Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 27.2 ° C

Dua Sukses Besar Indonesia di Asian School Games 2019

Wina Setyawatie
KONTINGEN Indonesia mencatatkan dua sukses di ajang ASEAN School Games (ASG) 2019. Selain menjadi juara umum, juga perolehan medali terbanyak sejak 2009.*/WINA SETYAWATIE/PR
KONTINGEN Indonesia mencatatkan dua sukses di ajang ASEAN School Games (ASG) 2019. Selain menjadi juara umum, juga perolehan medali terbanyak sejak 2009.*/WINA SETYAWATIE/PR

SEMARANG, (PR).- Indonesia mencatatkan dua sukses di ajang ASEAN School Games (ASG) 2019. Bukan hanya berhasil menjadi juara umum, namun juga berhasil mencatatkan pencapaian medali terbanyak sejak keikutsertaannya di multievent olahraga pelajar se-Asia Tenggara 2009 lalu. 

Ini merupakan kali kedua Indonesia sukses menjadi juara umum, setelah sebelumnya di ASG 2015 lalu di Brunei. Ketika itu, Indonesia bahkan hanya menghasilkan total 59 medali.

Kali ini, ada peningkatan signifikan dari pencapaian sebelumnya di Brunei, yakni total 102 medali. Rinciannya, 43 emas, 34 perak, dan 25 perunggu. 

Komandan Kontingen Indonesia, Yayan Rubaeni dalam jumpa pers di Hotel Patra Jasa, Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 23 Juli 2019 menyatakan rasa syukurnya. Bagi Indonesia, pencapaian ini ujarnya merupakan sejarah. Karena di ASG kali ini, Indonesia sukses memperbaiki pencapaiannya. 

"Dua tahun lalu kita menempati posisi runner-up, kali ini Alhamdulillah berhasil merebut juara umum. Ini sukses kali kedua, karena dari ASG 2009 digelar hingga saat ini, edisi 2019 ini merupakan pencapaian terbesar. Saya tentu mengapresiasi besar atas perjuangan para teman-teman cabor dalam melakukan pembinaan. Apalagi dalam kontingen kali ini ada 4 atlet termuda berusia 14 tahun yang ambil bagian. Hasil ini melebihi target yang diharapkan," ujarnya. 

Melampaui target

Beberapa target yang menurutnya melebihi pencapaian antara lain renang. Dari target 12 medali emas, ternyata justru mampu memperoleh 13 medali emas.

Kemudian atletik, yang awalnya hanya 8 medali emas, melesat menjadi 11 medali emas pencapaiannya. Bahkan atletik sukses memecahkan 9 Rekor Nasional Junior. 

Bulutangkis yang awalnya hanya dua medali emas saja targetnya, kali ini membuat sejarah baru dengan menyapu bersih seluruh nomor. Total ada 7 emas yang diperoleh, 5 dari nomor individu tunggal putra putri, ganda putra putri, dan ganda campuran. Serta dua emas dari nomor beregu, dimana Indonesia sukses kawinkan gelar. 

"Silat dari 10 nomor yang dipertandingkan, kita berhasil jadi juara umum dengan meraup emas di 7 nomor. Kemudian tenis pencapaiannya meningkat dari hanya 2 emas hingga kini mendapatkan 4 emas. Bahkan kejutan datang dari sepak takraw. Dari 11 kali pelaksanaan ASEAN School Games, baru kali ini kita bisa berhasil mendapatkan medali emas. Sebelum-sebelumnya, Indonesia selalu saja kalah dari Thailand dan Vietnam. Basket juga begitu, jika biasanya selalu hanya mendapatkan perunggu, kali ini bahkan basket putra yang tidak diunggulkan medali justru mampu mempersembahkan medali perak," tuturnya. 

Ke depan, tutur Yayan, pihaknya mengaku akan melakukan pendampingan di sentra-sentra mereka berlatih, sekaligus memfasilitasi mereka untuk lebih banyak mendapatkan jam terbang melalui kompetisi. Karena atlet-atlet muda tersebut merupakan aset bangsa. 

"Saya yakin dalam 3-4 tahun ke depan, mereka akan jadi tulang punggung prestasi Indonesia. Setelah ini, mereka akan kembali ke sekolahnya masing-masing, ada yang dari Sekolah Olahraga (SKO) dari PPOP, PPLPD, dan semua. Lalu kami akan melakukan pendampingan meski akan kembali ke sekolah masing-masing. Setelahnya mereka akan terus dibina untuk mengikuti single-single event yang levelnya Asia," katanya. 


Sesuai dengan amanat Menpora Imam Nahrawi, pada saat upacara 17 Agustus, atlet dijanjikan akan diberikan bonus meski tidak berbentuk uang. 

"Sesuai statuta ASG, untuk atlet muda apresiasinya tidak boleh uang. Namun, kami akan memberikan dalam bentuk beasiswa. Berapa jumlahnya sedang dihitung oleh tim pantura. Nantinya, besaran beasiswa akan diumumkan dan diserahkan pada pelaksaan Haornas (Hari Olahh Raga Nasional).***

Bagikan: