Pikiran Rakyat
USD Jual 13.961,00 Beli 14.059,00 | Cerah berkabut, 30.7 ° C

Wushu Jabar Pertanyakan Anggaran Babak Kualifikasi PON XX

Irfan Subhan
Ilustrasi.*/REUTERS
Ilustrasi.*/REUTERS

BANDUNG, (PR).- Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Indonesia Jawa Barat mempertanyakan belum cairnya anggaran untuk Babak Kualifikasi PON XX. Hal ini mengingat tim wushu Jabar akan mengikuti BK PON yang akan dilakukan pada tanggal 20-28 Juni di Bangka Belitung.

Ketua Umum Pengprov WI Jabar Edwin Senjaya mengatakan, hingga saat ini dana anggaran untuk babak kualifikasi PON dari KONI Jabar belum diterima sama sekali, padahal waktu sudah semakin mepet.

“Sampai hari ini kita belum menerima anggaran untuk babak kualifikasi. Sementara yang paling krusial itu kta harus pesan tiket pesawat dan akomodasi hotel untuk atlet dan ofisial selama mengikuti babak kualifikasi di sana,” tuturnya saat dihubungi, Jumat, 14 Juni 2019.

Edwin mengatakan, tim wushu Jabar sendiri akan menurunkan 105 atlet pada babak kualifikasi PON nanti yang terdiri dari 30 atlet di kategori senior dan 75 atlet di kategori junior.

Dia menambahkan dana talang sebesar Rp 100 juta dari KONI Jabar tentunya tidak akan mencukupi kebutuhan tim untuk menghadapi babak kualifikasi PON XX itu. Bahkan wushu Jabar telah melakukan persiapan menghadapi babak kualifikasi sejak September 2018 meski tanpa dukungan anggaran dari KONI Jabar.

Agar persiapan bisa berjalan dengan lancar, Pengprov WI Jabar pun mensiasati keterbatasan anggaran dengan cara patungan di antara pengurus hingga mencari sponsor untuk persiapan tim.

“Memang ada dana talangan dari KONI Jabar sebesar Rp100 juta seperti yang dijanjikan Ketua Umum (Ahmad Saefudin), tapi mana cukup untuk membiayai kebutuhan tim menuju babak kualifikasi. Mau tidak mau, kami patungan, ditambah mencari dana lain melalui sponsor. Ini demi nama baik dan prestasi Jabar,” katanya.

Jika terus dihadapkan pada kondisi seperti ini, target untuk mempertahankan juara umum bagi Jabar di PON XX/2020 Papua nanti akan sangat berat, karena daerah lain sudah menyiapkan atletnya dengan sangat baik.

“Kalau kondisinya seperti ini terus, jangan harap Jabar bisa mempertahankan juara umum PON pada tahun 2020 mendatang. Ini bukan pesimis, tapi segala sesuatu harus ada perhitungannya,” ujarnya.

Polemik KONI Jabar

Edwin mengatakan, kesulitan anggaran yang dihadapi saat ini tidak terlepas dari polemik kepemimpinan KONI Jabar. Bahkan penandatanganan (Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara KONI Jabar dengan pihak Pemprov Jabar yang diwakili Dispora Jabar dinilai telat dan berakibat pada lambatnya proses pencairan anggaran.

“Jangan sampai tenaga para atlet terus diperas, tetapi kesejahteraan mereka tidak diperhatikan. Uang memang bukan segalanya, tapi atlet butuh suplemen, nutrisi dan hal lain untuk menunjang prestasi. Kasihan mereka, jangan sampai atlet dikorbankan,” katanya.

Pada PON XX/ 2020  di Papua nanti, tim Wushu Jabar menargetkan bisa mengulang prestasi pada PON XIX/2016 Jabar yaitu meraih 4 medali emas, 2 medali perak dan 6 medali perunggu.***

Bagikan: