Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Umumnya berawan, 25 ° C

Raja Catur Ketahuan Curang di Toilet

Huminca Sinaga
FOTO mirip Igors Rausis menggunakan handphone saat di toilet.*/YAHOONEWS
FOTO mirip Igors Rausis menggunakan handphone saat di toilet.*/YAHOONEWS

STRASBOURG (PR) – Juara catur dunia mengaku berbuat curang, setelah sebuah foto menunjukan dirinya terlihat menggunakan ponselnya di toilet untuk membantunya memenangi turnamen.

Dilansir NBC News,Selasa 16 Juli 19, Igors Rausis, 58, yang diketahui dalam dunia catur karena telah naik peringkat dalam kurun waktu enam tahun terakhir -suatu hal yang tidak biasa untuk jenis olah raga yang didominasi oleh pemain-pemain muda. 

Peringkat juarawan asal Republik Ceko ini bangkit sangat cepat yang menarik perhatian banyak penggemar olah raga tersebut, yang membuat mereka terkejut ketika Rausis diketahui curang Kamis 11 Juli 2019.

Selama diadakannya turnamen di Strasbourg, Prancis, seseorang mengambil gambar, yang diperoleh dari The Telegraph.  

Dalam gambar tersebut terlihat sesorang mirip Rausis sedang duduk di toilet, yang berpakaian lengkap, menggunakan ponselnya selama perlombaan.

Tak ayal, gambar tersebut mengguncang dunia catur yang dikenal sangat kompetitif, dan sering diklaim ebagai “olah raga pria.”

The World Chess Federation (FIDE) mengatakan kepada NBC News melalui surel, ada sebuah “insiden” di Strasbourg. Dalam hal ini, “seorang pemain telah menandatangani surat yang mengakui kesalahannya,” tetapi tidak akan memberikan komentar lebih lanjut tentang apa yang terjadi.

Kehilangan akal

Rausis, yang tidak dapat dihubungi oleh NBC News untuk memberikan keterangan, telah berterus terang kepada  Chess.com, dengan mengatakan dirinya "benar-benar kehilangan akal.”

“Saya mengkonfirmasi fakta bahwa saya menggunakan ponsel selama permainan dengan menulis [pernyataan],” dia menambahkan, “apa lagi yang dapat saya katakan?”

Kemudian Rausis mengatakan kepada The Times of London, dia telah menggunakan perangkat lunak catur di dalam ponselnya saat berada di kamar mandi.

FIDE mengatakan kepada NBC News bahwa mereka baru-baru ini telah menyetujui hukuman berat untuk perbuatan curang.

Oleh karena itu, Rausis terancam menghadapi larangan bermain selama lima tahun dan kehilangan gelar grandmaster-nya.

Sementara itu, otoritas FIDE belum memberi pernyataannya mengenai kasus tersebut secara resmi. Beberapa staf telah mendiskusikannya di media sosial tentang kontroversi tersebut, dan mempertanyakan keberhasilan Rausis sebelumnya.

Pada hari Kamis pekan lalu, sekretaris komisi Fair Play FIDE, Yuri Garret mengatakan bahwa organisasinya telah "mengikuti" seorang pemain  catur yang curang selama berbulan-bulan. Meski tak menyebutkan nama, pernyataan FIDE tampakknya mengarah pada Rausis. 

Sementara Emil Sutovsky, direktur jenderal FIDE, menulis di laman Facebook-nya tentang perbuatan “curang” yang meraih kesuksesan dengan cara “sangat mencurigakan” dan “dipertanyakan”.
Kepada Chess.com, Rausis mengatakan bahwa perbuatannya akan mengakhiri karirnya.
Dia mengatakan “setidaknya apa yang saya lakukan kemarin adalah sebuah pelajaran berharga, bukan untuk saya – saya telah memainkan pertandingan catur terakhir saya.”***

Bagikan: