Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Sedikit awan, 26.3 ° C

Indonesia Andalkan 8 Cabor Untuk Raih Medali di Asian School Games 2019

Wina Setyawatie
PELUNCURAN Asean School Games 2019, d Jakarta, 25 Juni 2019.*/DOK. KEMENPORA
PELUNCURAN Asean School Games 2019, d Jakarta, 25 Juni 2019.*/DOK. KEMENPORA

JAKARTA, (PR).- Indonesia mengandalkan delapan cabang olah raga untuk meraih medali di ajang ASEAN School Games (ASG) XI 2019, pada 18-24 Juli 2019, di Semarang. Total, Indonesia mematok 36 samapi dengan 38 medali emas di multievent olah raga untuk pelajar se-Asia Tenggara tersebut.

Ada sembilan cabang olah raga yang dipertandingkan dalam ASG tahun ini, atletik, renang, tenis, tenis meja, sepak takraw, bulutangkis, bola voli, bola basket, dan pencak silat, dengan total 117 nomor pertandingan. Dari sejumlah nomor tersebut, renang dan atletik dipatok bisa menyumbangkan lebih dari 60 persen medali emas. Selebihnya tumpuan medali diharapkan bisa datang dari bulutangkis, voli, basket, tenis, dan pencak silat.

"Dengan target medali tersebut, kami mematok untuk bisa finish menjadi juara umum. Rincian target, renang 12-14 medali emas, atletik 8-10 medali emas, bulutangkis 4 medali emas, voli satu medali emas, basket satu medali emas, tenis 2 medali emas, serta pencak silat 6 medali emas," kata Komandan Kontingen Indonesia di ASG 2019, Yayan Rubaeni dalam Rapat Koordinasi di PPIKON Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu 3 Juli 2019.

Khusus untuk renang, awalnya mereka mematok 18 medali emas. Hanya saja, setelah berkoordinasi dengan pihak PRSI dengan diskusi panjang lebar, akhirnya target dikurangi. Mengingat andalan Merah Putih, Azzahra Permatahani tidak bisa ikut serta karena sedang dipersiapkan untuk turun di Asian Junior yang memperebutkan poin FINA.

Sementara untuk atletik, karena persiapan para atlet ASG berlangsung secara sistematis bersama para atlet pelatnas SEA Games dan proyeksi Olimpiade, maka pihaknya mengaku cukup optimistis untuk raihan medali tersebut.

Dipatok menjadi juara umum, Yayan mengaku itu bukan hal mudah untuk diwujudkan. Mengingat peta kekuatan calon lawan belum terdeteksi dengan pasti.

"Peta kekuatan belum kelihatan, karena di beberapa cabang tertentu kami belum melihat hasil dari kejuaraan terakhir. Tapi kami optimis target yang diberikan Menpora bisa tercapai, meski butuh kerja keras. Penetapan target medali sendiri melihat dari pengalaman ASG sebelumnya," katanya.

Pada tahun lalu, Indonesia menempati posisi "runner-up" di bawah Malaysia yang menjadi juara umum. Ketika itu, Indonesia membawa pulang raihan 32 medali emas. Target yang ditetapkan juga melihat sebaran dari 117 medali yang nanti akan diperebutkan.

Indonesia akan mengirimkan total 183 atlet terbaik di usianya yang berasal dari Sekolah Keolahragaan (SKO), Pusat Pendidikan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP), dan klub yang diusulkan oleh induk olahraga cabor, masyarakat, serta disetujui oleh BAPOPSI (Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia), dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

"Untuk usulan atlet tahun ini sedikit berbeda. Bukan hanya dari induk cabor, SKO, namun orang tua pun bisa mengusulkan. Lalu, kami akan cek prestasinya. Kalau memenuhi persyaratan prestasi, maka dia bisa masuk kontingen. Jadi tidak selalu dari usulan PB," tukasnya.

Hampir seluruh negara ASEAN mengikuti ASG tahun ini, kecuali Timor Leste. Total akan ada 1.600 atlet yang akan bersaing. “Kita sendiri akan mengirimkan 183 atlet, termasuk empat atlet termuda Guna merealisasikan target juara umum, maka kontingen Indonesia berangkat lebih awal secara bertahap ke Semarang, mulai 29 Juni lalu. Mereka  menjalani adaptasi dan aklimatisasi cuaca. Sebagai tuan rumah,” kata Yayan. ***

 

Bagikan: