Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sedikit awan, 25.3 ° C

Zohri Fokus Perbaiki Catatan Waktu di Bawah 10 Detik

Wina Setyawatie
SPRINTER Lalu Muhammad Zohri*/ANTARA
SPRINTER Lalu Muhammad Zohri*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Sudah pernah tampil di Asian Games 2019, kini sprinter muda nasional Lalu Muhammad Zohri ingin lebih fokus ikut dalam kejuaraan level dunia. Mengingat kini dia sudah mendapatkan tiket Olimpiade Tokyo 2020, Zohri pun ingin memperbaiki catatan waktunya di bawah 10 detik. 

Nama Zohri sendiri masuk dalam Surat Keputusan (SK) Pelatnas SEA Games 2019 dari Kemenpora, namun karena fokusnya saat ini adalah untuk bisa tampil di kejuaraan dengan lebih tinggi, jelang Olimpik, maka dirinya berharap masih ada opsi dia tidak perlu diturunkan di SEA Games.
 
"Saya sebenarnya tidak terlalu 100 persen ingin turun di SEA Games, meski ini merupakan SEA Games pertama. Karena kemarin sudah turun di Asian Games, makanya saya ingin kejar poin di kejuaraan yang lebih tinggi jelang olimpik, seperti Kejuaraan Dunia dan kejuaraan lain yang level diamond league," tukasnya saat ditemui di mess pelatnas atletik, di kawasan Permata Hijau, Senayan, Jakarta.
 
Zohri namun menyerahkan keputusannya kepada Ketua Umum PB PASI dan pelatihnya. Jika dirinya tetap diminta turun, maka dia mengaku siap berlomba. 

"Tergantung pengurus. Saya kalau diturunkan siap-siap saja. Kalau tidak, berarti saya bisa fokus ke kejuaraan yang lebih besar. Bila turun pun harus bisa medali, dan kalau bisa di tiap kejuaraan targetnya dapat mencatatkan waktu lebih baik lagi. Saya pribadi ingin lari di bawah 10 detik," kata sprinter asal NTB Utara tersebut.

Penguatan otot kaki

Saat ini, Zohri mengaku sedang masa persiapan untuk menuju ke Kejuaraan Dunia, 28 September-6 Oktober mendatang di Doha, Qatar. Paska cedera lutut kiri, dia kini mulai masuk masa penguatan otot kaki. Dia pun mengaku sudah mulai berlatih seperti biasa. 

Zohri mendapatkan cedera setelah tampil pada ajang kualifikasi olimpik di Kejuaraan Seiko Golden Grand Prix 2019 di Osaka, Jepang, Mei lalu. Karena cederanya itu, dia pun sempat absen tampil di Asia Grand Prix 2019 seri pertama di Tiongkok, Juni lalu. 

"Sejak dua hari lalu sudah mulai latihan normal. Kata dokter tidak terlalu parah, dan sudah diberikan terapi gerakan. Tidak terasa sakit lagi. Sebelumnya ngilu di lutut sebelah kiri, karena kaki saya kan panjang sebelah. Hingga tumpuan beban memang lebih banyak di kiri. Saat ini latihannya penguatan otot dan menjaga agar tidak cedera lagi," tuturnya. 

Keinginan Zohri untuk fokus di kejuaraan dunia pun bak gayung bersambut. Ketua Umum PB PASI, Bob Hasan pun mengatakan jika lebih baik SEA Games diikuti oleh para atlet muda saja. Karena menurutnya, sudah saatnya untuk level SEA Games tidak terlalu mengandalkan atlet senior lagi, seperti Zohri atau Emilia Nova (lompat gawang putri) lagi. 

"Ya asalkan dia tidak cedera silakan saja. Hanya saja, sebaiknya SEA Games ini jadi ajang untuk atlet muda. Sebab kami ingin menciptakan regenerasi yang bagus untuk PASI, hingga nanti saya tidak pusing kalau Zohri sakit bagaimana. Pelapisnya banyak ada 5 hingga 10 orang, jadi harusnya siapa saja yang kita kirimkan ke SEA Games tidak masalah," ucapnya. 

Selain ingin melakukan regenerasi, menurut Bob, pihaknya pun tidak ingin terlalu memforsir Zohri. Sebab waktu pelaksanaan Kejuaraan Dunia di Doha nanti hanya terpaut satu bulan sebelum SEA Games Filipina. 

"Harusnya kirim pengganti tidak masalah. Masih ada Joko Adi dari Jawa Timur yang kualitasnya sama. Terlebih, kita tidak ada target muluk di SEA Games nanti," imbuh Bob meyakini.***

Bagikan: