesia meraih posisi ke-20 dari 44 negara peserta. 

Meski berada di peringkat ke-20, timnas Indonesia tetap memiliki citra tersendiri sebagai tim yang selalu dinantikan penampilannya oleh pemain negara lain, ofisial pertandingan, hingga panitia HWC sendiri. Seperti diungkapkan Aditia Taslim, Direktur Rumah Cemara, sejak keikutsertaannya pada 2011, timnas Indonesia untuk HWC berhasil menanamkan citra sebagai tim dengan karakter menarik. 

“Kita dikenal sebagai tim yang rendah hati dan menyenangkan. Para pemain kita dengan mudah menjalin pertemanan dan persaudaraan dengan pemain lain. Kepercayaan diri dan karakter mereka kuat,” ucapnya saat menggelar jumpa pers di Hotel Holiday Inn, Kota Bandung, Kamis, 8 Agustus 2019 malam.

Adit menjelaskan, pihaknya selaku mitra nasional HWC memang menerapkan strategi yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Menurut dia, Rumah Cemara tahun ini lebih fokus memilih pemain yang berasal dari kalangan atau komunitas yang sesuai dengan area kerjanya, yaitu orang dengan HIV-AIDS dan konsumen narkoba. Komunitas ini diberikan sebuah ruang dan kesempatan melakukan sebuah perubahan sekecil apapun dalam hidupnya. 

“Ini sesuai dengan filosofi dan nilai-nilai yang diusung oleh perhelatan besar seperti Homeless World Cup, sehingga bagi kami proses itu jadi lebih penting ketimbang hasil,” katanya. 

Hal senada dikatakan Manajer Timnas Indonesia untuk HWC 2019, Gina Afriani Wulan Pratami. Gina mengatakan kepentingan terbesar perhelatan seperti HWC adalah memberi kesempatan pada kelompok marginal untuk bersuara. “Rumah Cemara menyediakan ruang itu dengan harapan stigma atau cap buruk pada orang dengan HIV-AIDS dan konsumen NAPZA dapat dihilangkan. Ini sesuai dengan kampanye ‘Indonesia tanpa Stigma'," katanya. 

Bagi Rumah Cemara, HWC membawa misi khusus sebagai media kampanye “Indonesia tanpa Stigma”, khususnya bagi orang dengan HIV-AIDS dan konsumen narkoba. Melalui keikutsertaannya dalam HWC, setiap anggota timnas diharapkan memberi pengaruh dan menjadi agen perubahan dalam upaya mengikis stigma dan diskriminasi yang kerap dialami pengidap HIV maupun konsumen narkoba. 

Seperti diketahui, ajang HWC 2019 di Cardiff City adalah partisipasi Rumah Cemara yang ke-9 kalinya sepanjang kejuaraan dunia street soccer itu digelar. Rumah Cemara mengirimkan 8 pemain dan 4 ofisial untuk kejuaraan dunia sepak bola jalanan bagi tuna wisma dan kelompok masyarakat terpinggirkan itu. Mereka sebelumnya telah lolos seleksi yang dilakukan pada 19 April hingga 8 Mei 2019. 

Kriteria pemain yang mengikuti seleksi tahun ini adalah orang dengan HIV-AIDS, konsumen narkoba, tuna wisma, maupun kelompok yang rentan terdampak HIV-AIDS seperti LGBT. Kedelapan pemain Timnas Indonesia untuk HWC 2019 Cardiff City adalah Iifan Auchep, Dea Achmad Restuna, Hendra Firmansyah, Nurdin Supriyadi, M. Ramdan Danial Ginani, Yudhistira Adireksa, Riksfian Hakim Al-Qodar, dan Isye Susilawati. 

Mereka akan didampingi oleh ofisial Albert Rudiana (pelatih), Bogiem Sofyan (asisten pelatih), dan Gina Afriani Wulan Pratami (manajer tim), dan Eric Arfianto (media officer).*** 

 

Bagikan: