Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Sebagian berawan, 21 ° C

Peru Bawa Misi Balas Dendam Terhadap Brasil

Miradin Syahbana Rizky
null
null

RIO DE JANEIRO, (PR).- Timnas Peru dipastikan tampil dengan misi balas dendam saat menantang tuan rumah Brasil pada partai final Copa America atau Piala Amerika 2019 di Rio de Janeiro, Senin 8 Juli 2019 pukul 3.00 WIB. Hal itu disampaikan pelatih Ricardo Gareca setelah melihat proses kebangkitan timnya sejak kalah 0-5 dari Brasil pada laga pamungkas di fase grup.

Pada laga yang digelar di Sao Paulo pada 23 Juni lalu, Peru dibuat tidak berdaya oleh Brasil. Gawang Peru dibobol lima kali, masing-masing oleh Casemiro, Roberto Firmino, Everton, Dani Alves, dan Willian secara bergantian. Namun Peru mampu melewati setiap kesulitan itu dan melaju ke babak perempatfinal sebagai satu dari dua tim peringkat tiga terbaik di fase grup.

“Kami telah melewati beberapa momen sulit di Copa dan kami layak berada di final,” kata pelatih asal Argentina itu, seperti dikutip AFP, Jumat (5/7/2019).

Di fase gugur, tekad pantang menyerah ditunjukkan Peru dengan mendepak Uruguay setelah bermain imbang tanpa gol dalam 120 menit laga di perempatfinal. Pasukan Gareca itu pun lolos ke semifinal pasca menang 5-4 dalam drama adu penalti.

“Kami berhasil mengatasi kesulitan sejak kekalahan besar dari Brasil yang memicu munculnya gelombang kritik keras kepada kami,” kata Gareca yang kini punya kesempatan untuk ‘balas dendam’ terhadap Brasil di partai final.

Bisa membalas kekalahan dari Brasil di final, juga dapat meredam berbagai kritik yang menghujani pasukan Gareca dalam beberapa hari terakhir. “Kami mempertahankan konsentrasi kami dan kami berada di final. Sekarang kami harus bekerja keras dan memikirkan Brasil. Ini akan menjadi final yang sangat sulit,” kata kapten Peru, Jose Paolo Guerrero yang sukses membawa timnya melaju ke partai final Piala Amerika untuk pertama kalinya sejak 1975 silam.

Tiga gol

Tiket ke partai final diraih Guerrero dan kolega usai mendepak juara bertahan, Chili 3-0. Tiga gol penentu Peru dicetak Edison Flores (21″), Yoshimar Yotun (38″), dan Guerrero (90″).

Di kubu Brasil, penyerang Willian dipastikan absen di final melawan Peru setelah mengalami cedera paha. Pemain milik Chelsea itu sempat mencetak gol dalam kemenangan 5-0 atas Peru di babak grup dan mengeksekusi tugas dengan baik di drama adu penalti melawan Paraguay di babak perempat-final.

Kemudian Willian dimasukkan sebagai pemain pengganti untuk Everton di saat jeda ketika Brasil menang 2-0 atas Argentina, namun tes pada Rabu (3/7/2019) kemarin menunjukkan adanya cedera otot di bagian paha.

Dengan ini, pemain yang disusulkan ke skuad untuk menggantikan Neymar itu harus absen di final melawan Peru sebagaimana Selecao membidik gelar Copa America untuk kali pertama sejak 2007.

Willian merupakan satu-satunya pemain yang akan absen dari skuad Brasil untuk final nanti, yang menurut rencana digelar di Maracana.

Selain itu, ada kabar buruk lainnya bagi sepak bola Brasil. Pelatih Addenor Bacchi 'Tite' memutuskan mundur usai Copa America 2019. Apakah Brasil menjadi juara untuk ke sembilan kalinya atau gagal mengalahkan Peru di laga final, Tite tetap akan meninggalkan kursi panas yang diduduki sejak 2016. 

Keputusan mundur Tite dinilai mengejutkan karena dia tak pernah menyampaikan rencana masa depannya usai Copa America. Dari survei yang pernah dilakukan di tengah Copa America, mayoritas responden sepakat bila Tite lebih baik mundur bila gagal di turnamen yang digelar di negara sendiri ini. Sebaliknya, posisi bakal aman bila membawa Selecao menjadi juara. 

Kecewa

Namun saat menjelang laga final, menurut ESPN, Tite mengumumkan bakal mundur sebagai pelatih timnas. Pelatih berusia 58 ini dikabarkan kecewa dengan sikap Konfederasi Sepak bola Brasil (BFC) terkait dengan kepergian dua sahabat dekatnya, Edu Gaspar dan Sylvinho, selama dia menjadi pelatih timnas. 

Tite berharap federasi mempertahankan dua sosok tersebut saat mendapat tawaran dari sebuah klub. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Federasi justru membiarkan keduanya pergi karena menerima tawaran dari klub-klub Eropa. 

Edu, direktur teknik federasi yang juga menjadi manajer timnas Brasil dikabarkan sudah menerima tawaran mantan klub, Arsenal, untuk menjadi direktur klub. Rumor itu memang sudah beredar sebelum digulirkannya Copa America. 

Tite berharap federasi tidak melepasnya. Namun Edu yang pernah membela Arsenal musim 2001-2005 ini ternyata telah menerima tawaran eks klubnya. 

Sedangkan Sylvinho yang pernah menjadi asisten Tite di timnas sudah meninggalkan Brasil untuk menangani klub Ligue 1 Prancis, Lyon. Sebelumnya, Tite bersedia melepas sahabat dekat dia untuk menangani timnas U-23 yang dipersiapkan berlaga di Olimpiade 2020. 

Namun federasi dikabarkan tidak keberatan melepas Sylvinho ke Lyon. Keputusan dari federasi yang membuat Tite memilih mundur dari timnas. 

Persoalannya, kandidat pengganti Tite dinilai tidak layak menangani Canarinho. Federasi dikabarkan menyiapkan Renato Gaucho yang saat ini menangani Gremio. Selain Renato ada Mano Menezes yang pernah mengarsiteki tim Brasil pada 2010 sampai 2012. 

Tite sukses mengantarkan Brasil ke final setelah menyingkirkan musuh bebuyutan Argentina 2-0 di semifinal. Brasil pun menghadapi Peru di final Copa America di Stadion Maracana, Senin 8 Juli 2019 pukul 03.00 WIB. 

Bila sukses mengalahkan Peru, maka Brasil mengakhiri gelar juara Copa America selama 12 tahun. Mereka terakhir kali menjadi juara pada edisi 2007.***
 

Bagikan: