Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Sedikit awan, 23.7 ° C

Tunggal Putri Punya Juara Baru 

Wina Setyawatie
AKANE Yamaguchi maju ke final Blibli Indonesia Open 2019 setelah mengalahkan juara bertahan Tai Tzu Ying 21-9, 21-15, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu 20 Juli 2019. Ini merupakan final pertama Akane di Indonesia Open.*/DJARUM
AKANE Yamaguchi maju ke final Blibli Indonesia Open 2019 setelah mengalahkan juara bertahan Tai Tzu Ying 21-9, 21-15, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu 20 Juli 2019. Ini merupakan final pertama Akane di Indonesia Open.*/DJARUM

JAKARTA, (PR).- Tunggal putri punya juara baru setelah juara bertahan Tai Tzu Ying asal Taiwan tersingkir di babak semi final Blibli Indonesia Open 2019. Dia menyerah di tangan tunggal Jepang, unggulan keempat, Akane Yamaguchi dengan skor telak 9-21, 15-21. 

Tentu hasil ini berbeda dengan tiga pertemuan terakhir mereka, dimana selalu berakhir dengan ketat. Kali ini Tai seakan tidak berdaya. Kondisi badan yang tidak fit kemarin menurut Tai yang membuat dirinya tidak bisa tampil maksimal. 

"Rasanya saya hari ini tidak enak badan. Tidak demam, tapi badannya tidak enak saja rasanya. Tidak tahu karena apa. Ini yang membuat saya bermain tidak dalam performa terbaik," kata Tai. 

Menghadapi lawan yang tidak tampil 100 persen, Akane mengaku dirinya tidak puas, meski menang. Terlebih banyak angkanya yang diperoleh dari kesalahan lawan sendiri.

"Kurang sedikit puas. Karena lawan tidak dalam performa terbaiknya saat tampil. Saya sendiri tidak merasa lelah jika dibandingkan saat pertandingan perempat final kemarin," katanya. 
Kendati kurang puas, tapi dirinya mengatakan sangat senang bisa menembus parfai final untuk kali pertama. Dirinya berharap bisa meneruskan trend positifnya dan merebut gelar Indonesia Open pertamanya. 

"Ini merupakan final pertama di Indonesia Open. Perasaannya tentu senang. Berharap bisa menang di final dan saya akan berusaha semaksimal mungkin," tuturnya. 

Menghadapi final, Akane menyatakan akan lebih mempersiapkan diri dari segi fisik. Dia tidak mau lengah, kendati menurutnya lawan terberat harusnya di babak semi final ini.

"Persiapan lebih ke fisik untuk waktu singkat menuju final. Nanti malem, setelah tahu lawannya, akan menganalisas kekuatan lawan. Tapi, kalau liat siapa calon lawannya, permainan harusnya lebih berat hari ini dibandingkan nanti di final," pukasnya.*** 

Bagikan: