Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Cerah berawan, 28.6 ° C

Bandung United Gagal Taklukan Babel United

Irfan Subhan
null
null

BANDUNG, (PR).- Target Bandung United untuk meraih poin pertamanya di tur Sumatera gagal terwujud, setelah kalah dari tuan rumah Babel United 1-2, pada pekan kelima Liga 2 2019, di Stadion Depati Amir, Pangkal Pinang, Sabtu 13 Juli 2019.

Ini merupakan kekalahan kedua di laga tandang yang diraih oleh Tantan dan kawankawan, sebelumnya saat menjalani pertandingan pertamanya. Bandung United dikalahkan PSCS Cilacap 0-3.

Sementara di dua pertandingan kandang, tim asuhan Liestiadi tersebut meraih satu kali menang saat menaklukan Persibat Batang 4-0 dan imbang dari PSPS Riau 0-0. Setelah dijamu oleh Babel United, Bandung United akan bertandang ke Stadion Teladan untuk menghadapi PSMS Medan.

Dengan kekalahan ini, posisi Bandung United turun ke peringkat sembilan klasemen sementara Liga 2 wilayah barat dengan nilai 4 hasil dari 1 kali menang, 1 kali imbang, dan 2 kali kalah.  
Sementara bagi Babel United, kemenangan ini menambah rekor kemenangan di kandang setelah sebelumnya tim asuhan I Putu Gede Dwi Santoso ini jua memetik poin penuh saat mengalahkan PSGC Ciamis dengan skor 2-1.

Tambahan tiga poin saat mengalahkan Bandung United membuat posisi Babel United di klasemen sementara naik ke peringkat tujuh klasemen sementara dengan nilai 6 hasil dari 2 kali menang dan 3 kali kalah.  

Dua gol untuk kemenangan Babel United dicetak oleh Muhammad Irvan pada menit ke-6 dan Fikri Adriansyah menit ke-60. Sementara gol semata wayang Bandung United dicetak Mohammad Rezam Baskoro di menit ke-31.

Kecewa

Pelatih Bandung United Liestiadi mengatakan, dirinya mengaku sangat kecewa dengan kepimpinan wasit serta hakim garis satu dan dua yang memimpin jalannya permainan yang dinilainya selalu menguntungkan tuan rumah.

“Kita bicara hati nurani, tadi itu offside dan terlihat sangat jelas. Ketika ditanya kepada asisten wasit (hakim garis) katanya tidak melihat dan keputusan gol itu dari pelatih, jelas-jelas itu salah karena yang memutuskan gol itu seharusnya hakim garis,” tutur Liestiadi seusai pertandingan.

Pelatih asal Medan ini menambahkan, dirinya tidak akan mengajarkan para pemainnya untuk bermain seperti ini. Meski di kandang lawan timnya merasa dicurangi, dia tidak akan membalasnya saat putaran kedua ketika Bandung United bertindak sebagai tuan rumah.

“Meski sampai di sini kita dikerjai, apakah kita akan balas dendam saat nanti main di Bandung?. Kita tidak akan pernah balas dendam, karena jika begitu sepak bola kita tidak akan maju,” katanya.

Sebelumnya saat manager meeting panitia setempat dan pelatih Babel United mengatakan ingin memajukan sepak bola di Babel dan Indonesia. Bahkan Liestiadi pun merasa senang, namun pada kenyataannya hal tersebut hanyalah sebatas omongan belaka karena pada kenyataannya jalannya pertandingan berat sebelah dengan kepemimpinan wasit.

“Dua kali pemain saya disikut di depan hakim garis dan wasit tetapi dibiarkan begitu saja, ketika saya tanyakan dia bilang tidak melihatnya. Saya juga mempunyai sikap, bisa saja saya instruksikan pemain untuk bermain seperti itu juga. Tetapi saya tidang ingin melakukan itu, karena saya ingin mengajarkan kepada pemain untuk bermain sepak bola indah dan fairplay,” ujarnya.

Sementara itu pelatih Babel United I Putu Gede Dwi Santoso mengatakan, dirinya tidak ingin mengometari kinerja wasit yang memimpin. Namun, dia bersyukur karena timnya bisa meraih kemenangan di pertandingan ini dan memperbaiki peringkat di klasemen sementara.***

Bagikan: