Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Sebagian berawan, 20.3 ° C

Brasil Raih Gelar ke-9 di Copa America

Miradin Syahbana Rizky
null
null

MARACANA, (PR).- Brasil sukses mengakhiri penantian panjang 12 tahun di Copa America 2019. Brasil tampil sebagai juara setelah pada final mengalahkan Peru 3-1 di Stadion Maracana, Senin 8 Juli 2019. 

Brasil meraih gelar juara untuk kali kesembilan sejak Copa America digelar pada 1916 dan terakhir 2007 sebelum akhirnya pecah tahun ini. Mereka juga mengukuhkan juara setiap kali bertindak sebagai tuan rumah turnamen sepakbola terbesar di Amerika Selatan. Brasil tercatat lima kali menjadi tuan rumah dan selalu memenanginya. 

Duel final ini merupakan ulangan penyisihan grup. Saat itu di laga terakhir Grup A, Brasil membantai Peru 5-0. Kemenangan itu yang menjadikan Selecao tampil sebagai juara grup dan melaju ke perempat final. 

Di pertandingan ini, Brasil tetap mendominasi permainan. Hanya kali ini mereka mengalami kesulitan menembus pertahanan Los Incas. 

Meski demikian, tuan rumah sudah unggul saat laga baru berjalan 13 menit melalui Everton. Gol berawal upaya Gabriel Jesus yang melepaskan umpan kepada pemain Gremio ini yang berdiri bebas dan leluasa melepaskan tembakan sentuhan pertama untuk menjebol gawang Peru.

Brasil mulai nyaman memegang keunggulan. Namun Peru juga berusaha mengimbangi permainan Selecao. Bahkan mereka berhasil menyamakan kedudukan melalui striker Paolo Guerrero dari titik penalti menit 41. Penalti diberikan setelah bek Thiago Silva menyentuh bola di kotak penalti. 

Setelah meninjau tayangan ulang VAR hampir dua menit lamanya, wasit Tobar mempertahankan keputusannya. Kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik Guerrero.

Hanya tak lama kemudian, Brasil kembali unggul. Kali ini Jesus yang mencetak gol setelah menyelesaikan umpan dari Arthur pada injury time babak pertama. 

Kartu merah

Namun setelah mencetak gol, Jesus justru dikartu merah di babak kedua. Di menit 70, Jesus yang sudah menerima kartu kuning menyikut Carlos Zambrano. Buntutnya, pemain Manchester City mendapat kartu kuning kedua yang disusul kartu merah. Jesus pun tampak marah dan kemudian menangis karena harus meninggalkan lapangan. 

Kalah dalam jumlah pemain, Brasil tak goyah. Bahkan mereka berhasil menambah gol saat laga memasuki menit akhir. Gol tercipta dari titik penalti menyusul dijatuhkannya Everton oleh Zambrano menit 87.

Wasit segera menunjuk titik putih. Meski meninjau tayangan ulang VAR, namun wasit tak mengubah keputusannya. Eksekusi itu dituntaskan Richarlison. Skor 3-1 untuk Brasil tak berubah sampai akhir pertandingan.

Seusai laga, pelatih Peru Ricardo Gareca mengakui kemenangan Brasil. Menurut dia, Brasil memang lebih superior dibanding timnya. Namun Peru, yang pertama kali tampil di Piala Dunia pada 2018 lalu setelah 36 tahun, cukup kompetitif lawan salah satu tim terbaik di dunia.

Bahkan Peru sempat memberikan perlawanan, dengan mampu menyamakan kedudukan setelah tertinggal lebih dulu lewat gol dari Everton di menit 15. Sementara Peru mampu mencetak gol penyama kedudukan dari titik putih yang diekseskui Guerrero di menit 44. Namun sayang, gol kedua Brasil di masa injury babak pertama membuat mental Peru terpukul.

"Kemenangan Brasil itu fair. Kami punya momentum, tapi gol kedua, mereka mengambil keuntungan dari peluang yang ada," ucap Gareca, dikutip dari ESPN.

Gareca mengungkapkan, timnya tampil di Stadion Maracana dengan harapan juara. Hanya saja, kata dia, Brasil mampu tampil sangat efektif. Padahal Gabriel Jesus terkena kartu merah di menit ke-70. Bahkan Brasil menutup kemenangan 3-1 setelah Richarlison mencetak gol dari titik putih jelang laga usai. Tapi, diatas luka dari kekalahan tersebut, Gareca mengungkapkan optimismenya terhadap sepakbola Peru.

"Kami berada di jalur yang tepat. Itu perasaan yang saya miliki," katanya.

Tegang

Sementara itu, pelatih Brasil Adenor Leonardo Bacchi kini bisa bernapas lega, setelah Brasil menjadi juara Copa America 2019. Pria yang akrab disapa Tite itu pun kehabisan kata-kata karena gembira anak-anak asuhannya berhasil merebut trofi Copa America.

Selama pertandingan final Copa America antara Brasil dan Peru, Tite tidak bisa menyembunyikan ketegangannya. Beberapa kali ia hanya diam dan menatap ke langit seolah menenangkan diri.

"Saya menjadi pelatih Selecao hari ini, tidak memiliki kata-kata untuk menerjemahkan kebahagiaan ini," ucap Tite, dikutip dari lama resmi Federasi Sepakbola Brasil (CBF).

Tite juga memuji para pemainnya yang telah bekerja keras dalam kompetisi ini, terutama para pemain baru yang masuk dalam skuat. Bahkan ia mengatakan, siapa sangka Everton akan bermain di final dan tampil baik. Bahkan ia mencetak gol pertama Brasil dalam laga tersebut.

Dirinya mengaku gelisah selama pertandingan yang digelar di Stadion Maracana tersebut. Bahkan, karena sibuk berlatih dan mengatur strategi untuk bisa juara Copa America, Tite mengaku baru bisa merasa benar-benar bahagia saat tiba di rumah. Final Copa America ini menandai tahap pertama pengembangan tim nasional Brasil oleh Tite dan Koordinator Tim Nasional Edu Gaspar, setelah Piala Dunia.

Tite bersama Edu memang menetapkan tiga tahap untuk tim nasional Brasil, yaitu jangka pendek, menenangan dan panjang. Copa America adalah masuk dalam program jangka pendek mereka, yang tidak pernah mereka juarai lagi selama 12 tahun. Oleh karena itu, Tite pun mulai untuk memikirkan tantangan di depannya.

Bulan September, adalah waktu baginya untuk mulai proyek jangka menengah dalam kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022. "Mari kita membangun dengan atlet baru yang muncul, janji-janji baru yang menjadi kenyataan," tuturnya.***

Bagikan: