Pikiran Rakyat
USD Jual 14.084,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 24 ° C

Indonesia Open 2019: Istora Dibuat Tegang oleh Dua Tunggal Putra Indonesia

Wina Setyawatie
PEBULU tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis tunggal putra China Lu Guang Zu dalam babak pertama Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, kompleks GBK, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019. Anthony Sinisuka Ginting berhasil melaju ke babak selanjutnya setelah menang 20-22, 23-21, 21-18.*/ANTARA FOTO
PEBULU tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis tunggal putra China Lu Guang Zu dalam babak pertama Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, kompleks GBK, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019. Anthony Sinisuka Ginting berhasil melaju ke babak selanjutnya setelah menang 20-22, 23-21, 21-18.*/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Ketegangan menyelimuti Istora Senayan saat dua tunggal putra Indonesia tampil di babak pertama Blibli Indonesia Open 2019. Baik Jonatan Christie maupun Anthony Sinisuka Ginting membuat suporter yang memenuhi Istora deg-degan setelah mereka hampir saja kalah.

Keduanya mencatatkan kemenangan dramatis. Unggulan keenam, Jonatan hampir saja harus meneruskan permainan menjadi tiga gim, setelah Rasmus Gemke sukses memaksakan "duece". Beruntung, Jonatan akhirnya bisa menuntaskan permainan dengan poin ketat 21-17, 24-22.

Begitu juga dengan Anthony. Dia hampir saja kehilangan kesempatan untuk melaju ke babak selanjutnya, bila mana di gim penentuan tidak mampu menguasai permainan. 
Pemain asal SGS Bandung itu kehilangan kesempatannya untuk mengakhiri permainan dalam dua gim setelah di gim pertama kalah tipis 20-22. Begitu juga di gim kedua, kondisi yang sama pun kembali terjadi. Kali ini, Anthony lebih bisa mengatasi tekanan lawan, hingga dia akhirnya bisa merebut kemenangan meski dengan poin yang sama tipisnya 23-21. 

Baru di gim penentuan, Anthony tancap gas. Sempat memimpin jauh 17-10, lagi-lagi Anthony hampir melakukan kesalahan. Beruntung di poin-poin kritis dia kembali bisa menguasai keadaan dan akhirnya menang 21-18 setelah berjuang dalam durasi 78 menit. 

"Puji Tuhan bisa melewati babak pertama dan terhindar dari cedera. Set pertama ada 3-4 poin lawan dari kesalahan saya. Hanya saja pas 16-20, sempat mau mengejar dan menyamakan kedudukan 20-20, tapi kesempatannya belum ada. Gim kedua, kondisinya hampir sama. Sempat memimpin 2-3 poin, "duece" lagi. Beruntung di akhir saya bisa lebih menguasai permainan. Gim penentuan, Lu tidak bermain sama layaknya  dia saat banyak buang poin. Pas buang poin dia banyak melakukan kesalahan sendiri, saat bisa menyusul, justru dia malah main lebih sabar," imbuhnya. 

Menurut Anthony, dirinya memang mewaspadai Lu. Mengingat lawannya beberapa kali pernah membuat kejutan dengan mengalahkan pemain Top 10 dunia. Terlebih, seperti tipikal pemain Tiongkok lainnya, Lu dinilainya memang sulit untuk dimatikan. "Dia ulet dan jarang buat kesalahan sendiri. Variasi netting silangnya juga buat posisi saya tidak enak," ujarnya.

Babak kedua

Di babak kedua, Jonatan akan menghadapi salah satu pemain senior Denmark, Hans-Kristian Solberg Vittinghus yang kemarin maju ke babak selanjutnya setelah menang 21-16, 21-18 atas wakil Taiwan, Wang Tzu Wei. Pertemuan nanti akan jadi yang pertama bagi kedua pemain.

Sementara itu, Anthony akan berhadapan dengan Kantaphon Wangcharoen dari Thailand. Anthony memang lebih unggul dari rekor pertemuan, tapi di pertemuan terakhir mereka di Perancis Open tahun lalu, Kantaphon mampu membuat Anthony tidak berkutik dalam dua gim. 

"Pertama dari saya sendiri harus siap capek. Karena Kantaphon merupakan pemain yang pekerja keras. Main dari mana saja, bola pasti dia kejar. Jadi saya tidak boleh buru-buru matiin. Harus berusaha sabar dan cari celah lagi untuk ambil poin satu-satu," katanya.*** 

Bagikan: