Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Umumnya berawan, 20.7 ° C

Indonesia Dapat Tambahan Kuota Atlet Olimpiade Tokyo 2020

Wina Setyawatie
null
null

JAKARTA, (PR).- Indonesia menambah kuota atlet Olimpiade Tokyo 2020 dari cabang panahan. Kuota tersebut didapatkan dari Riau Ega Agatha dan Dianandra Choirunnisa dari nomor recurve individual putra dan putri. 

Dengan hasil tersebut, maka panahan menjadi cabor kedua yang meloloskan atletnya setelah atletik lewat Muhammad Lalu Zohri. Ega dan Choirunnisa memperoleh kuota Olimpiade setelah menempati top 3 dalam Asian Games 2018.

Sesuai dengan Sistem Kualifikasi - Olimpiade Games Ke-32 - Tokyo 2020 yang dikutip dari worldarchery.org, Sabtu 15 Juni 2019, kepastian Ega dan Dianandra mendapatkan kuota memang harus menunggu hingga Kejuaraan Dunia Panahan 2019 di s-Hertogenbosch, Belanda, 10-16 Juni 2019 ini. 

Dimana delapan besar nomor tim di Kejuaraan Dunia ini otomatis mendapatkan tempat di Olimpik. Empat individu dari delapan tim tersebut yang belum lolos kualifikasi, otomatis memperoleh tiket menuju Tokyo untuk negaranya. 

Hingga pemenang/atlet peroleh medali di "continental games" Asia, Amerika, dan Eropa mendapatkan kuota extra bila pemanah yang rangkingnya di atas mereka menempati posisi delapan besar nomor tim di Kejuaraan Dunia 2019. Di Asian Games (continental games Asia) 2018, Riau Ega mendapatkan medali perunggu di individual recurve putra dan Choirunnisa memperoleh perak di individual recurve putri.

Di atas Ega yang kini menempati peringkat 50 dunia, ada pemanah Kazakhastan Sultan Duzelbayev. Kazakhastan sendiri di kejuaraan dunia ini menempati posisi 5/6 nomor beregu, dibawah Tiongkok, India, Korea, Belanda, dan Australia. 

Sementara di putri, di atas Choirunnisa yang kini di 63 besar dunia ada pemanah Malaysia, Nur Afisa Abdul Halil. Namun, karena Malaysia tidak lolos 8 besar beregu, maka yang dilihat adalah hasil Korea, dimana di posisi 62 ada Ki Bo Bae. Korea sendiri di 8 besar nomor beregu putri menempati top 2 bersama Taiwan.  

Medali emas

Sekretaris Jenderal PP Perpani, Rizal Bernadi yang mendampingi tim di Belanda, saat dihubungi media, Jumat (14/6/2019), langsung mengkonfirmasi hal tersebut kepada perwakilan Federasi Panahan Dunia (FITA). Dia pun memastikan benar. 

"Jadi kemarin yang mendapatkan tiket Olimpiade waktu Asian Games hanya yang memperoleh medali emas. Ternyata di Kejuaraan Dunia ini pemanah yang memiliki rangking di atas Ega dan Choirunnisa mendapatkan tiket olimpik via nomor beregu. Jadi otomatis jatah mereka turun ke Ega dan Choirunnisa. Karena di tiap negara yang dapat tiket tiga pemanah," ujarnya.
 
Kuota yang didapat Indonesia untuk masuk Olimpiade, sementara ini lewat negara, artinya 1 negara 1 pemanah. Sehingga, kata Rizal, masih belum ditentukan apakah Riau Ega atau Choirunnisa yang akan mewakili Merah Putih di Tokyo nanti. Kalau Indonesia mau meloloskan nomor beregu, maka harus ikut "final team qualification tournament" pada Juli mendatang di Berlin. 

"Nah, kalau kita ikut beregu dan mendapatkan kuota olimpik, maka tiket olimpik Ega dan Choirunnisa dikasihkan kepada pemanah berikutnya di bawah peringkat dunia mereka. Tapi di Kejuaraan Dunia ini kita sudah gagal di beregu, jadi tiket diperoleh mereka dari nomor perorangan," imbuhnya.   

Di Kejuaraan Dunia Panahan 2019 ini, Indonesia bisa dibilang gagal total. Menurunkan 16 pemanah putra dan putri, pencapaian terbaik di putra adalah babak kedua. Ega yang menjadi andalan Merah Putih kandas di tangan pemanah Malaysia, Khairul Anuar Mohamad setelah kalah angka 2-6. 
Sementara di putri, Choirunnisa bahkan tidak mampu menembus babak kualifikasi. Pencapaian terbaik di sektor ini adalah babak pertama oleh Linda Lestari. Namun sayang, dia takluk di tangan pemanah Denmark, Maja Jager 4-6.***

Bagikan: