Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Cerah, 28.3 ° C

Rumah Cemara Kembali Berjuang di Homeless World Cup 2019

Arif Budi Kristanto
TIMNAS Indonesia untuk Homeless World Cup (HWC) mengikuti prosesi pelepasan, di Bandung, Jawa Barat, Senin, 22 Juli 2019. Timnas Indonesia akan mengikuti kompetisi kejuaraan dunia Sepak Bola jalanan (HWC) di Cardiff City, Inggris, pada 27 Juli - 3 Agustus 2019, melawan 64 tim dari 50 negara.*/ANTARA
TIMNAS Indonesia untuk Homeless World Cup (HWC) mengikuti prosesi pelepasan, di Bandung, Jawa Barat, Senin, 22 Juli 2019. Timnas Indonesia akan mengikuti kompetisi kejuaraan dunia Sepak Bola jalanan (HWC) di Cardiff City, Inggris, pada 27 Juli - 3 Agustus 2019, melawan 64 tim dari 50 negara.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Rumah Cemara untuk kesembilan kalinya kembali mewakili Indonesia dalam kompetisi sepak bola internasional jalanan Homeless World Cup (HWC) 2019 yang akan digelar di Cardiff City, Inggris, 27 Juli sampai 3 Desember 2019. Bukan sekadar bertanding dan berupaya berprestasi, perubahan kehidupan para peserta dan mengikis stigma negatif terhadap para penderita HIV-AIDS maupun pengguna narkoba menjadi misi yang diusung tim nasional Indonesia untuk HWC 2019 ini.

Direktur Rumah Cemara Aditia Taslim mengatakan, HWC sejatinya merupakan ajang pemanis bagi para pesertanya yang berangkat dengan latar belakang dan misi personal berbeda-beda. Ajang ini, kata dia, bisa mengubah kehidupan seorang pengidap HIV-AIDS maupun pengguna narkoba.

"Ada yang berangkat dengan tekad untuk kembali memperbaiki kualitas diri dan rujuk kembali dengan keluarganya setelah hubungan mereka rusak karena keterlibatannya dengan narkoba. Ketika terpilih menjadi anggota timnas, ada beberapa dari mereka yang misinya seketika tercapai. Apalagi dengan mereka berangkat dan berlaga di HWC. Keberangkatan mereka ke HWC ini menjadi bagian hal yang mungkin kecil tapi sebenarnya benar-benar bernilai dan mengubah seseorang. Jadi bukan sekadar pertandingan, bagi para individu ini, mungkin perubahan itu tidak akan pernah terjadi kalau mereka tidak ikut HWC," kata Adit pada saat pelepasan tim nasional Homeless World Cup 2019 Indonesia di Bodypack Store, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bandung, Senin, 22 Juli 2019.

Dia menambahkan, selain kompetisi, HWC menjadi media kampanye "Indonesia Tanpa Stigma", khususnya bagi orang dengan HIV-AIDS dan konsumen narkoba. Melalui partisipasi pada HWC, setiap anggota tim nasional diharapkan memberi pengaruh dan menjadi agen perubahan dalam upaya mengikis stigma dan diskriminasi yang sering kali dialami pengidap HIV maupun pengguna narkoba.

"Prinsip penyelenggaraan HWC adalah memberikan kesempatan bagi seseorang untuk melakukan sesuatu dalam hidupnya. Orang dengan HIV-AIDS, pengguna NAPZA (narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya), atau kelompok masyarakat lainnya yang terpinggirkan, sering kali tidak mendapatkan kesempatan itu. Kami ingin tetap menyediakan kesempatan itu," kata Adit.

Pada tahun ini, Rumah Cemara sebagai Mitra Nasional HWC akan mengirimkan 8 pemain dan 4 ofisial untuk kejuaraan dunia sepak bola jalanan bagi tunawisma dan kelompok masyarakat terpinggirkan itu. Mereka sebelumnya telah lolos seleksi yang dilakukan pada 19 April hingga 8 Mei 2019. Kriteria pemain peserta seleksi adalah orang dengan HIV-AIDS, konsumen narkoba, tunawisma, maupun kelompok yang rentan terdampak HIV-AIDS seperti LGBT.

Kedelapan pemain timnas untuk HWC 2019 di Cardiff City adalah Riksfian Hakim Al-Qodar alias Pole (35 tahun), Yudhistira Adireksa alias Cacing (24 tahun), M. Ramdan Danial Ginani alias Mardon (19), Iifan Auchep (37), Dea Achmad Restuna (39), Hendra Firdiansyah (39), Nurdin Supriyadi alias Kate (37), dan Isye Susilawati (40).

Mereka didampingi Pelatih Albert Rudiana, manajer tim Gina Afriani Wulan Pratami, Bogiem Sofyan (Asisten pelatih), dan Eric Arfianto (media officer).

"Tidak ada target prestasi yang diberikan kepada kami. Namun, kami akan memberikan yang terbaik. Bagi saya pribadi sebagai pelatih yang biasa menangani tim profesional, ini menjadi tantangan, bagaimana saya melatih mereka, mampu tidak. Banyak pelajaran hidup yang saya dapatkan, membuat saya kadang menangis. Mereka dengan berbagai latar belakang dan kesulitan hidup, tetap berjuang keras, mau berubah meninggalkan (narkoba) untuk membuktikan diri di HWC dan saya harap untuk selamanya. PErubahan mereka sangat berarti buat saya, saya bangga dengan mereka," kata Pelatih Tim Nasional untuk HWC Albert Rudiana. 

Kepala Bidang Pembinaan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung Dadang Setiawan mengatakan, pemerintah siap membeirkan dukungan terhadap program yang akan dilakukan Rumah Cemara.

"Kami salut akan kepedulian yang meotivasi, bukan hanya untuk para penderita (HIV-AIDS) masyarakat dan setiap keluarga secara umum, bahwa menghilangkan stigma negatif itulah yang utama (dari partisipasi di HWC), prestasi itu nomor dua. Apa yang sudah dilakukan teman-teman ini harus disebarluaskan agar diketahui masyarakat dan masyarkat membiasakan diri untuk mengikis stigam negatif itu di lingkungannya," kata Dadang.***

Bagikan: