Pikiran Rakyat
USD Jual 14.282,00 Beli 14.184,00 | Umumnya cerah, 18.2 ° C

Indonesia Salip Perolehan Medali Thailand dalam ASEAN School Games 2019

Wina Setyawatie
SI kembar Adith Rico Pradana dan Adith Richi Pradana berfoto bersama setelah sukses menyumbangkan medali bagi Indonesia di nomor 100 meter putra ASEAN School Games 2019, di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 20 Juli 2019. Rico mendapatkan medali emas setelah mencatatkan waktu 10.73 detik, sementara Richi dengan medali perunggu.*/KEMENPORA
SI kembar Adith Rico Pradana dan Adith Richi Pradana berfoto bersama setelah sukses menyumbangkan medali bagi Indonesia di nomor 100 meter putra ASEAN School Games 2019, di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 20 Juli 2019. Rico mendapatkan medali emas setelah mencatatkan waktu 10.73 detik, sementara Richi dengan medali perunggu.*/KEMENPORA

SEMARANG, (PR).- Indonesia menyalip perolehan medali Thailand dan mengambil alih pimpinan klasemen sementara ASEAN School Games 2019 di hari kedua di Semarang, Jawa Tengah. Indonesia menambah pundi-pundi medali sebanyak 7 emas di hari kedua ini. 

Pada klasemen sementara, Indonesia berada di puncak setelah mengoleksi 13 emas, 12 perak, dan 11 perunggu. Terpaut dua medali emas dengan peringkat kedua, Thailand dengan pencapaian 11 emas, 12 perak, dan 11 perunggu. Sementara di tempat ketiga ada Malaysia dengan 8 emas, 10 perak, dan 5 perunggu

Sebelumnya di hari pertama, Jumat, 19 Juli 2019, Thailand sempat memimpin dengan perolehan medali 6 emas, 7 perak, dan 8 perunggu. Sedangkan Indonesia di tempat kedua dengan hanya selisih 4 perak dan 5 perunggu.   

Dari tujuh medali emas yang dihasilkan di hari kedua ini, atletik kembali menyumbangkan medali terbanyak dengan tiga medali emas dan satu perak. Tiga emas atlet dipersembahkan oleh nomor 100 meter putra dan putri, serta tolak peluru putri. Bahkan di tolak peluru, tolakan Ayu Fitriani mampu memecahkan rekor nasional yunior. Sementara perak diraih nomor estafet 4x100 meter campuran.

Di 100 meter putri, Erna Nuryanti menjadi yang tercepat setelah membukukan waktu 12.03 detik. Terpaut lebih cepat 0.06 detik dari peraih perak Sukanda Petraksa asal Thailand. Di peringkat ketiga ada Bernice Liew Yee Ling dari Singapura dengan 12.12 detik. 
 

Bagi Erna, ini merupakan medali keduanya di ajang ini. Pada hari pertama ia berhasil mempersembahkan medali emas di nomor estafet 4x100 meter campuran. "Senang banget rasanya dapat mempertahankan medali emas," kata Erna yang juga meraih emas di nomor yang sama 100 meter pada ASG 2018 di Malaysia. Dia berharap bisa kembali menggondol emas ketiganya di nomor estafet 4x100 meter putri yang akan digelar Minggu, 21 Juli 2019. 

Di kelompok putra, ada Adith Rico Pradana dengan menghasilkan waktu 10.73 detik. Dia menyisihkan wakil Malaysia, M. Azem Bin Mohd Fahm dengan hasil 10.86 detik, sedangkan di tempat ketiga ada wakil Merah Putih lainnya, Adith Richi Pradana yang merupakan kembaran Rico. Dia menghasilkan waktu 10.92 detik. 

Di tolak peluru, pencapaian Ayu 14.41 meter sukses memecahkan Rekor Nasional Yunior. Hal itu dipastikan oleh Humas PASI Hendri Firzani melalui pesan singkat. 
"Ayu mengalahkan atlet Vietnam Huynh Ngoc My yang menempati posisi kedua dengan 14.15 meter dan Thitima Kaew Kaewk dari Thailand dengan 14.10 meter," katanya.

Sumbangan perak datang dari estafet 4x400 mixed. Indonesia yang diperkuat Hangga Pamungkas, Nella Agustin, Jumratun, dan Dewa Radika Sya masih kalah cepat dari peraih emas Thailanda yang menorehkan waktu 3 menit 28,59 detik. Indonesia sendiri menempati peringkat kedua dengan hasil 3 menit 34.06 detik, dan tempat ketiga ada Malaysia dengan 3 menit 36.37 detik. 

Di hari kedua ini, atletik Indonesia juga berhasil mengambil alih klasemen sementara di nomor ini dari tangan Thailand. Indonesia telah mengoleksi 6 medali emas, 2 perak, dan 4 perunggu. Rival terdekat Indonesia, Thailand menempati posisi kedua dengan hasil 4 emas, 5 perak, dan 6 perunggu. Dibelakangnya ada Vietnam dengan 3 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. 

Sekretaris Jenderal PASI, Tigor Tandjung mengatakan lewat event ini pihaknya memanfaatkan untuk melakukan pemantauan para atlet non pelatnas. Mereka yang dinilai berpotensi, menurut dia, akan dipanggil ke pelatnas dan dipersiapkan untuk menghadapi SEA Youth Games April 2020 di Jakarta.

"Sebagaimana direncanakan, setelah Kejurnas di Agustus nanti, pelatnas akan lebih banyak dihuni atlet remaja & yunior. Sedangkan atlet senior yg diperkirakan tidak dapat bersaing dalam SEA Games 2019 akan dipulangkan," tutur Tigor.***  

Bagikan: