Pikiran Rakyat
USD Jual 14.426,00 Beli 14.126,00 | Sedikit awan, 22.6 ° C

Susy Susanti: Kemenangan Jonatan Christie Modal Positif untuk Menatap Olimpiade Tokyo

Wina Setyawatie
PEBULU tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie.*/ANTARA
PEBULU tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie.*/ANTARA

SYDNEY, (PR).- Jonatan Christie merebut gelar super series keduanya. Dia meraih gelar setelah menundukkan kompatriotnya Anthony Sinisuka Ginting dalam final sesama Indonesia di Australia Open 2019.

Berlangsung di Quaycentre, Sydney, Australia, Minggu, 9 Juni 2019, Jonatan petik kemenangan ketat 21-17, 13-21, 21-14 dalam permainan yang berlangsung selama lebih dari satu jam. Ini menjadi pertemuan kelima bagi kedua pemain. Sejauh ini, Jonatan sementara unggul di tiga pertandingan.

Bagi Jonatan, ini merupakan gelar keduanya setelah sebelumnya April lalu menjuarai New Zealand Open 2019. Sementara untuk Anthony, ini merupakan hasil terbaik keduanya, setelah sebelumnya dia juga menjadi runner-up di Singapore Open bulan lalu.

Mengomentari hasil tersebut, Kabid. Binpres PBSI Susy Susanti saat dihubungi "PR", Minggu, 9 Juni 2019, mengatakan hasil ini bisa menjadi modal bagus untuk menambah kepercayaan diri, meningkatkan poin, dan rangking kedua tunggal putra Indonesia tersebut untuk menatap Olimpiade Tokyo tahun depan. Hanya saja, dirinya tetap menilai jika masalah konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah untuk kedua pemainnya.

"Kalau dilihat tunggal putra ini secara konsistensi, meski juara, masih naik turun. Sekarang bisa "All Indonesian finals", padahal waktunya mepet dengan Sudirman. Ini sebenarnya kan mereka bisa. Tapi, kalau performa mereka lagi tidak bagus bisa kalah. Jadi bagi Jonatan, ini ibarat membayarkan hasil yang mengecewakan di Sudirman kemarin, dimana dia tidak bisa menyumbang poin," ujarnya.

Keduanya, dinilai masih butuh kematangan lagi. Terlebih keduanya merupakan pemain yang punya prospek bagus. Hal itu, yang menurutnya harus terus diasah terus.

"Karena sebenarnya dengan menjadi juara, mereka membuktikan bahwa mereka pantas dan layak untuk bisa masuk dalam jajaran top dunia," tuturnya.

Menurut Susy, yang harus terus diasah yakni, bagaimana pola permainan dan strategi mereka pada saat dibawah tekanan. Karena dari evaluasi kekalahan sebelumnya, saat kedua pemain ini dibawah tekanan, mereka sulit untuk bisa keluar.

"Berbeda pada saat mereka unggul, mereka bermain luar biasa dan enak dilihat. Seperti di Australia ini. Saya lihat ini lebih ke bagaimana mereka bisa menerapkan pola dan strategi yang pas pada saat yang tepat. Kita butuh kerja keras, pekerjaan rumahnya adalah mempertajam kelebihan mereka dan mematangkannya," ujarnya.***

Bagikan: