Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya cerah, 28.8 ° C

Indonesia Mengejar Tiket World Cup 2023

Wina Setyawatie
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

JAKARTA, (PR).- Indonesia akan mulai menjalani babak kualifikasi FIBA Asia guna memperebutkan tiket menuju FIBA Asia 2021. Ini menjadi momentum penting untuk bisa mengejar tiket menuju World Cup 2023 dimana Indonesia akan menjadi tuan rumah. 

Ada 24 negara yang berpartisipasi di kualifikasi yang akan berlangsung pada akhir November hingga awal Desember 2019, dan Februari 2020 ini. Ke-24 negara tersebut terbagi dalam enam grup. Berdasarkan hasil undian kualifikasi FIBA Asia 2021 yang berlangsung di Bengaluru, India, pekan lalu, Indonesia masuk di Grup A bersama Filipina, Thailand, dan Korea Selatan. 

Sementara Taiwan, Jepang, Malaysia, dan Tiongkok menempati Grup B. Di Grup C ada Australia, Hong Kong, New Zealand, Guam. Lalu di Grup D akan bersaing Bahrain, Lebanon, India, serta Irak. 
Grup E dihuni oleh Saudi Arabia, Syria, Qatar, dan Iran. Sementara grup terakhir, yakni di Grup F ada Jordania, Kazakhstan, Sri Lanka, dan Palestina.

Anggota FIBA Central Board, Erick Thohir, Senin 10 Juni 2019 di Jakarta mengatakan jika undian untuk babak Kualifikasi FIBA Asia ini baru pertama kali dilakukan. Sebelumnya format FIBA Asia tidak menggunakan sistem kualifikasi tapi berdasarkan peringkat. 

Dengan sistem kandang-tandang, Indonesia menurut Erick memiliki dua keunggulan. Pertama bisa mendapatkan lawan tanding yang memiliki prestasi regional dan Asia (di grup A), hingga bisa meningkatkan kualitas permainan Timnas. 

"Kedua, pertandingan kandang bisa jadi ajang pemanasan untuk kita (Indonesia -Red.) yang akan menjadi tuan rummah FIBA World Cup 2023 bersama Filipina dan Jepang. Ini jadi uji coba sejauh mana kesiapan kita, sekaligus mengevaluasi kekurangan yang ada," tuturnya. 

Lewat sistem tersebut, maka Indonesia memiliki dua jendela dimana Indonesia berkesempatan untuk bisa menjadi tuan rumah di babak pertama, yakni antara 25 November-3 Desember 2019 dan 25 Februari 2020. Serta satu kesempatan untuk tuan rumah babak kedua pada 20-25 November 2020.
Dua tim teratas masing-masing grup langsung meraih tiket putaran final. Enam negara di peringkat ketiga klasemen akan menjalani putaran kedua untuk memperebutkan empat slot dari total 16 peserta. 

Verifikasi

Sebagai kandang Timnas, Indonesia mengajukan Britama Arena - Mahaka Square, Kelapa Gading Jakarta. Sebagaimana persyaratan FIBA, venue pertandingan sebelumnya akan jalani verifikasi yang akan dilakukan oleh perwakilan FIBA Asia pada Juli 2019 nanti.

"Jadi mereka akan melihat kesiapan venue pertandingan yang akan dipergunakan. Saat ini Britama sedang dalam tahap renovasi. Begitu juga ketersediaan dan kelayakan hotel untuk tim tamu dan wasit FIBA," kata Erick menambahkan. 

Untuk Timnas sendiri, Erick mengaku bersama Perbasi akan mencari dukungan pihak swasta lewat sponsorship serta media partner untuk memperkuat Timnas di ajang tersebut. 

Indonesia sendiri lolos ke kualifikasi FIBA Asia 2021 setelah finis di posisi empat besar pra-kualifikasi FIBA Asia 2021 Regional Timur akhir Desember tahun lalu di Nothanburi, Thailand. Dengan catatan tiga kemenangan dan dua kekalahan di babak kedua, Indonesia menempati posisi keempat. Di posisi tiga besar pra-kualifikasi ada Guam, Malaysia, dan Thailand.

Manajer Timnas Basket Putra Indonesia, Fareza Tamrella mengatakan jika pihaknya akan membagi dua rencana, mengingat di akhir tahun ini juga ada SEA Games 2019 di Filipina yang juga akan menggunakan Timnas yang sama untuk babak kualifikasi FIBA Asia ini. 

"Jadi ada plan A dan plan B. Asumsi A, kalau dapat jadwal 25-28 November nanti, ada waktu untuk bisa menggunakan tim yang sama di SEA Games nanti. Namun, kalau ternyata Indonesia mendapatkan jadwal tanding pada 28 November-3 Desember 2019, maka kami harus menyiapkan dua tim yang berbeda. Makanya untuk mempersiapkan dari saat ini kami sudah mulai harus memanggil 20 pemain. Kalau di bagi dua tim, maka Tim I yang akan ke SEA Games, dan Tim II akan berlaga di Kualifikasi FIBA Asia," tukasnya. Bila nantinya Indonesia bisa lolos ke babak kedua, maka di leg 2 menurutnya, Timnas bisa kembali diperkuat oleh tim I di Kualifikasi FIBA Asia.***

Bagikan: