Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

Masih Banyak Salah Persepsi Law Of The Game, Bagaimana Aturan Permainan Sepak Bola Seharusnya?

Miradin Syahbana Rizky
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Manager Penugasan Wasit Kota Bandung, Dadang Sutisna mengatakan bahwa saat ini masyarakat banyak yang keliru mengenai "Law Of The Game" (aturan permainan sepak bola) versi FIFA yang terbaru. Menurut dia meski terdapat perubahan, namun peraturan tersebut tidak begitu jauh berbeda dengan peraturan sebelumnya.

"Yang banyak disalahpersepsikan misalnya, mengenai 'handsball', jadi masih banyak yang beranggapan kalau bola menyentuh tangan meski dalam kondisi apapun itu pelanggaran, namun dalam kondisi tertentu tidak, jadi ada aturannya, lebih jelasnya mungkin pada praktik di lapangan," kata Dadang dalam acara Workshop Pengembangan SDM Askot PSSI Kota Bandung, di Stadiun GBLA, Kota Bandung, Senin, 24 Juni 2019.

Termasuk dalam proses penalti di dalam pertandingan (pelanggaran), pemain masih diperbolehkan untuk melakukan 'rebound' dengan syarat tertentu. Misalnya penembak bisa melakukan rebound saat bola ditepis kiper dan tidak diperkenankan melakukan rebound pada saat tembakan memantul ke mistar gawang. 

"Kalau bola membentur mistar gawang boleh di rebound namun bukan oleh penendang (penyerang), tapi rekan satu tim penembak yang berada di luar, tambahan untuk posisi kiper, pada saat penalti salah satu bagian kaki wajib menginjak garis, termasuk tidak boleh memberi syarat tertentu dengan menggerakan tangan," katanya. 

Sedangkan untuk peraturan yang menyangkut wasit, jika sebelumnya wasit dianggap sebagai bagian dari permainan terutama saat tidak sengaja menyentuh bola. Kali ini hal tersebut tidak diberlakukan. 

"Kalau bola menyentuh wasit sekarang diberlakukan dropball, kalau dulu dianggap sebagai bagian dari permainan sekarang tidak. Kalau kejadian itu terjadi di bagian 16, dropball diberikan untuk tim bertahan jika diluar diberikan kepada tim yang sedang melakukan serangan," ujarnya. 

Meski masih banyak yang harus dijelaskan, ia menilai bahwa peraturan yang baru ini sangat membantu proses jalannya pertandingan. Dan mengurangi resiko perdebatan di lapangan. 

"Tentu bisa mengurangi perdebatan, bahkan sekarang proses pergantian pemain tidak harus di sisi garis tengah lapangan. Itu untuk mempercepat proses berjalannyan kembali pertandingan, jadi bisa dimana saja mengingat dalam beberapa kondisi pergantian pemain selalu dimanfaatkan untuk membuang waktu," katanya. 

Peraturan baru FIFA sendiri dikatakan baru dikeluarkan pada 1 Juni dimana AFC dikabarkan baru menganjurkan hal tersebut pada 20 Agustus mendatang. " AFC menganjurkan mensosialisasikan ini pada 20 Agustus, tapi kita sudah lebih dulu. Minimal untuk lebih memperkuat pengetahuan dan perkembangan sepak bola yang baru, ini bagus untuk wasit kita mengingat baru wasit Liga I saja yang diberikan," katanya.

Sedangkan Sekjen Askot PSSI Kota Bandung, Nono Tugiono berharap Workshop kali ini bisa ikut meningkatkan kualitas SDM persepak bolaan di Kota Bandung. "Kita berharap worksop ini bisa memperkuat pengetahuan serta kualitas SDM kita mulai dari aturan baru dan filenesia," katanya. 

Sedangkan Wakil Ketua Umum Askot PSSI Kota Bandung, Laga Sudarmadi, menganggap bahwa peningkatan SDM perlu dilakukan untuk menambah kualitas para personel dilapangan termasuk wasit, pelatih dan perangkat pertandingan. "Jadi kegiatan ini dilaksanakan sebagai amanat kongres dimana salah satunya adalah pengembangan SDM," katanya.***

Bagikan: