Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Cerah berawan, 26.4 ° C

Pecatur Medina Warda Aulia Senang Bersaing di Kelompok Putra

Wina Setyawatie
ILUSTRASI olah raga catur.*/DOK. KABAR BANTEN
ILUSTRASI olah raga catur.*/DOK. KABAR BANTEN

JAKARTA, (PR).- Pecatur putri Indonesia, WGM Medina Warda Aulia mengejar norma Master Internasional (IM) di Kejuaraan Japfa Grand Master & Women Grand Master Tournament 2019 yang akan digelar di Yogyakarta, 13-21 Juni ini. Guna mewujudkan targetnya, Medina akan bersaing di grup putra, bersama 11 pecatur dari lima negara peserta, termasuk GM Susanto Megaranto. 

"Targetnya di kejuarana ini adalah untuk mengejar Elo rating dan kalau bisa memastikan norma Internasional Master (IM) putra. Susah 3 kali sebenarnya mendapatkan norma putra tersebut sejak 2017 lalu, tapi entah mengapa masih belum bisa diproses. Jadi butuh satu turnamen lagi guna memastikan norma tersebut di tangan," katanya saat jumpa pers di Hotel Century, Jakarta, Senin 10 Juni 2019. 

Medina memastikan dirinya memang akan turun di bersama grup putra. Bersaing dengan GM Susanto dan GM Dimitry Kokarev (Rusia) dan GM Ivan Sokolov (Belanda) sebagai tiga unggulan teratas kejuaraan ini. 

Mengapa turun di putra, itu karena dia diminta oleh Ketua Umum Percasi Utut Adianto untuk meningkatkan Elo ratingnya dan menguatkan mutu permainan. Mengingat dia akan menjadi salah satu wakil Indonesia di Piala Dunia Catur 2019, September mendatang di Rusia. 

Menurut Utut, rating Medina pernah menjadi yang tertinggi (putri) di Indonesia pada 2015 lalu. Namun, sayangnya, dalam empat tahun ini, ratingnya semakin menurun dan bahkan tidak naik-naik. 

"Mengingat dirinya dua bulan lalu, dia juara di Asian Chess Championship Fide Zone 3.3 di Ulanbataar, Mongolia dan mendapatkan tiket Piala Dunia 2019, maka dia harus mempersiapkan dirinya. Kalau di turnamen Japfa ini dia bisa mendapatkan norma IM-nya malah lebih bagus. Guna menambah kepercayaan dirinya," tukas Utut. 

Mengasah kemampuan

Medina sendiri mengaku lebih senang bersaing dengan para pecatur putra. Karena hal itu, menurutnya bisa lebih mengasah kemampuan untuk mengeluarkan ide strategi.

"Melawan putra itu lebih menantang, saya suka. Karena bisa tambah pengalaman. Mereka bermainnya lebih agresif dan itu bisa mengasah skill saya untuk mengeluarkan ide-ide strategi yang lebih gila lagi. Di Mongolia kemarin juga main di putra, bisa jadi modal bagus di kejuaraan nanti," ucapnya. 

Japfa Grand Master & Women Grand Master Tournament 2019 itu sendiri akan diikuti oleh 24 pecatur putra dan putri dari 10 negara peserta Eropa dan Asia. Mereka akan menjalani 11 babak. Dengan digelarnya turnamen ini, maka targetnya selain bisa menembuskan Medina meraih gelar normanya, juga untuk meningkatkan rating pecatur nasional lainnya. 

"Dan khusus untuk Medina serta Susanto bisa jadi ajang latih tanding untuk persiapan ke Piala Dunia 2019 nanti," tambah Utut. 

Pada Piala Dunia 2019 nanti, Medina sendiri memiliki ambisi yang cukup besar. Dia ingin memecahkan catatan pecatur Indonesia selama ini yang selalu mentok di babak pertama. Pecatur asal Bekasi tersebut yakin dia bisa menembus setidaknya hingga babak 3. 
"Kalau saya sih yakin bisa memecahkan hasil buruk pecatur Indonesia selama ini yang hanya mencapai babak pertama saja. Target saya justru minimal bisa tembus hingga babak 3," pukasnya.***

Bagikan: