Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian cerah, 19.9 ° C

Jelang Blibli Indonesia Open 2019, Atlet Tunggal Putra Berlatih Hipnoterapi

Wina Setyawatie
null
null

JAKARTA, (PR).- Jelang Blibli Indonesia Open 2019 yang akan berlangsung di Istora Senayan, 16-21 Juli 2019 ini, tunggal putra melakukan sesi hipnoterapi untuk melatih kontrol pikiran. Latihan dilakukan di luar pelatnas agar memberikan penyegaran bagi pemain. 

Sesi hipnoterapi yang dilakukan bersama pelatih fisik dimaksudkan agar pemain bisa lebih fokus dalam permainan. Karena meskipun sudah mampu merebut gelar juara di level super series, dua tunggal Indonesia Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie dinilai masih belum memiliki kontrol pikiran yang baik. Hal tersebut diakui oleh Jonatan. 

Juara New Zealand Open 2019 dan Australia Open 2019 itu mengatakan jika dibandingkan ganda putra, seperti Kevin Sanjaya Sukamujo dan Marcus Fernaldi Gideon, Jonatan menilai dirinya belum matang dalam mengontrol pikiran. Belum bisa menempatkan pola pikir yang pas pada saat pertandingan. 

"Contohnya Kevin-Marcus. Mereka targetnya juara, tapi keduanya mampu menempatkan pola pikir yang pas untuk bisa fokus satu per satu pertandingan dulu. Jadi tidak dulu berpikir harus masuk ke babak ini minimal atau kalau kalah berarti sudah gagal total. Itu bisa jadi bumerang untuk saya sendiri," katanya. 

Latihan hipnoterapi ini sendiri dilakukan dengan cara berbeda. Jika biasanya latihan hanya di Pelatnas Cipayung, maka dalam sepekan kemarin sektor tunggal putra pindah latihan ke Bali. Cara tersebut dinilai sang pelatih Hendry Saputra Ho cukup memberikan penyegaran bagi para pemainnya. "Biar lebih segar pikirannya. Karena lumayan jeda libur turnamennya dari laga sebelumnya ke Indonesia Open ini. Jadi tidak monoton latihannya," tukasnya. 

Realistis

Berbicara target, Hendry mengaku tidak menuntut para pemainnya untuk bisa memberikan kejutan di turnamen level World Tour 1.000 ini. Dia hanya menginginkan pemainnya, bisa menunjukkan permainan maksimal dalam turnamen berhadiah total Rp 17 miliar tersebut. Ini mengingat poin mereka akan masuk dalam perhitungan "Road to Olympic 2020 Tokyo".

Sejauh ini dari dua pemain andalannya, progres positif lebih tunjukkan oleh Jonatan. Di tahun ini, pemain asal PB Tangkas tersebut sudah dua kali merebut gelar juara. 

Sebaliknya, rekannya Anthony sedikit lebih lambat perkembangannya. Prestasinya sedikit menurun dari tahun lalu, dimana dia sukses menjuarai China Open dan Indonesia Master. Di tahun ini, pencapaian terbaiknya baru dua kali runner-up

Di Indonesia Open ini lah, menurutnya, dirinya akan melihat konsistensi permainan kedua pemainnya. Mulai dari mental, daya juang, teknik bermain, dan pola pikir. "Di tahun ini progres Jonatan memang lebih baik. Tapi saya tidak mengharapkan dia masuk final di turnamen ini meski berstatus tuan rumah. Kita realistis saja. Saya hanya minta, dengan progres yang ditunjukkannya, dia mestinya bisa main lebih bagus dan maksimal. Jika itu bisa dilewati, maka hasilnya akan mengikuti," kata Hendry. 

Jonatan menilai dengan rangkingnya saat ini, 8 besar dunia, dirinya mengaku cukup realitis menatap target di salah satu turnamen paling bergengsi di dunia ini. Mengingat di level turnamen ini lawan yang dihadapi tidak mudah sejak babak awal, maka menurutnya minimal bisa perempat final sepertinya sudah cukup bagus. 

Berdasarkan hasil undian, kedua pemain tunggal Indonesia tersebut menempati bagan atas. Di babak pertama Jonatan akan bertemu dengan wakil Denmark, Rasmus Gemke, sementara Anthony akan bertemu dengan tunggal muda Tiongkok, Lu Guang Zu. 

Bagi Jonatan, pertemuan nanti akan jadi kali kedua dengan Gemke. Pada perjumpaan pertama mereka di Indonesia Master awal tahun ini, Jonatan menang WO, karena Gemke mengundurkan diri lantaran cedera. Sedangkan bagi Anthony, laga nanti akan jadi pertemuan pertama perdananya dengan Zu. Mundurnya unggulan ketiga, Victor Axelsen asal Denmark tidak berpengaruh banyak. Itu karena Axelsen menempati bagan bawah. 

Secara target besar, untuk tahun ini, kedua pemainnya tersebut diharapkan bisa menembus enam besar klasemen "Road to Olympic 2020 Tokyo". Hingga tinggal di sisa turnamen tahun depan, mereka tinggal mempertahankannya agar bisa mendapatkan seeded bagus di Olimpiade nanti. Penghitungan poin sendiri dimulai sejak 29 April lalu dan akan ditutup pada 26 April tahun depan di Badminton Asia Championship.***

Bagikan: