Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 29.9 ° C

Bandung United Ditahan Imbang PSPS Riau

Irfan Subhan
PEMAIN Blitar Bandung United, Mochammad Rifaldi melepaskan sundulan ke arah gawang  PSPS Riau yang dikawal Ismail Hanapi pada pertandingan Liga 2 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa, 2 Juli 2019. Dalam laga tersebut berakhir dengan skor imbang 0-0.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
PEMAIN Blitar Bandung United, Mochammad Rifaldi melepaskan sundulan ke arah gawang PSPS Riau yang dikawal Ismail Hanapi pada pertandingan Liga 2 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa, 2 Juli 2019. Dalam laga tersebut berakhir dengan skor imbang 0-0.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

SOREANG, (PR).- Target Bandung United untuk meraih poin penuh di laga kandnag pertamanya pada Liga 2, gagal terealisasi setelah ditahan imbang tamunya PSPS Riau 0-0, pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Jalan Cipatik-Soreang, Selasa, 2 Juli 2019.

Bagi kedua tim, ini merupakan poin perdana mereka. Bandung United sendiri di laga sebelumnya menyerah dari PSCS Cilacap 0-3, sedangkan PSPS Riau menelan dua kali kekalahan di kandang sendiri saat menjamu PSMS Medan (2-3) dan Persiraja Banda Aceh (1-2).

Dengan hasil ini Bandung United naik ke posisi semblian wilayah barat dengan nilai 1 dari 1 kali imbang dan 1 kali kalah. Sementara PSPS Riau berada di posisi 10 dengan nilai sama hasil dari 1 kali imbang dan 2 kali kalah. Usai menjamu PSPS Riau, Bandung United akan menjamu Persibat Batang di tempat yang sama pada Minggu, 7 Juli 2019.

Bandung United yang diperkuat Tantan dan Aang Suparman sebenanrnya bisa tampil dominan sejak babak pertama. Bahkan tim asuhan Liestiadi ini mampu mendominasi jalannya permainan.

Sayang, dari tiga peluang emas di babak pertama semuanya gagal tercipta menjadi gol. Sebaliknya, PSPS Riau juga tidak bisa menembus rapatnya barisan pertahanan Bandung United hingga akhirnya skor 0-0 tetap bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Bandung United kembali mencoba menembus pertahanan lawan. Tantan yang ditunjuk sebagai kapten gagal memanfaatkan peluang di menit ke-51, setelah sundulannya masih bisa ditepis penjaga gawang PSPS Ismail Hanapi.

Lemahnya koordinasi antarpemain, membuat Bandung United banyak membuang peluang. Setidaknya di babak kedua ini ada empat peluang yang bisa dikonversi menjadi gol. Namun, karena lemahnya penyelesaian akhir, membuat kesempatan yang ada gagal dimanfaatkan.

Meski terus terkekan, PSPS Riau sempat merepotkan pertahanan Bandung United. Mengandalkan serangan balik cepat dari tengah lapangan, Wazir Kahfi bisa lolso dari pengawalan pemain belakang Bandung United dan tinggal berhadapan dengan penjaga gawangnya Reky Rahayu.

Namun, meski sudah ada di depan gawang bola yang ditendangnya justru masih melambung dan skor 0-0 pun bertahan sampai wasit Chorudin asal yogyakarta meniupkan peluit panjang tanda pertandingan berakhir.

Pelatih Bandung United Liestiadi mengatakan, secara hasil dirinya bersyukur karena timnya bsia mendapat satu poin pertama di Liga 2. Namun, jika dilihat dari permainan dirinya mengaku kecewa karena banyak peluang tercipta tetapi gagal berbuah gol.

“Karena terus terang, semuanya bisa melihat di lapangan tadi kita unggul dari shoot on goal dan ball possesion. Bahkan kita menguasi jalannya permainan, tapi yang menerjemahkan di lapangan bukan pelatih, tapi pemain. Ini juga menjadi bahan evaluasi khsusunya penyelesaian akhir saat di depan gawang,” katanya.

Liestiadi mengatakan, timnya banyak dihuni oleh pemain muda. Selain itu ekpektasi yang ditargetkan terlalu tinggi yaitu bisa meraih kemenangan di kandang, sehingga tekanan menjadi berlipat.

Namun, secara keseluruhan dan permainan para pemain sudah berjuang maksimal walaupun banyak peluang yang gagal dikonversi menjadi gol. “Secara permainan saya cukup senang tetapi jika melihat hasil tentunya kecewa,” ujarnya.

Dia menambahkan, setelah pertandingan ini jajaran pelatih akan langsung melakukan evaluasi sebelum kembali menjalani laga melawan Persibat Batang. “Saya berharap lawan Persibat Batang nanti kita bisa mencetak banyak gol,”ucapnya.

Sementara itu pelatih PSPS Riau Bona Simanjuntak meengatakan, hasil satu poin ini sangat disyukuri karena timnya bisa mencuri poin di kandang lawan pada pertandingan tandang pertama, setelah meraih hasil negatiif di dua pertandingan kandang.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pemain yang telah berjuang habis-habisan. Kita datang kesini untuk mendapatkan poin dan kita bersyukur bisa mendapat satu poin. Kami telah berusaha keras dan akhirnya bisa menadapat poin penting di laga tandang apalagi tim ini (Bandung United) dilatih oleh pelatih Liestiadi yang memiliki pengalaman,” katanya.

Bona mengatakan, sebelum pertandingan dirinya telah menginstruksikan kepada para pemainnya untuk bermain menyerang. “Kita melihat situasi kalau kita mendapatkan bola kita menyerang, kalau kehilangan bola maka kita harus bertahan,” tuturnya.***

Bagikan: