Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya berawan, 26.5 ° C

Thurman Sesumbar Bisa Menjatuhkan Pacman

Miradin Syahbana Rizky
MANNY Pacquaio bisa menjadi lawan tangguh bagi Keith Thurman.*/ANTARA/REUTERS
MANNY Pacquaio bisa menjadi lawan tangguh bagi Keith Thurman.*/ANTARA/REUTERS

LAS VEGAS, (PR).- Juara dunia tinju kelas Welter WBA, Keith Thurman tak sabar menanti laga melawan Manny Pacquaio. Dia akan beradu tinju melawan Pacman, sebutan legenda tinju dunia, Manny Pacquiao, di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Amerika Serikat Minggu 21 Juli 2019 pukul 8.00 WIB. 

Thurman mengatakan dirinya bisa menjatuhkan Pacman sebelum 12 ronde. Dia menjanjikan kemenangan atas legenda dengan panggilan Pacman ini.

Sesumbarnya Thurman bukan tanpa dasar. Petinju berusia 30 tahun itu sebelumnya berhasil mempertahankan gelar WBA setelah mengalahkan Josesito Lopez, 26 Januari lalu. Perjalanan naik ring Thurman juga ciamik. Dari 29 laga yang dilakoninya, sebanyak  22 kali  menang knock out (KO).

Dia mencari kemenangan KO ke-23 saat melawan Pacquiao yang masih garang meski berusia 40 tahun. “Kita akan melihat apakah dia (Pacquiao) dapat bertahan,” ujar Thuman kepada boxingscene.com.

Secara usia, Thurman memang diuntungkan karena 10 tahun lebih muda dari Pacquiao yang genap berusia 40 tahun tahun. Namun, tak sedikit yang menyangsikan Thurman mampu mengalahkan Pacquiao yang telah malang melintang di kejuaraan tinju dunia.

Keraguan ini menyusul cedera yang memaksa petinju AS itu absen selama kurang lebih dua tahun. Dia baru kembali naik ring pada 26 Januari 2019 lalu melawan Josesito Lopez untuk mempertahankan sabuk juara dunia kelas welter WBA (Super) miliknya.

Kritikan

Kendati mengalahkan Lopez, namun performa petinju yang belum terkalahkan dalam 30 pertarungan profesionalnya itu tidak luput dari kritikan. Banyak yang menganggap pukulan Thurman, khususnya tangan kanannya yang menjadi senjata andalannya, sudah menurun kekuatannya.

Untuk diketahui, Thurman istirahat panjang dari ring tinju lantaran harus memulihkan cedera sikut kanannya yang harus dioperasi. Thurman sendiri enggan menggubris kritikan tersebut. Ia bahkan mengklaim masih jadi petinju terbaik di kelas welter.

“Dua tahun absen, saya masih tetap yang terbaik di kelas welter. Saya merasa jadi petinju yang paling luar biasa di kelas welter saat ini,” ujar Thurman percaya diri. 

“Ketika saya berhadapan dengan Shawn Porter, pertarungan itu masuk nominasi pertarungan terbaik 2016. Lalu saat melawan Danny Garcia, publik mendapatkan tontonan yang luar biasa. Saya pikir saya adalah Manny Pacquiao yang baru,” ujarnya.

Menanggapi tantangan Thurman, Pacquiao menanggapi ancaman Thurman itu dengan nada santai. “Semakin banyak Thurman bicara, maka akan semakin menjadi motivasi bagi saya. Setiap ucapannya ibarat alarm bagi saya agar tetap waspada menghadapi segala ke- mungkinan,” kata Pacquiao.

Dalam mempersiapkan dirinya, Pacquiao dibantu oleh pelatih lamanya Freddie Roach yang sudah menangani sang bintang tinju Filipina sejak awal tahun 2000. Pacquiao saat ini berlatih di Wild Card Gym, sasana milik Roach di Los Angeles.***

Bagikan: