Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Umumnya berawan, 20 ° C

PSSI Berencana Serius Kelola Pemasukan dari Merchandise

Wina Setyawatie
PSSI membuka Garuda Store dan Garuda Cafe di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat, 31 Mei 2019. Garuda Store akan menjual merchendise resmi Timnas Indonesia dan apparel lisensi lainnya di bawah PSSI, sementara Garuda Cafe diharapkan akan jadi pusat para suporter Indonesia.*/WINA SETYAWATI/PR
PSSI membuka Garuda Store dan Garuda Cafe di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat, 31 Mei 2019. Garuda Store akan menjual merchendise resmi Timnas Indonesia dan apparel lisensi lainnya di bawah PSSI, sementara Garuda Cafe diharapkan akan jadi pusat para suporter Indonesia.*/WINA SETYAWATI/PR

 

JAKARTA, (PR).- PSSI mulai serius untuk mencari pemasukan dari sektor merchandise dengan membuka Garuda Store dan Garuda Cafe di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Ini merupakan salah satu unit usaha PSSI yang diharapkan bisa jadi pusat para suporter Timnas Indonesia. 

Garuda Store menjual semua produk resmi Timnas Indonesia dan lisensi lain yang bekerja sama dengan PSSI. Kedepannya diharapkan juga bisa menjadi pusat merchandise resmi klub-klub Liga 1 di Indonesia. 

Sementara untuk Garuda Cafe diharapkan bisa menjadi tempat untuk ajang silaturahmi para suporter Indonesia, media, maupun PSSI sendiri untuk sekedar mengobrol atau melakukan diskusi tentang sepak bola Indonesia. "Harapannya kedua unit usaha PSSI ini bisa jadi pusat untuk para suporter Indonesia. Kami juga akan mensosialisasikan kepada klub-klub agar bisa menempatkan beberapa stok merchandise resmi mereka untuk di "display" di Garuda Store atau bisa dipesan untuk klub tertentu dari sini. Ini juga untuk merangsang industri sepak bola di daerah makin baju serta aktivasi untuk fans juga. Jadi merupakan program usaha yang sudah digarap sejak dua tahun lalu dan alhamdulillah akhirnya bisa kesampaian dalam bentuk fisik di 2019 ini," kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria dalam Media Gathering di Garuda Store, SUGBK, Jumat, 31 Mei 2019.

Peluncuran resmi Garuda Store dan Garuda Cafe ini akan dilakukan pada 15 Juni mendatang, pada saat pertandingan FIFA match day antara Indonesia melawan Valuatu di SUGBK. Di Garuda Store bukan hanya jersey Timnas yang dijual, namun juga ada kaos, t-shirt, jaket, sweater dari merk yang telah terlisensi dengan PSSI, namun juga ada pernik lainnya, seperti kaos kaki, tas, syal, dan topi. 

Produk yang ditampilkan di Garuda Store memiliki rentan harga termurah Rp 30.000 untuk pernak pernik. Sementara untuk area baju dimulai dengan harga Rp 150 ribu hingga ratusan ribu yang termahal untuk jersey asli Timnas bermerk Nike. "Jersey asli timnas bermerk Nike memang tidak dipasang disini, tapi bisa dipesan di sini. Ada beberapa juga jersey timnas kategori ori yang dijual di "store". Kami juga menghadapkan ada "rain fashion" yang nantinya setelah kami luncurkan, sekitar Juli atau Agustus akan kami adalah "open design" untuk para fans Timnas. Nantinya design yang terpilih akan kami produksi bajunya dan kami juga di Garuda Store," katanya. 

Untuk pembelian produk-produk tersebut, menurutnya tidak hanya bisa dilakukan secara offline di Garuda Store, tapi juga online melalui website PSSI. PSSI belum berani menargetkan berapa pemasukan yang dibidik dari sektor usaha ini. Dalam tiga tahun kedepan, kata Tisha, pihaknya mungkin baru akan berbicara pengembalian modal terlebih dahulu. Mengingat ini investasi cukup besar yang PSSI keluarkan. 

Dengan adanya Garuda Store dan Garuda Cafe, apakah artinya Timnas akan terus berkandang di SUGBK. Tisha berharap hal itu bisa terjadi, mengingat SUGBK merupakan satu-satunya Stadium Nasional Indonesia.

"Dan kita pun judulkan Tim Nasional, jadi harapannya memang SUGBK bisa jadi pusat untuk beberapa pertandingan resmi. Meskipun opsi untuk menggelar pertandingan timnas di luar area Jakarta bahkan luar Jawa tidak tertutup juga. Hanya saja, tidak semudah itu untuk mendapatkan kesediaan lawan untuk melakukan penerbangan lagi dari Jakarta ke lokasi lainnya. Hal itu dinilai terlalu menyulitkan mereka. Hal itu yang mungkin harus kita bangun komunikasinya agar Timnas bisa berkandang di GBK," ucapnya.***

Bagikan: