Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

Tim Bulutangkis Indonesia Perbaiki Peringkat di Kejuaraan Asia Junior 2019

Wina Setyawatie
PASANGAN Leo Rolly Carnando-Daniel Marthin mempersembahkan poin pertama untuk Indonesia di partai final beregu Kejuaraan Asia Junior 2019 di Suzhou Olympic Sports Center, Tiongkok, Selasa, 23 Juli 2019. Mereka menang 21-11, 21-14 atas wakil Thailand, Thanawin Madee-Patchapol Makkasasithorn. Namun, tim Indonesia harus puas mendapatkan medali perak.*/DOK PBSI
PASANGAN Leo Rolly Carnando-Daniel Marthin mempersembahkan poin pertama untuk Indonesia di partai final beregu Kejuaraan Asia Junior 2019 di Suzhou Olympic Sports Center, Tiongkok, Selasa, 23 Juli 2019. Mereka menang 21-11, 21-14 atas wakil Thailand, Thanawin Madee-Patchapol Makkasasithorn. Namun, tim Indonesia harus puas mendapatkan medali perak.*/DOK PBSI

SUZHOU, (PR).- Tim junior Indonesia gagal menjadi yang terbaik di level Asia. Leo Rolly Carnando dkk. harus puas menduduki podium kedua kategori beregu Asia Junior Championships 2019, setelah di partai final dipaksa tunduk oleh Thailand 2-3 pada pertandingan yang berlangsung di Suzhou Olympic Sports Center, Tiongkok, Selasa, 23 Juli 2019.

Meski gagal mendapatkan emas, pencapaian ini setidaknya sudah memperbaiki prestasi 2018. Saat itu, tim Garuda malah hanya finis dengan medali perunggu meski bertanding di negara sendiri. Tahun 2018, tim Garuda tersisihkan oleh Tiongkok dan Jepang yang memperoleh medali emas dan perak. 

Tahun 2019, dua negara besar Asia yang merupakan juara bertahan tersingkir di babak sebelumnya. China kali ini membawa pulang medali perunggu bersama Korea Selatan, sedangkan Jepang bahkan tersingkir sejak babak pertama atas Thailand. Bisa dikatakan, kekuatan untuk junior kini bergeser ke Asia Tenggara. 

Pada pertandingan final itu, Indonesia sebenarnya berpeluang besar untuk menjadi juara setelah unggul lebih dulu 2-0 atas Thailand. Dua poin pertama disumbangkan oleh Leo Rolly Carnando-Daniel Marthin di ganda putra dan Putri Kusuma Wardani di tunggal putri.

Leo-Daniel menang 21-11, 21-14 atas Thanawin Madee-Patchapol Makkasasithorn. Sedangkan, Putri menyingkirkan Phittayaporn Chaiwan lewat permainan ketat tiga gim yang berakhir dengan skor 18-21, 21-12, 21-11. 

PUTRI Kusuma Wardani menjadi salah satu penyumbang poin untuk Indonesia di final beregu Kejuaraan Asia Junior 2019 melawan Thailand. Bertanding di Suzhou Olympic Sports Center, Tiongkok, Selasa, 23 Juli 2019, Putri taklukan Phittayaporn Chaiwan lewat permainan ketat tiga gim 18-21, 21-12, 21-11.*/DOK PBSI

Sayang, di tiga partai berikutnya, Indonesia gagal petik satu kemenangan pun. Thailand mampu menyamai poin Indonesia setelah pemain tungga putra Bobby Setiabudi menyerah di tangan juara dunia junior dua kali, Kunlavut Vitidsarn, dengan skor 16-21, 21-15, 18-21.

Di ganda putri, Nita Violina Marwah-Putri Syaikah dibuat tak berdaya oleh pasangan Thailand, Benyapa Aimsaard-Peeraya Khantaruangsakul. Permainan tiga gim berakhir dengan skor 16-21, 21-16, 8-21. 

Di partai penentuan, Leo yang turun kembali dengan Indah Cahya Sari Jamil gagal menyumbangkan kemenangan. Padahal, dia diharapkan bisa memberikan poin penentu. Leo-Indah tak bisa mengatasi perlawanan Kunlavut Vitidsarn-Phittayaporn Chaiwan dan kalah dua gim langsung 12-21, 16-21.

Indonesia masih punya kesempatan berprestasi di nomor perorangan

*/DOK. PR

Baik Indah maupun Leo mengaku cukup kecewa dengan hasil tersebut. Namun, mereka mengakui jika kemarin lawannya bermain lebih cerdik dan bisa saling menutup lubang di permainan.

"Mereka lebih bisa saling menutupi kekurangan di lapangan. Mainnya sebenarnya tidak ngatur bola, tapi polanya bukan pola ganda campuran banget. Itu mungkin yang justru bikin saya dan Leo malah berantakan. Terus rada sering ‘mati’ sendiri dan kurang fokus," kata Indah.

Ditambahkan Leo, lawan sebenarnya dinilainya tidak terlalu sulit. Hanya saja, memang karena sudah sering mati langkah, maka dirinya dan Indah sering melakukan kesalahan. 

Indonesia masih punya peluang untuk meraup medali emas di nomor perorangan yang akan dimulai Rabu, 24 Juli 2019. Indonesia menumpukan harapan di sektor ganda putra dan ganda campuran. 

Tahun lalu, dari sektor ini, Indonesia membawa pulang satu emas dan tiga perunggu. Emas datang dari ganda putri lewat Febriana Dwipuji Kusuma-Ribka Sugiarto. Sedangkan, tiga perunggu disumbangkan nomor ganda putri, ganda putra, dan tunggal putra.***

Bagikan: