Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 23.6 ° C

Hendra-Ahsan Tantang Kevin-Marcus di Final Ganda Putra

Wina Setyawatie
HENDRA Setiawan-Mohamad Ahsan melaju ke final Blibli Indonesia Open 2019. Bertanding di Istora Senayan, Jakarta. Sabtu 20 Juli 2019, mereka menang 17-21, 21-19, 21-17 atas ganda Jepang Takuro Hoki-Yugo Kobayashi.*/PBSI
HENDRA Setiawan-Mohamad Ahsan melaju ke final Blibli Indonesia Open 2019. Bertanding di Istora Senayan, Jakarta. Sabtu 20 Juli 2019, mereka menang 17-21, 21-19, 21-17 atas ganda Jepang Takuro Hoki-Yugo Kobayashi.*/PBSI

JAKARTA, (PR).- Indonesia pastikan gelar juara ganda putra Blibli Indonesia Open 2019 setelah tercipta final sesama Indonesia yang mempertemukan Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan dan Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon. Dengan hasil ini, maka Indonesia mempertahankan gelar juara di sektor ini. 

Tahun sebelumnya, Kevin-Marcus yang menjadi juara. Hendra-Ahsan pun pernah merengkuh gelar di turnamen BWF Super 1000 ini pada 2013 lalu. Bahkan jika Hendra bisa juara, ini akan jadi gelar Indonesia Open ketiganya. Pasalnya, sebelum berpasangan dengan Ahsan, dia sudah pernah menjuarai turnamen ini bersama Markis Kido.

Pada babak semi final yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu 20 Ju li2019, Hendra-Ahsan maju lebih dahulu ke partai puncak setelah mengatasi permainan ganda Jepang Takuro Hoki-Yugo Kobayashi dalam gim ketat yang berakhir 17-21, 21-19, 21-17. Baru kemudian Kevin-Marcus menyusul setelah memetik kemenangan mudah 21-9, 21-13 atas rival terberatnya, unggulan ketiga Li Jun Hui-Liu Yu Chen. 

Dibandingkan Kevin-Marcus, Hendra-Ahsan memang harus kerja keras. Kandas di gim pertama, tidak membuat ganda unggulan keempat tersebut menyerah. Di gim kedua, awalnya Hendra-Ahsan memang lebih banyak bermain bertahan. Baru setelah interval, mereka baru bisa berbalik menekan lawan. 
"Lawan main cukup baik. Gim pertama mereka banyak menekan. Baru di gim kedua, kami sebisa mungkin merubah pola permainan. Inisiatif lebih dulu menyerang, jangan menunggu. Mulai dari gerakannya atau pun penempatan bolanya. Di gim pertama kami kebanyakan menunggu, makanya ketekan lebih dahulu," tutur Ahsan. 

Meski menang, tapi Hendra mengaku dirinya kurang senang dengan permainnya. Menurutnya, dia bermain kurang lepas. Hal itu terlihat dari banyak servis error yang dilakukannya di pertandingan ini. 

"Bersyukur bisa menang hari ini. Ini pertandingan yang tidak mudah, karena lawan bermain bagus. Meski menang pun, tetap belum puas mainnya. Saya main kurang lepas. Saya dan Ahsan sendiri tidak kepikiran bisa sampai final. Karena target awal kami hanya semi final saja. Jadi bersyukur saja," tuturnya. 

Untuk laga final nanti, Hendra mengatakan hanya akan berusaha semaksimal mungkin saja. Karena, ujarnya, di atas kertas sebenarnya dirinya dan Ahsan kalah segalanya dari "The Minions".
"Kalau mainnya empat tahun lalu, mungkin kita di atas. Tapi kalau sekarang, di atas kertas kita kalah segalanya. Kelebihan mereka adalah bola-bola panjang yang berbahaya," imbuh Hendra menambahkan.***

Bagikan: