Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 27.8 ° C

Indonesia Open 2019: Sektor Ganda Putra Tempatkan Wakil Terbanyak di Perempat Final

Wina Setyawatie
GANDA putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon menyambut kok dari ganda putra India Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Shetty dalam babak kedua Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019. Kevin-Marcus melaju perempat final setelah menang 21-15 21-14.*/ANTARA FOTO
GANDA putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon menyambut kok dari ganda putra India Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Shetty dalam babak kedua Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019. Kevin-Marcus melaju perempat final setelah menang 21-15 21-14.*/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Sektor ganda putra menempatkan wakil terbanyak di perempat final Blibli Indonesia Open 2019. Ada tiga pasangan unggulan Indonesia yang melangkah setelah melewati babak kedua dengan mulus. 

Dibandingkan sektor lainnya, sektor ini memang menjadi andalan karena selalu bisa meloloskan wakil hingga babak semi final. Sementara di sektor lainnya, seperti tunggal putra dan ganda campuran satu satu wakil saja yang tersisa. Bahkan di tunggal putri, Indonesia sudah kehilangan wakil. 

Di ganda putra, unggulan keempat, Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan maju lebih dulu ke "8 Besar" setelah sukses melewati hadangan wakil Jerman Mark Lamsfuss-Marvin Seidel. Mereka menang dua gim langsung 21-16, 21-17. 

Langkah mereka diikuti oleh juniornya, Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon yang diunggulan di posisi teratas. Kevin-Marcus dengan meyakinkan menang 21-15, 21-14 atas ganda India, Satwiksairaj Rankireddy-Chirag Shetty.

Terakhir ada Fajar Alfian-Muhammad Rian Adianto yang menyusul setelah menang 21-12, 21-11 atas pasangan Taiwan, Liao Min Chun-Su Ching Heng. Ini merupakan kemenangan ketiga Fajar-Rian dari lima pertemuan. 

Dibandingkan laga pertama mereka, Kevin-Marcus yang menjadi andalan mengaku bermain lebih baik di babak kedua ini. Bila sebelumnya, mereka masih cukup kaget dengan perputaran angin di lapangan, kali ini mereka bisa lebih mengontrol.

"Hari ini main lebih baik dari kemarin. Kami lebih siap dengan kondisi apapun di lapangan. Baik dari shuttlecock maupun kondisi perputaran angin. Saya rasa kami main cukup baik," tukas Kevin. 

Di pertandingan kemarin, Kevin-Marcus memang mendominasi permainan secara keseluruhan. Namun, di gim pertama, terutama di awal permainan memang dinilai Marcus cukup sengit. Dua kali lawan mampu menyamakan kedudukan 11-11 dan 12-12.

"Di awal, terutama di awal paruh kedua gim pertama, kami masih berusaha mencari kontrol bola. Tapi akhirnya bisa ambil permainan dan lebih banyak menyerang. Tidak banyak mati sendiri kali ini," tambah Marcus. 

Lawan sendiri, meski secara rangking selisihnya jauh, mereka tetap dinilai Kevin-Marcus punya serangan yang bagus. Terutama secara "power".

Sayang, kesuksesan mereka gagal diikuti oleh Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira-Ade Yusuf Santoso. Mereka lagi-lagi harus mengakui keunggulan ganda putra Jepang, Hiroyuki Endo-Yuta Watanabe dengan skor 17-21, 21-16, 17-21. Dipertemuan sebelumnya di Badminton Asia Championship 2019 kemarin, Wahyu-Ade takluk dalam dua gim. 

"Pasti kecewa karena di gim ketiga harusnya bisa ambil karena kita sempat unggul dan mainnya enak, sayang malah tersusul oleh lawan. Kita kurang tahan dan lawan mainnya asal masuk dulu. Pasangan Jepang ini pertahannya bagus sekali, dan mereka tidak gampang mati sendiri," ucap Ade. 

Satu wakil

Di ganda campuran dan tunggal putra, Indonesia hanya menempatkan satu wakil saja. Di campuran, hanya tinggal menyisakan Tontowi Ahmad-Winny Oktavina Kandow. Mereka menjadi satu-satunya wakil Merah Putih, setelah Hafiz Faizal-Gloria Emmanuelle Widjaja tersingkir di babak kedua. 

Hafiz-Gloria yang diunggulkan ditempat keenam kalah dua gim langsung 15-21, 18-21 atas pasangan Malaysia Goh Soon Huat-Lai Shevon Jemie. Sementara Tontowi-Winny melaju mulus ke babak "8 Besar" usai menang meyakinkan melawan Nipitphon Phuangphuapet-Savitree Amitrapai 21-14, 21-18. 

Sebagai satu-satunya wakil tersisa, terutama Winny yang perdana tampil di turnamen BWF Super 1000 ini, mengaku tidak terlalu kepikiran. Termasuk ketika kompatriotnya, Hafiz-Gloria kalah dipertandingan sebelumnya. Motivasi kuatnya adalah ingin memberikan kado untuk partnernya, yang kemarin berulang tahun.  

"Saya tidak kepikiran sih, meski Hafiz-Gloria kalah juga. Karena dari saya sendiri pengen menang. Ingin kasih kado ulang tahun untuk Bang Owi (Tontowi -Red.). Saya tidak kepikiran karena sekarang sudah lebih percaya diri mainnya," kata Winny. 

Di tunggal, kegagalan Anthony Sinisuka Ginting membuat Jonatan Christie harus berjuang sendiri mulai perempat final nanti. Ginting kembali harus memendam harapan untuk juara di rumahnya sendiri usai takluk di tangan wakil Thailand, Kantaphon Wangcharoen 22-20, 11-21, 21-19.

Sebaliknya Jonatan mulus ke babak selanjutnya usai menang 22-20, 21-13 atas tunggal Denmark Hans-Kristian Solberg Vittinghus lewat kerja keras selama 42 menit. Dia akan bertemu lagi dengan pemain Taiwan, Chou Tien Chen untuk kali kedelapan. 

Sepanjang delapan kali pertemuan itu, Jonatan mendominasi kemenangan dengan 6-1. Satu-satunya kekalahannya terjadi di Piala Sudirman 2019 kemarin.***

Bagikan: