Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Badai petir, 25.2 ° C

Bhayangkara FC Pindah ke Senayan, Pelatnas Atletik Tergusur

Wina Setyawatie
PERSIB Bandung melawan Bhayangkara FC di Stadion SI Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu 30 Juni 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
PERSIB Bandung melawan Bhayangkara FC di Stadion SI Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu 30 Juni 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

JAKARTA, (PR).- Tim Liga 1 Bhayangkara FC pindah home base ke Stadion Madya Senayan, Jakarta, selama "kandang" mereka di Stadion PTIK merampungkan proses renovasi. Akibatnya, Pelatnas atletik yang semula berlatih di sana, tergusur. 

Penggunaan Stadion Madya sendiri sebagai "kandang" Bhayangkara FC sudah mendapatkan restu dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator liga dan pengelola PPKGBK (Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno). Bhayangkara menggunakan Stadion Madya mulai Selasa, 2 Juli 2019, sebagai persiapan untuk laga pekan ke tujuh Shopee Liga 1 2019 melawan Tira Persikabo.

Pihak Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) lewat Sekjennya Tigor Tanjung saat ditemui di Senayan, Rabu, 3 Juli 2019 mengaku baru mengetahui hal tersebut pada Selasa. Dia mengatakan, mengetahui penggunaan Stadion Madya tersebut dari PPKGBK. 

"Memang kita gratis latihan di Madya, tapi kadang terjadi seperti ini. Karena sejak awal sudah ada perjanjian dengan pihak PPKGBK. Saya sendiri baru tahu kabar ini kemarin. Ada solusi sih misalnya berlatih di Stadion Utama GBK. Hanya saja tidak gampang juga. Karena tidak mungkin hari ini bilang, lalu besok kita bisa langsung menggunakan SUGBK. Apalagi, kalau tidak salah SUGBK hanya bisa dipergunakan pada sore hari," tuturnya. 

Hal tersebut dinilainya cukup memperihatinkan dan memberatkan pihaknya. Karena atletik ada 46 nomor, hingga tidak semua bisa latihan bisa berlangsung dalam satu waktu. 

Ditanya mengenai apakah Kemenpora sudah mengetahui hal tersebut, Tigor mengaku pihaknya hanya dimintai daftar nama siapa saja atlet atletik yang berlatih di Stadion Madya. Belum ada langkah selanjutnya. 

"Jadi hanya sampai situ saja. Sampai sekarang belum ada respon atau saran dari Kemenpora," ujarnya. 

Koordinasi sulit

Tigor mengatakan, pihaknya merasa kesulitan untuk pindah stadion terlalu jauh seperti masa persiapan Asian Games 2018, yakni di Rawamangun dan Pakansari. Karena, koordinasinya dinilai sangat sulit. Apalagi program latihan untuk 46 nomor tersebut sudah dirancang oleh pelatih, hingga latihan tidak bisa diubah-ubah. 

"Ini bukan seperti pelajaran olah raga di SMA, misalnya kalau jadwal olahraga hanya di hari Jumat saja. Nomor perlombaan kita kan banyak, jadi tidak mungkin hanya latihan di satu waktu saja," katanya. 

Pihaknya mengaku saat ini menunggu kepastian, sembari mencari jalan keluar untuk pembagian waktu latihan. Mengingat untuk berlatih di SUGBK, mereka sebelumnya harus memindahkan peralatan latihan terlebih dahulu.

"Hingga saat ini belum ada pembicaraan, baik dengan PPKGBK maupun Kemenpora. Sifatnya hanya pemberitahuan saja lewat telepon, polanya sering seperti itu. Apalagi event ini cukup panjang, kabarnya satu bulan ke depan hingga stadion mereka selesai renovasi," tuturnya. 

Pengaruh psikologis

Pelatih Atletik PB PASI Nurul Imaniar mengatakan, jika terlalu sering berpindah tempat latihan tentu akan berpengaruh secara psikologis kepada atlet. Karena seharusnya atlet tidak memikirkan macam-macam lagi, hanya berlatih. 

"Tentu bisa mempengaruhi psikologis mereka. Apalagi kita sendiri belum tahu persis apakah lapangan Madya akan dipergunakan berlatih setiap hari. Bila itu benar, maka bisa jadi masalah," ucapnya,

Ditambahkan Tigor, seharusnya sejak awal ada pembagian yang jelas. Misalnya, bahwa Stadion Utama untuk sepak bola, sedangkan madya untuk cabor atletik.

Menurutnya, akan lebih baik jika disepakati di awal, di stadion mana mereka bisa berlatih dua kali sehari, pagi dan sore. Hingga hal itu dinilainya minimal bisa mengurangi gangguan untuk atlet mereka.

"Seharusnya mereka menghargai PASI lebih dari yang ada. Dengan banyak pindah stadion, kami masih bisa menyumbangkan prestasi. Salah satunya perak di Asian Games kemarin. Jadi harusnya kami mendapatkan kemudahan," ujarnya.***

Bagikan: