Pikiran Rakyat
USD Jual 14.084,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 32.2 ° C

Indonesia Open 2019: Jepang Pastikan Rebut Gelar di Ganda Putri

Wina Setyawatie
MISAKI Matsutomo-Ayaka Takahashi
MISAKI Matsutomo-Ayaka Takahashi

JAKARTA, (PR).- Jepang memastikan merebut satu gelar di Blibli Indonesia Open 2019 dari sektor ganda putri. Sama dengan Indonesia di ganda putra, di sektor ini, Jepang juga "all Japan's finals". 

Laga puncak yang akan tersaji di Istora Senayan, Jakarta, Minggu, 21 Juli 2019 akan mempertemukan juara bertahan, Yuki Fukushima-Sayaka Hirota dengan kompatriotnya Misaki Matsutomo-Ayaka Takahashi. Gelar ini akan jadi yang ketiga bagi Jepang dari sektor ganda putri di turnamen ini. Selain tahun lalu, Jepang juga pernah meraih juara ganda putri pada 2016 lalu lewat pasangan Jepang Misaki Matsutomo-Ayaka Takahashi. 

Fukushima-Hirota membuka kesempatan untuk mempertahankan gelarnya setelah di babak semi final menang meyakinkan 21-14, 21-12 atas wakil Tiongkok, Chen Qing Chen-Jia Yi Fan. Sebaliknya, Matsutomo-Takahashi harus bekerja keras lebih dahulu untuk bisa menyingkirkan ganda Korea Lee So Hee-Shin Seung Chan. Berjuang selama lebih dari satu jam, mereka akhirnya memetik kemenangan ketat tiga gim 17-21, 21-14, 21-15. 

Final nanti akan berat bagi pasangan Matsutomo-Takahashi, mengingat mereka bertanding tidak dalam kondisi fit. Malam jelang babak semifinal, kedua pemain tersebut sempat mengalami demam. Meski di pertandingan "4 Besar" ini mereka mengaku sudah lebih baik kondisinya, diakui Ayaka mereka tidak bermain dengan performa terbaik. 

"Kondisi badan kami kurang sehat. Kemarin sempat demam, tapi kondisi hari ini sudah lebih baik. Jadi tentu senang bisa menang di pertandingan hari ini dan lolos ke final. Untuk final nanti, Kami akan istirahat lebih dulu dan akan memperlajari lagi permainan lawan lebih lanjut," pukas Ayaka. 

Menurutnya, kemenangan menuju final ini sangat berarti bagi mereka. Karena, saat ini semua pemain berusaha untuk mengejar poin untuk Olimpiade 2020. "Di ganda putri Jepang sendiri, persaingannya sangat ketat. Jadi kami harus selalu tampil maksimal. Walaupun sakit demam seperti ini, itu tetap tidak boleh jadi alasan," katanya menegaskan.***
 

Bagikan: