Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 17.1 ° C

KLB PSSI Digelar di Jakarta, Agenda Tidak Berubah

Wina Setyawatie
LOGO PSSI.*/pssi.org
LOGO PSSI.*/pssi.org

JAKARTA, (PR).- Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada 13 Juli 2019 diputuskan digelar di Jakarta. Persiapan menuju KLB sudah dilakukan PSSI sejak sebulan lalu. 

"PSSI siap melaksanakan KLB. Kami telah mulai proses persiapannya sejak sebulan lalu begitu diputuskan. Tempat akhirnya diputuskan di Jakarta setelah meninjau secara transportasi dan akomodari lebih mudah jika terpusat. Lalu, pada 11-13 Juni sesuai dengan statuta, notifikasi undangan akan kami kirimkan kepada para peserta kongres beserta agendanya," kata Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria dalam acara media gathering di Garuda Store, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat, 31 Mei 2019.

Tidak ada perubahan agenda KLB. Sesuai dengan Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI pada 26 Mei 2019, ada tiga agenda yang akan dibahas dalam KLB. Pertama yakni amandemen statuta, kedua amandemen kode pemilihan, dan ketiga pemilihan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan. "Penetapan agenda ini dilakukan di rapat Exco, karena yang meminta KLB ini dari Exco. Agenda KLB ini pun sesuai dengan rekomendasi dari surat FIFA dengan tiga agenda tersebut," tukasnya. 

Untuk tanggal kongres pemilihan, menurut Tisha, tetap berjalan sesuai dengan yang ditetapkan pada Rapat Exco, yakni 25 Januari 2019. Desakan dari berbagai pihak untuk mempercepat kongres menurutnya tidak akan dipenuhi, karena menurutnya semua sudah sesuai dengan asistensi FIFA yang diberikan lewat surat bernomor SG/nak/Ini 24 April lalu yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal FIFA. Dimana pemilihan pengurus baru PSSI akan berlangsung pada Kongres Biasa.

"Jadi dalam suratnya FIFA meminta PSSI bahwa Kongres pemilihan yang dilaksanakan di Januari 2020 mendatang menjadi kongres bisa. Seyogyanya masa bakti kepengurusan PSSI saat ini berakhir pada November. Tapi sesuai surat FIFA dikatakan, bahwa pemilihan pengurus PSSI nanti adalah untuk periode 2020-2024. Jadi intinya percepatan pemilihan yang tadinya November dipindah ke Januari," ujar Tisha.

Asistensi FIFA

Hal lain, PSSI pun menegaskan segera meminta asistensi FIFA terkait dengan rencana penggunakan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di Liga 1 2019 ini. Dalam waktu satu bulan ini PSSI mengebut menyelesaikan kajian terkait infrastruktur, anggaran, serta regulasi FIFA terkait penggunaan VAR ini untuk dibawa ke FIFA, awal Juni nanti dalam kongres di Paris, Perancis. 

Menurut Tisha, tugas untuk kajian resmi soal infrastruktur dan anggaran, menurutnya diserahkan kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi. Sementara pihaknya, Kesekretariatan Jenderal PSSI, membuat kajian terkait regulasi. 

"Mengingat ada dasar-dasar regulasi FIFA yang harus kita patuhi sebelum kami menerapkan teknologi tersebut. Seperti jumlah minimum lisensi wasit yang akan mengoperasikannya di balik VAR, dll. Dua hal tersebut harus kita selesaikan dalam waktu singkat, dan dalam waktu tiga bulan kedepan kami mentargetkan harus ada progres," ucapnya. 

Tisha mengatakan, dirinya secara pribadi akan mendaftarkan pengajuan untuk penggunaan teknologi VAR di Liga 1 musim ini ke FIFA pada saat kongres, 5 Juni mendatang. Bahwa Indonesia sangat tertarik dalam penggunaan VAR dan akan memohon asistensi FIFA hingga musim 2020 mendatang.***

Bagikan: