Pikiran Rakyat
USD Jual 14.027,00 Beli 14.125,00 | Sebagian cerah, 30.5 ° C

Bandung United Bertekad Putus Hasil Negatif

Irfan Subhan
PELATIH Bandung United Liestiadi sedang memberikan penjelasan pada konfrensi pers jelang pertandingan, di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Sabtu, 27 Juli 2019.*/IRFAN SUBHAN/PR
PELATIH Bandung United Liestiadi sedang memberikan penjelasan pada konfrensi pers jelang pertandingan, di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Sabtu, 27 Juli 2019.*/IRFAN SUBHAN/PR

BANDUNG, (PR).- Tiga kekalahan beruntun yang diraih oleh Bandung United pada tur Sumatera, membuat tim tersebut bertekad untuk bangkit saat menghadapi Cilegon United, pada pekan ke-8 Liga 2 yang akan berlangsung di Stadion Siliwangi, Jalan Lombok, Minggu, 28 Juli 2019.

Sebelumnya Tantan dan kawan-kawan gagal membawa pulang poin saat menghadapi Babel United, PSMS Medan, dan Persiraja Banda Aceh. Hal tersebut membuat posisi Bandung United di peringkat klasemen sementara belum beranjak dari posisi ke-9 wilayah barat dengan nilai  4 hasil dari 1 kali menang, 1 kali imbang, dan 4 kali kalah.

Pelatih Bandung United Liestiadi mengatakan, secara umum pemain sudah siap untuk bertanding. Sebagai tuan rumah dan baru mendapat empat poin serta masih di papan bawah, Bandung united bertekad untuk kembali meraih kemenangan.

“Secara keseluruhan kekuatan kita tidak 100 persen, ada beberapa pemain inti yang cedera karena tur yang keras di Sumatera kemarin, bahkan ada pemain cedera berat. Namun, setelah recovery kekuatan kita untuk pertandingan besok sudah 89 persen,” tutur Liestiadi, saat konfrensi pers di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Sabtu, 27 Juli 2019.

Dia menambahkan, meski lawan yang dihadapi berada di peringkat tiga besar tetapi Bandung United akan berjuang maksimal demi meraih poin penuh dan memperbaiki peringkatnya di klasemen sementara Liga 2.

Liestiadi mengatakan, beberapa pemainnya yaitu Fani Aulia, Tantan, dan Fafa Muhamad Zuhud dalam kondisi tidak fit. Bahkan Fani mengalami cedera berat saat bertanding di tur Sumatera lalu.

“Tantan kondisinya tidak terlau fit tapi bisa (diturunkan) degan kekuatannya sekitar 80 persen, begitu juga Fafa sempat mengalami cedera dan pendarahan di hidung saat melawan PSMS Medan. Tetapi setalah pemulihan sudah bsia bermain walaupun belum penuh sepenuhnya pulih, kita akan tetap berjuang maksimal,” katanya.

Usai melakoni tur Sumatera, Liestiadi telah melakukan evaluasi. Meski secara hasil mengecewakan karena harus pulang dengan tangan hampa, tapi secara permainan dan kemajuan tim terutama persaingan di tim inti dan cadangan sangat kompetitif.

“Walaupun terakhir saat lawan Persiraja kita mainkan empat pemain cadangan, tetapi mereka bisa menunjukan jika layak untuk dimainkan, Persaingan tim inti dan cadangan terpaut tipis, sehingga siapa yang diturunkan itulah winning team terbaik,” ujarnya.

Sementara itu pelatih Cilegon United Bambang Nurdiansyah mengatakan, timnya memang disiapkan untuk menghadapi Liga 2, sehingga siapapun lawan yang dihadapi semuanya harus diwaspadai termasuk Bandung United.

“Persiapana sama saja seperti pertandingan sebelumnya, karena ini kompetisi jadi tidak hanya persiapan untuk menghadapi Bandung United saja tetapi juga untuk pertandingan-pertandingan kedepan,”ucapnya.

Bambang mengatakan, kemenangan dari PSGC Ciamis di pertandingan sebelumnya tentu menambah motivasi semua pemain. Namun, di setiap pertandingan tidak sama karena bagi Cilegon United setiap pertandingan itu adalah final dan berjuang untuk mendapatkan poin.

“Kalau melihat peta kekuatan di wilayah barat hampir sama. Memang ada beberapa tim yang persiapannya lebih panjang, kami baru persiapan dua minggu sama dengan Bandung United. Berbeda dengan Persita Tangerang dan Persiraja Banda Aceh yang telah mempersiapkan tim sejak lama,”ungkapnya.***

Bagikan: