Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 28 ° C

PSSI Minta Asistensi FIFA untuk Penggunaan VAR di Liga 1 2019

Wina Setyawatie
MENPORA Imam Nahrawi mendengarkan penjelasan mengenai penggunaan VAR di Liga Berjenjang Piala Menpora 2019 di Stadion Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Sabtu 16 Maret 2019.*/MIRADIN SYAHBANA RIZKY/PR
MENPORA Imam Nahrawi mendengarkan penjelasan mengenai penggunaan VAR di Liga Berjenjang Piala Menpora 2019 di Stadion Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Sabtu 16 Maret 2019.*/MIRADIN SYAHBANA RIZKY/PR

JAKARTA, (PR).- PSSI akan meminta asistensi FIFA terkait dengan rencana penggunakan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di Liga 1 2019 ini. Dalam waktu satu bulan ini, PSSI menyatakan akan secepatnya menyelesaikan kajian terkait infrastruktur, anggaran, serta regulasi FIFA terkait penggunaan VAR ini.

Setelah kajiannya usai, hasilnya akan dibawa ke FIFA sekitar awal Juni nanti dalam kongres di Paris, Perancis. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria, dalam acara media gathering di Garuda Store, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat, 31 Mei 2019.

Ia mengatakan, tugas untuk kajian resmi soal infrastruktur dan anggaran diserahkan kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi. Sementara, Kesekretariatan Jenderal PSSI akan membuat kajian terkait regulasi. 

"Mengingat ada dasar-dasar regulasi FIFA yang harus kita patuhi sebelum kami menerapkan teknologi tersebut. Seperti, jumlah minimum lisensi wasit yang akan mengoperasikannya di balik VAR, dll. Dua hal tersebut harus kita selesaikan dalam waktu singkat. Dan, dalam waktu tiga bulan ke depan, kami menargetkan harus ada progres," ucapnya. 

Tisha mengatakan, dirinya secara pribadi akan mendaftarkan pengajuan untuk penggunaan teknologi VAR di Liga 1 musim ini ke FIFA pada saat kongres, 5 Juni 2019 mendatang. Pengajuan itu akan menyatakan bahwa Indonesia sangat tertarik dalam penggunaan VAR dan akan memohon asistensi FIFA hingga musim 2020 mendatang.

PENGGUNAAN Video Assistant Referee/AFP

Seperti diberitakan sebelumnya, penggunaan teknologi VAR di Liga 1 2019 masih jadi perdebatan. PSSI sempat menegaskan akan menggunakan teknologi tersebut untuk menjaga kualitas kompetisi Liga 1 musim ini. Namun, Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang juga anggota Komite Eksekutif PSSI, Dirk Soplanit, mengatakan bahwa apa yang dilakukan hanya kajian dari sisi anggaran dan infrastruktur.

Ia mengatakan, belum ada kesepakatan untuk penggunaan VAR pada kompetisi kasta tertinggi musim ini. "Memang bahasannya terkait penggunaan VAR. Namun prosesnya tidak semudah itu, harus ada konsentrasi terkait dengan kualifikasi wasit, karena tidak bisa sembarang wasit yang bisa menggunakan VAR, harus yang kualitasnya mumpuni," ujarnya saat itu. 

Menurut dia, masih butuh pembahasan panjang untuk penggunaan teknologi tersebut. Bukan hanya soal kualitas wasit, tapi juga infrastruktur, dll. Karena itu, menurutnya, penggunakan teknologi tersebut baru bisa dilakukan pada kompetisi musim 2021. 

"Paling mungkin hanya ada alat kontrol untuk laga-laga yang diprediksi akan kontroversi, seperti menggunakan alat perekam. Tapi itu pun masih pembahasan. Bertahaplah, soalnya infrastruktur tidak murah," katanya.***

Bagikan: