Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Umumnya cerah, 22.2 ° C

Wasit FIBA Asal Cirebon Pimpin World Cup 2019

Wina Setyawatie
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

JAKARTA, (PR).- Wasit FIBA asal Cirebon, Hardja Jaladri akan menjadi salah satu wasit yang akan bertugas di FIBA World Cup 2019 di Tiongkok. Dia menjadi wasit pertama Indonesia yang ditunjuk oleh federasi bola basket dunia tersebut.

Perjalanannya untuk bisa terpilih dari 55 wasit lainnya yang juga akan bertugas pada 31 Agustus-15 September mendatang tidak mudah. Dia berjuang untuk bisa jadi bagian dari wasit internasional FIBA sejak 2005 lalu, dimana dia pertama kali dipilih sebagai wasit netral yang dipilih FIBA langsung. 

Setelah beberapa pengalaman internasional menjadi wasit FIBA Asia Junior 2012, FIBA Asia Senior 2013, Kejuaraan Dunia U-17 2014, NBA Summer League 2016, Kejuaraan Dunia Putri 2018, dirinya baru dinilai FIBA pantas untuk memimpin World Cup (senior) di Tiongkok.

"Jadi prosesnya cukup panjang. FIBA akan melihat jejak rekam kita dulu secara berjenjang, terutama di kualifikasi Kejuaraan Dunia Asia. Sudah pernah memimpin apa saja. Lalu dari dua tahun lalu, lewat elite program untuk wasit dari beberapa wasit dari seluruh dunia, akhirnya dipilih. Ada saringannya. Bukan hanya secara kualitas di lapangan, tapi juga pantauan secara fisik lewat teknologi jam tangan. Lalu ada aplikasi peraturan terbaru secara online untuk latihan dan test. Dari situ baru diambil, 10 wasit dari Asia," katanya kepada media di FX Sudirman, Senayan, Jakarta, Kamis, 30 Mei 2019.

Meski telah terpilih menjadi salah satu dari 56 wasit yang akan memimpin World Cup, Hardja harus mempertahankan performanya hingga jelang kejuaraan. Bila dalam rentan waktu tiga bulan ini dirinya gagal mempertahankan performanya dalam program persiapan atau ada test online yang gagal, maka besar kemungkinan namanya bisa diganti.

"Dari email yang saya terima, itu sudah 50 persen (bakal mimpin pertandingan). Cuma kalau dalam program persiapan ini ada yang gagal atau saya tidak mengikutinya dengan baik, tidak kooperatif, ada kemungkinan untuk diganti. Biasanya itu masalah administrasi. Namun, berdasarkan pengalaman saya sebelumnya, kalau tidak cedera parah dan tidak melakukan undisipliner tidak akan diganti," tuturnya. 

WASIT FIBA asal Cirebon, Jawa Barat, Hardja Jaladri terpilih sebagai salah satu wasit yang akan bertugas di World Cup 2019, 31 Agustus-15 September di Tiongkok. Dia menjadi satu-satunya wasit Indonesia yang dipilih FIBA.*/WINA SETYAWATIE/PR

Seberapa berat program persiapannya, bagi lulusan D3 Elektro UGM ini, cukup berat. Pasalnya dirinya bukan berasal dari atlet.

"Terutama program fisiknya. Karena programnya bukan cuma hanya lari berapa km per hari, tapi saya juga harus membesarkan badan juga. Karena badan saya kecil, jadi saya diminta besarkan badan sedikit agar keliatan pada saat pertandingan," ungkapnya.
 
Di level nasional, Hardja merupakan wasit Indonesia Basketball League (IBL). Menurut dia, kualitas kompetisi juga akan mempengaruhi performa wasit di lapangan. Hingga dia pun menilai jika wasit Indonesia juga tidak kalah dengan wasit Asia lainnya.

"Jadi kalau tanpa IBL pun saya tidak bisa. Karena berawalnya kan dari kompetisi nasional. Kalau saya lihat secara kualitas wasit kita tidak kalah. Di level Asia, kita punya tiga wasit. Dibandingkan negara-negara lainnya, kecuali yang negara langganan basket, seperti Filipina dan Jepang, kita punya perwakilan wasit lebih banyak di Asia," katanya.
 
Direktur IBL, Hasan Gozali mengatakan jika terpilihnya Hardja ke World Cup merupakan suatu kebanggan. Karena dia bukan hanya mewakili Perbasi, namun juga IBL, dan Asean Basketball League (ABL).

"Ini tentu jadi pencapaian yang luar biasa. Kami disini akan terus mendukung. Semoga bisa bertugas dengan lancar dan mengharumkan nama bangsa. Harapannya memang kedepan jangan hanya Hardja sendiri, tapi ada wasit-wasit Indonesia lain yang juga bisa ambil bagian di kejuaraan level dunia. Namun, sejauh ini cukup lumayan, kita punya lima wasit berlisensi FIBA, ada Budi Marfan, Harry, Johan, Hardja, dan satu lagi saya lupa namanya. Semoga ini bisa jadi motivasi bagi wasit lainnya, untuk berbenah lebih baik lagi dan kerja keras di tiap pertandingan," ungkapnya.***

Bagikan: