Pikiran Rakyat
USD Jual 14.075,00 Beli 14.173,00 | Sebagian cerah, 31.4 ° C

Menang Atas Vanuatu, Lini Belakang Timnas Masih Harus Dievaluasi

Wina Setyawatie
PESEPAK bola timnas Indonesia Alberto Goncalves (tengah) bersama Andik Vermansah (kiri) dan Irfan Bachdim (kanan) melakukan selebrasi seusai mencetak gol ke gawang Vanuatu pada pertandingan persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu, 15 Juni 2019.*/ANTARA FOTO
PESEPAK bola timnas Indonesia Alberto Goncalves (tengah) bersama Andik Vermansah (kiri) dan Irfan Bachdim (kanan) melakukan selebrasi seusai mencetak gol ke gawang Vanuatu pada pertandingan persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu, 15 Juni 2019.*/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Kemenangan besar 6-0 dalam laga uji coba melawan Timnas Vanuatu tidak membuat Pelatih Timnas Senior Simon McMenemy puas. Kinerja lini belakang dinilai masih harus dievaluasi.

Jumlah gol dinilainya bukan hal yang utama dalam uji coba ini, namun, menurut Simon adalah bagaimana pemainnya mulai bisa menerjemahkan pola yang diinginkannya. Bagaimana pemain bisa menguasai permainan, tidak terburu-buru menyerang, bisa mengontrol bola, dan bermain sabar. 

"Pemain sudah tahu kapan menyerang dan bertahan. Kami bisa cetak lebih dari 6 gol, tapi bisa kebobolan 3 gol. Itu yang saya tidak suka," kata McMenemy usai laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu, 15 Juni 2019.

Peluang kebobolan itu yang membuat Simon memberikan perhatian khusus kepada kinerja pemain belakangnya. Karena menurutnya sebuah permainan itu dimulai dari belakang. 

"Kita punya kapasitas tersebut. Hanya tinggal meningkatkan kecepatan, passing, dan kecepatan mengambil keputusan pada saat pegang bola. Kami mendapatkan banyak pelajaran, meski ini hanya dengan Vanuatu. Karena kedepan, kita akan menghadapi negara yang lebih besar," tukasnya. 

Pada September nanti, Timnas senior akan melakoni putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Indonesia menempati pot 5 bersama Singapura, Nepal, Kamboja, Bangladesh, Mongolia, Guam, TBC (Makau/Sri Lanka). Menempati pot terakhir tidak menguntungkan bagi Garuda, mengingat Indonesia berpotensi bergabung dalam grup yang lebih berat. Nantinya, 8 juara grup ditambah empat runner-up terbaik berhak untuk lanjut ke putaran ketiga.

Hasil putaran kedua ini juga berlaku sebagai kualifikasi Piala Asia 2023. Ke-12 tim yang lolos putaran ketiga, mendapatkan tiket otomatis keputaran final Piala Asia 2023. Sisanya hasil melewati play-off kualifikasi Piala Asia 2023 terlebih dulu.

"Menuju kualifikasi Piala Dunia, kita masih ada dua bulan. Kami sudah berdiskusi tentang apa yang mau dilakukan, dan rencananya saya ingin bisa mengumpulkan pemain lebih dini sebelum tampil di kualifikasi Piala Dunia 2022. Rencananya, minimal dua pekan sebelum pelaksanaan babak kualifikasi dimulai," kata Simon. 

Dirinya sadar hal itu tidak akan mudah, karena Liga 1 pun akan mulai. Pemain tentu dibutuhkan klub dalam tiap pertandingannya, ketika pemainnya dipanggil, Simon tahu bila dia akan diprotes oleh para pelatih klub. Namun dirinya berharap klub bisa memakluminya agar pemainnya tidak terkendala dengan izin klub pada saat dipanggil.  

"Kompetisi penting, tapi Timnas Indonesia juga membutuhkan pemain untuk persiapan diri lawan tim besar, mungkin dua minggu persiapan. Jadi saya ingin menampung semua masukan dari semua pihak terkait," ucapnya.***

Bagikan: