Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Cerah, 28.3 ° C

Dua Pecatur Muda Jabar Raih Medali Perak Eastern Asian Youth Chess Championship 2019

Wina Setyawatie
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

BANGKOK, (PR).- Dua pecatur muda asal Jawa Barat yang mengikuti 4th Eastern Asian Youth Chess Championship 2019 di Bangkok, Thailand harus puas dengan pencapaian medali perak. Mereka yakni Handaru Juan Izz Linardhi di Kelompok Usia 12 tahun putra (U-12) dan Aura Cahyati Alfian Kelompok Usia 10 tahun putri (G10).

Handaru merebut dua perak di nomor catur klasik dan catur kilat. Sementara Aura di catur kilat.

Di catur klasik, Aura menempati posisi keempat setelah pecatur Thailand Mekarapiruk Nathasha, Urangoo Gurvanbaatar dari Mongolia, dan Prushotman Vissnurpriya dari Malaysia. Nilai rating Aura selisih 14 poin dengan Proshotman yang memperoleh perunggu di nomor tersebut.

Di catur kilat, Handaru masih harus mengakui keunggulan pecatur Myanmar Sai Han Thiha yang memperoleh medali emas setelah mencatatkan rating tertinggi 1789. Terpaut 64 poin dengan Handaru. Tempat ketiga diambil pecatur Malaysia Lin Feng Wei Ferris yang memperoleh rating 1641.

PECATUR muda Jawa Barat  Aura Cahyati Alfian yang turun Kelompok Usia 10 tahun putri (G10) memperoleh medali perunggu di Kejuaraan 4th Eastern Asian Youth Chess Championship 2019 di Bangkok, Thailand, akhir pekan lalu.*/DOK PERCASI

Bukan hanya di catur kilat, di catur klasik pun Sai Han masih menjadi momok untuk Handaru. Rivalnya tersebut kembali merebut emas keduanya setelah menaklukan lagi Handari di klasik. Sai mencatatkan poin 1789 terpaut 64 poin dengan Handari. Tempat ketiga ada pecatur Singapura Chia Yu Zhe Ashton dengan pencapaian ratung 1676.

Selain Handaru dan Aura, ada 9 pecatur muda lainnya di kontingen Indonesia yang ambil bagian. Total, Indonesia membawa pulang 3 emas, 3 perak, dan 2 perunggu di kejuaraan tahunan tersebut. Pencapaian itu lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya, dimana Indonesia menyabet 7 medali emas.

Adapun tiga emas Indonesia, menurut Pimpinan Kontingen Indonesia Agus Mulyono seperti yang dikutip dari rilis PB Percasi, diperoleh dari Cecilia Natailie Luvian (G-14), Arjuna Satria Pamungkas (U-10) dan FM Daniel Lumban Tobing (U-16). Tahun lalu Daniel bahkan mempersembahkan dua emas. 

PECATUR muda Jawa Barat, Handaru Juan Izz Linardhi yang bermain di Kelompok Usia 12 tahun putra (U-12) membawa pulang dua medali perak di nomor catur klasik dan catur kilat pada 4th Eastern Asian Youth Chess Championship 2019 di Bangkok, Thailand, akhir pekan lalu.*/DOK PERCASI

"Pertandingan panjang selama 3 jam dengan 9 babak cukup menguras energi pemain Indonesia. Apalagi ada kejutan dari beberapa negara yang menjadi tantangan tersendiri, seperti dari Mongolia dan Thailand. Terutama di nomor catur kilat ini," katanya. 

Selain Handari dan Aura, menurut Agus, beberapa nama lain seperti Nayaka Budhidarma (U-14), WFM Christine Elisabeth (G-18), dan As Syahsyah Syakish Thirouf yang merupakan peserta termuda dari Indonesia di nomor U-8 juga turut menyumbangkan medali perak dan perunggu. Perak untuk Nayaka, dan sisanya untuk Christine dan As Syahsyah. 

"Hasil ini cukup memuaskan. Apalagi tiap nomor digelar secara marathon. Misalnya catur kilat dilaksanakan setelah tanding ronde kedua catur klasik. Semua tim Indonesia mengikuti dua pertandingan tersebut secara berurutan. Jadi sudah cukup bagus," ujarnya.***

Bagikan: