Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.3 ° C

Indonesia Langsung Tancap Gas di Hari Pertama ASEAN School Games 2019

Wina Setyawatie
ATLET Atletik Dewa Radika Sya mempersembahkan emas di nomor 400 meter putra, ASEAN School Games 2019, Sabtu, 20 Juli 2019.*/DOK KEMENPORA
ATLET Atletik Dewa Radika Sya mempersembahkan emas di nomor 400 meter putra, ASEAN School Games 2019, Sabtu, 20 Juli 2019.*/DOK KEMENPORA

SEMARANG, (PR).- Indonesia langsung tancap gas dalam pengumpulan pundi-pundi medali di hari pertama ASEAN School Games 2019 yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah. Indonesia menempati posisi runner-up di klasemen sementara, bersaing ketat dengan Thailand yang berada di posisi puncak. Kedua negara ini hanya selisih jumlah perak dan perunggu.

Tim Garuda mengumpulkan 6 emas, 3 perak, dan 6 perunggu. Sedangkan Thailand dengan 6 emas, 7 perak, dan 8 perunggu. Di posisi ketiga hingga kelima klasemen sementara ada Malaysia (4 emas, 6 perak, 2 perunggu), Singapura (3 emas, 1 perak, dan 2 perunggu), serta Vietnam (2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu). 

Cabang renang dan atletik menjadi penyumbang medali emas terbanyak bagi Indonesia di hari pertama ini, dengan masing-masing mengumpulkan tiga emas. Emas pertama datang dari cabang renang, nomor 50 meter gaya dada putri lewat Adelia. 

Adelia menjadi yang tercepat setelah mencatatkan waktu 33,81 detik, menyisihkan perenang Filipina dan Thailand di tempat kedua dan ketiga. Dua emas lainnya dari cabang ini dipersembahkan oleh 200 meter gaya punggung lewat Farrel Armando Tang dan 4x200 meter estafet gaya bebas putri.

EMAS pertama bagi Indonesia di ajang ASEAN School Games 2019, datang dari cabang renang, nomor 50 meter gaya dada putri lewat Adelia. */DOK KEMENPORA

Dari atletik, emas datang dari 400 meter putra melalui Dewa Radika Sya, lompat jauh putra lewat Ahmad Ambali Sukur, 4x100 meter estafet campuran yang berkekuatan Adith Rico Pradana, Izrak Udjulu, Raden Roselin Fikananda, dan Erna Nuryanti. 

Adelia yang mempersembahkan medali pertama untuk Indonesia mengaku tidak menyangka bisa mengantongi medali emas. Mengingat rival yang dihadapinya menurutnya cukup berat. Dia pun bangga dengan pencapaiannya itu. 

"Saya bangga bisa mempersembahkan medali pertama untuk Indonesia. Ini sesuai dengan target," katanya.

Sementara itu di atletik, Sekretaris Jenderal PASI, Tigor Tandjung mengatakan lewat event ini pihaknya memanfaatkan untuk melakukan pemantauan para atlet non pelatnas. Mereka yang dinilai berpotensi, menurut dia, akan dipanggil ke pelatnas dan dipersiapkan untuk menghadapi SEA Youth Games April 2020 di Jakarta.

"Sebagaimana direncanakan, setelah Kejurnas di Agustus nanti, pelatnas akan lebih banyak dihuni atlet remaja & yunior. Sedangkan atlet senior yg diperkirakan tidak dapat bersaing dalam SEA Games 2019 akan dipulangkan," tutur Tigor.***

Bagikan: