Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Cerah, 28.3 ° C

Statuta Baru Hasil Kongres Luar Biasa, Mantan Napi Tidak Boleh Ikut Urus PSSI

Wina Setyawatie
PLT Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto (kiri), didampingi Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, memberikan keterangan usai kongres luar biasa (KLB) PSSI di Jakarta, Sabtu, 27 Juli 2019. KLB itu membahas amandemen statuta PSSI serta penetapan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP).*/ANTARA FOTO
PLT Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto (kiri), didampingi Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, memberikan keterangan usai kongres luar biasa (KLB) PSSI di Jakarta, Sabtu, 27 Juli 2019. KLB itu membahas amandemen statuta PSSI serta penetapan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP).*/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Statuta PSSI yang telah direvisi dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Marcure Ancol, Jakarta, Sabtu, 27 Juli 2019, memastikan bahwa tidak boleh lagi ada calon pengurus PSSI, termasuk Komite Eksekutif (Exco) PSSI, yang terlibat kasus pidana. Ketentuan itu sudah masuk dalam "Bodies of PSSI".

Hal itu diungkapkan Plt Ketua Umum PSSI, Iwan Budiarto, kepada wartawan usai penyelenggaraan KLB. Ia menyatakan itu untuk menanggapi isu adanya penghapusan pasal yang mengatur bahwa Exco tidak boleh terlibat kasus hukum dalam revisi Statuta PSSI. 

"Ini yang perlu saya luruskan, karena ini sudah menjadi isu luar biasa. Kalau di masa lalu, dalam statuta FIFA berbunyi hanya calon Ketua Umum, Waketum, dan exco yang tidak boleh terlibat pidana. Maka, kata-kata itu sekarang di-take out tidak ada dalam persyaratan di pencalonan exco. Tetapi, kata-kata itu sekarang dimasukan dalam tubuh PSSI. Dalam artian bahwa, kini bukan hanya calon exco yang tidak boleh terlibat pidana, tapi ke depannya seluruh pengurus PSSI pun semua tidak boleh terlibat dalam masalah hukum," katanya menegaskan.

PSSI.*/DOK. PR

Iwan mngatakan, jika ada yang menyampaikan hal berbeda di publik, maka hal itu hanya akal-akalan mereka. Menurutnya, peraturan itu justru jauh lebih ketat. 

"Sekarang justru lebih mengikat, karena kita mau lebih baik di masa akan datang. Jadi tidak ada akal-akalan. Satu lagi, masa jabatan exco terpilih kini maksimal hanya tiga tahun. Itu tidak ada di tahun-tahun sebelumnya," tuturnya. 

Dia pun menyatakan kembali dengan tegas bahwa mantan narapidana pun tidak akan bisa lagi duduk dalam bangku pengurusan PSSI. Hal tersebut, menurut Iwan, sudah sesuai dengan mekanisme arahan FIFA. 

"Ya, mestinya begitu, karena FIFA maunya seperti itu. Kita tidak bisa memilih, misalnya, pelecehan seksual yang hukumannya bisa hanya 5-6 bulan, tapi itu kan tidak layak juga jadi pengurus PSSI. Aturannya memang tidak boleh mantan napi, dan itu kalau untuk exco sudah berlaku dari yang lalu-lalu. Saya pastikan, Statuta PSSI berlaku sejak kongres hari ini disahkan peserta," ucapnya menambahkan.***

Bagikan: